Rabu, 21 September 2011

Just for my Mom

Just for my greatest inspirator,
Sering aku merasa iri hanya karena kau kokoh seperti karang. Pernahkah terbersit untuk melarikan diri saat badai-badai besar itu menghantam? Karena sesungguhnya aku sering ingin melarikan diri.
Aku sering merasa kesakitan, Bahkan sudah terlalu sering aku teriak minta tolong. Tapi mengapa tidak denganmu? 
Terlalu sering ku merapuh menjadi tak berdaya, Lalu kenapa kau tidak? 
Kemulyaankah yang menjadikanmu seperti itu? Kalau begitu, ajarkan aku untuk menjadi sedikit lebih mulya
Cintakah yang mengokohkanmu? Maka ajarkan aku untuk memilikinya.

Just for my greatest inspirator,
Sering aku merasa iri hanya karena kau selalu bersimpuh tenang ramaikan malam dengan tilawah, hangatkan dinginnya dengan khusyunya shalatmu, terangi pekatnya dengan cinta.
Sementara aku pulas dalam mimpi, menyelimuti diri.
Ajarkan aku untuk menjadi sepertimu.

Just for my greatest inspirator,
Dapatkah aku sepertimu? Kala bunda tersenyum dalam ingatanku…

I miss u much, mom!

0 komentar:

 
;