Selasa, 17 Januari 2012

Bapak...

"Mungkin ini karena dosa bapak, hingga Allah memberikan ujian seperti ini." Katamu tegar.
Aku tak akan melupakan ekspresimu saat itu, tak akan pernah...
Meski sesekali kulihat raut wajahmu menerawang jauh, berfikir banyak hal, kau begitu tegar menghadapinya. 
Kau sudah banyak berubah. Benarlah ilmu dapat mengubah seseorang menjadi jauh lebih baik dan berarti, ku melihatnya dalam dirimu. Itulah yang membuatku merasa lebih tenang. Namun meski demikian, aku tak bisa hilangkan resahku karena beban berat yang kini tengah kau pikul, sementara aku belum bisa melakukan apapun untukmu.
Pak, sebenarnya aku masih ingin memelukmu erat dan tak melepaskannya. Aku ingin melakukan banyak hal untukmu. aku ingin meringankan sedikit saja beban di pundakmu, hingga kau merasa lebih bahagia.
Pak, sesungguhnya air mataku hampir saja tumpah siang tadi hingga akupun tak bisa banyak katakan sesuatu lagi. Aku bahkan tak bisa melihatmu lebih lama, meski dari balik jendela. hatiku perih pak, perih sekali. 
Wajah sendu dan lelahmu masih terlihat di setiap sudut ruang fikirku, aku masih ingin mendengar suaramu. 
Aku masih sangat merindukanmu, pak...
Semoga Allah selalu melindungi, merahmati, dan memberikan perolonganNya padamu, pak!

0 komentar:

 
;