Sabtu, 25 Februari 2012 0 komentar

Capi dan Numi

"Capii...!" sebutan itulah yang kini sering terdengar dari 'ayyasy untuk abinya, padahal sudah sejak umur satu tahun dia biasa mengucapkan kata abi dengan fasih.  Sudah 2 minggu ini, dia juga sering memanggilku "numi", padahal biasanya kata umi dia ucapkan dengan jelas. Aku sendiripun sebenarnya tidak tahu pasti dari mana ia dapatkan sebutan itu. Sepertinya dia mengarang sendiri kata "capi" dan "numi" sebagai panggilan kesayangan untuk umi abinya, karena setahuku tak ada yang menggunakan sebutan itu dalam keluarga kami.
Subhanallah... begitulah kekuasaan Allah.
Rupanya sekarang 'ayyasy sudah lebih pintar mengekspresikan rasa sayang pada orangtuanya. :)
Semoga ia tumbuh sehat, menjadi laki-laki sholih yang senantiasa dirahmati Allah. amin...
0 komentar

Maniak mobil

Berbicara tentang ayyasy, anakku, rasanya tak ada habisnya. Karena memang masih batita, jadilah ada saja cerita lucu dan mengagumkan tentangnya. Kalau menurut pengamatanku usia-usia segitu memang lagi lucu-lucunya, karena saat itulah ia mulai mengembangkan kemampuan bicara, kognitif, fisik bahkan kemampuan moral sosial dan emosinya. Karenanya menjadi sangat wajar bila tiba-tiba banyak hal baru yang bisa ia lakukan, salah satunya mengajak pergi orang tua ke tempat favoritnya. Dan itu juga yang sudah setahun ini ayyasy sering lakukan. Seperti uminya, ia juga sangat suka jalan-jalan, dan tidak hanya itu, ternyata ia mudah menghafal jalan dan letak tempat-tempat yang ia suka. Dari tempat mainan odong-odong, tempat belanja favorit sampai tempat makan yang biasa kami kunjungi. mau dekat ataupun jauh, biasanya dia akan bereaksi saat akan melewati tempat-tempat itu. 
Dan tempat fovorit yang paling paling ia sukai adalah tempat mbak rosmini. 
tahukah kamu tempat apa itu?
apalagi kalau bukan toko mainan. hehehehehee
Letaknya yang hanya sekitar 100 meter dari rumah, membuat ayyasy dengan sangat mudah menghafal keberadaan tempat itu. Disanalah tempat dijualnya berbagai macam mainan yang kebanyakan buatan china dengan harga lumayan miring. Bagaimana ayyasy tidak senang kalau dia bisa dengan mudah memilah milih mainan yang ia suka.
Yup, berawal dari tempat itulah ayyasy kini menjadi maniak mobil. Itu karena setiap kali ayyasy mengajak pergi kesana, yang ia inginkan hanyalah mobil mobil dan mobil, yah... paling tidak pesawat atau motor mainan lah. Alhasil, kini ayyasy punya banyak mobil mainan berbagai bentuk. Ada truk, mobil pemadam kebakaran, bis, mobil balap, sampai mobil yang tak pernah kulihat sebelumnya. Dan yang paling ia suka adalah mobil yang bentuknya rumit dan bisa diotak-atik. 
Ya, itulah ayyasy si maniak mobil. hahahaha. Sampai-sampai kemarin ku katakan padanya: "yas, besok sudah besar punya mobilnya satu aja ya. meski adek punya banyak uang, uangnya buat yang lain yang lebih bermanfaat aja ya jangan buat ngoleksi mobil." tapi ya gak apa-apa si kalau punya pabrik atau dealer mobil, bisikku dalam hati. hehehe!
Jumat, 24 Februari 2012 0 komentar

Night terror sampe jadwal tidur bergeser


Akhirnya tepat pukul 9 malam 'ayyasy tertidur, padahal biasanya pukul 7 dia sudah terlelap. Perlu waktu setengah jam untuk menggiringnya tidur malam ini. Hari ini memang tak seperti biasanya, jadwal tidurnya berubah. 
Ini semua berawal dari aktifitasnya tadi malam. Entah karena mimpi atau ingatan aktifitas di siang hari, pukul 10.35 malam tiba-tiba ia membangunkanku dan bercerita tentang pesawat terbang.
"mi bangun!" katanya sambil menyentuh pipiku.
"adek aek keawat sampe auh (adek naek pesawat sampai jauh)." kulihat tangan kanannya diangkat menari-nari ke kanan kekiri.
"oh ya? trus gimana?" kurespon dengan suara lemah karena kantuk masih sangat terasa. 
"tyus keawatnya tebang auh."
"uh... uh... uh... " sepertinya tengah menirukan suara pesawat yang tengah terbang tinggi.
"adik naeknya sama siapa aja?" 
"ama abi, umi, pakde!" 
"yang bawa pesawatnya siapa, dik?"
"adek!" katanya dengan yakin.
"ya udah, besok naik lagi ya. sekarang tidur lagi!" kataku sambil sangat mengantuk.
"mi, adek mau mimi utih!"
"ya, adek tunggu sini dulu umi ambilkan air putihnya!" iapun manut menungguku...
Minum air putih di malam hari memang menjadi kebiasaannya 6 bulan ini. setelah tidak lagi mimi ASI, ia memang lebih sering minta minum air putih dari pada susu formula, terutama di malam hari. 
Setelah minum, ku minta ia untuk kembali tidur. Namun, ternyata dia masih ingin bercerita tentang pesawat dan yang lainnya. Meski sangat mengantuk, masih kudengarkan ceritanya dan tetap kurayu ia untuk kembali tidur. sepuluh menit kemudian iapun kembali tidur, mungkin membawa ceritanya kembali ke alam mimpi.
Pukul 1.40 ia kembali terbangun, kali ini sambil menangis. Tangisan yang ia bawa dari alam mimpi. Ya, sepertinya ia mengalami night terror alias teror dimalam hari. Ini memang bukan yang pertama kalinya ia mengalami hal ini. Setelah trauma yang dialaminya saat di rawat di RS 8 bulan lalu, dia memang sering mengalaminya. Tiba-tiba saja di malam hari ia terbangun dengan menangis, menjerit sampe badan mengejang. Tapi kalau diperhatikan, sebenernya dia masih tertidur. Biasanya akan sulit sekali untuk menenangkannya dalam keadaan seperti itu. Karenanya, biasanya saya bangunkan ia terlebih dahulu dengan membawanya ke ruangan lain. Terkadang dengan memeluknya, ia akan terbangun dan kembali tidur. Namun sering juga sulit baginya menyadari keadaan sekeliling sehingga tangisnya akan sedikit lama. kalau sudah seperti itu, biasanya saya membawanya ke dapur yang masih gelap sambil berkata "liat dik, gelap sekali!" dengan bagitu dia akan membuka mata dan menyadari keadaan sekeliling. Setelah itu, barulah saya menenangkannya dan bertanya maukah dia minum, atau kembali tidur.
Ya, itulah kejadian tapi malam. Dua kali terbangun di malam hari, membuatnya bangun 1,5 jam lebih siang. Itulah yang sepertinya membuat ia baru mengantuk jam 2 siang. Dan karena ia baru bangun pada pukul 4.35 sore, jadilah waktu tidur malamnya pun bergeser 2 jam lebih malam dari biasanya.
ya, tidurlah yang nyenyak, nak!
Semoga Allah merahmati dan melindungimu selalu. amin...
0 komentar

Masih menunggu...

3 minggu berlalu dari saat itu, dan kami masih menunggu jawaban pasti. Tak seperti biasanya, rasanya kali ini terlalu lama. Entah, apa maksudnya kami masih tak mengerti. Ada kalanya rasa putus asa menyelimuti, bayangan kejadian masa lalu menari-nari. Namun kemudian kami besarkan hati dan berharap lebih lagi dan lagi padaNya. Mungkinkah ini akan menjadi masa depan kami?
Kami masih menunggunya... menunggu jawaban dari ikhtiar yang telah kami jalani selama ini. Ikhtiar optimal untuk mujudkan mimpi kami. Ya, karena inilah mimpi kami berdua. Mungkin bila 5 hari kedepan masih tak ada jawaban, maka kami akan lakukan ikhtiar terakhir untuk mengakhiri penantian kami.
Semoga Allah berkenan mendengar dan mengabulkan ingin kami. Semoga mimpi dan keinginan kami pun menjadi yang terbaik menurut Allah.
Amin...
Rabu, 15 Februari 2012 0 komentar

My first book

Januari 2012 ini menjadi bulan pertama yang menyenangkan dan sangat memberikan semangat untuk perjalanan selanjutnya. Bagaimana tidak, surat cintaku untuk ibu menjadi salah satu surat cinta yang dibukukan. Pada awalnya memang hanya iseng uji nyali, mengetes keberanian mengirimkan tulisan yang kubuat untuk bisa dipublikasikan. Kukumpulkan keberanian yang sudah lama terkubur, dan bersungguh-sungguh untuk ikut serta dalam proyek nulis bareng buku dear mama.
awalnya uji nyali, selanjutnya berderma...
begitu singkatnya!
mengapa berderma?
karena memang keuntungan yang diperoleh dari penjualan buku ini akan disumbangkan pada para wanita kanker payudara. Itulah mengapa aku bersungguh-sungguh mengikutinya!
Sebenarnya, di akhir bulan desember sedikit rasa putus asa hadir dalam benak karena kulihat namaku tidak tercantum menjadi salah satu kontributor penulis buku itu. Namun meskipun demikian, aku tetap bertekad untuk terus menulis dan bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang.
karena masih penasaran, minggu kedua di bulan januari kulirik kembali pengumuman hasilnya dan tanpa disengaja kutemukan blog resmi pengumuman hasilnya. 
Dan jren jreng jreng... Namaku tercantum di buku empat! Ternyata pengumuman yang kubaca kemarin belum lengkap, karena buku yang diterbitkan tidak hanya dua edisi.

Alhamdulillah... syukurku padaMu Ya Allah!
Aku berhasil menguji nyali untuk mengirimkan tulisan. selain itu, dengan berhasil menjadi salah satu  kontributor penulis buku itu, berarti aku juga bisa ikut berderma. Ini menjadi begitu menyenangkan, karena sudah lama ingin bisa lebih bermanfaat bagi orang yang membutuhkan! satu lagi yang tak kalah pentingnya, kuhadiahkan ini pada ibuku tercinta.

Tapi, INI BELUM CUKUP!
Karena aku masih ingin menulis! menulis sesuatu yang bermanfaat untuk kemaslahatan ummat. Ya, Benarlah apa yang suamiku katakan:
"Menulis itu jangan hanya karena ingin menjadi penulis, dik. Karena penulis itu sudah sangat banyak. tapi menulislah karena memang ada ilmu dan sesuatu hal yang bermanfaat untuk disampaikan pada banyak orang!"  
Nasihatnya itu mampu merubah sudut pandangku selama ini, hingga akupun lebih termotivasi untuk menuliskan banyak hal yang lebih bermanfaat!
Tetap semangat dan jangan pernah menyerah untuk memberikan yang terbaik!
 
;