Kamis, 27 Februari 2014

Lapanglah, wahai Hati...

Kalah karena ketidakkuasaan, karena dicurangi manusia itu lebih menyakitkan daripada kalah karena ketidakmampuan. Bila tidak mampu maka kita bisa belajar dan terus berusaha seoptimal mungkin, tapi kalau dicurangi manusia yang memiliki kekuasaan fana di dunia, maka kita menjadi tak berdaya. Saat kita tak lagi bisa berbuat apapun karena ketidakkuasaan, maka inilah saatnya berdo'a sebaik mungkin, karena do'a orang yang terdzolimi itu InsyaAllah makbul. 


Seperti yang telah dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, "Tiga orang yang tidak akan ditolak do'anya: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, imam yang adil, dan do'a orang yang terdzalimi" (H.R. At-Tirmidzi).
Suatu hari Rasulullah juga pernah berpesan: “Beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka zakat yang diambil dari kalangan orang mampu dari mereka dan dibagikan kepada kalangan yang faqir dari mereka. Jika mereka menaati kamu dalam hal itu, maka janganlah kamu mengambil harta-harta pilihan mereka. Dan takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, karena antara dia dan Allah tidak ada hijab (pembatas yang menghalangi)nya." (HR. Bukhari dan Muslim).


Kemudian, saat semua upaya telah kita kerahkan, do'a selalu dipanjatkan, dan tawakkal pada Allah terus dijaga, lalu hasilnya tidak seperti yang kita inginkan, maka sadarilah bahwa Inilah takdir yang Allah tuliskan. 
Allah SWT pun dalam Al-Qur'an Surat Albaqorah ayat ke 216 telah memberitahu kita bahwa boleh Jadi apa yang kita benci sesbenarnya ia amat baik bagi kita, dansebaliknya apa yang kita senangi sesunggunhya ia amat buruk bagi kita.

"Perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.”  (QS. Al-Baqarah : 216)

Yakinkan diri bahwa sesungguhnya selalu ada hikmah yang belum  kita ketahui, dibaliknya ada keistimewaan  yang belum kita sadari, setelahnya ada jalan indah yang belum kita lalui, ada kemudahan-kemudahan lain yang menanti, karena sesungguhnya "Allah Maha kuasa atas segala sesuatu, Maha mengetahui apa yang tidak kita ketahui, Maha Rahman dan Rahim, tentunya Ia tahu apa yang terbaik untuk kita dan sesungguhnya Allah menghendaki kebaikan untuk kita". 
We have to know that Allah looks at the effort, not the result. Be aware that result is not in our control. Pasrahkan semua padaNya...


Lapanglah selalu wahai hati....









*Tengah berusaha keras belajar menerima kehendakNya, menguatkan jiwa, jangan terpuruk karena ujian, meyakini akan kasih sayang Allah dan percaya bahwa Allah tak akan memberikan ujian diluar kemampuan hambaNya. Berusaha untuk menjadi lebih Kuat, tangguh dan berbahagia. Seperti yang selalu kukatakan:  MENJADI BAHAGIA ITU PILIHAN. Dan aku ingin memilih untuk selalu lapang, sabar, khusnudzon pada Allah, senantiasa berusaha mendapatkan ridhoNya hingga aku menjadi Bahagia di dunia juga di akhirat. 



Dunia ini singkat, hanya tempat sementara. Kita pasti akan meninggalkannya suatu saat nanti dan itu adalah suatu keniscayaan, karenanya kita tak perlu banyak merisaukannya. Sementara akhirat adalah kekal, bekal apa yang telah kita persiapkan menuju kehidupan akhirat sedangkan waktu terus berjalan, dan ajal semakin dekat? itulah yang sesungguhnya harus banyak kita risaukan. semoga Allah senantiasa merahmatiku, merahmati kita. amiin...

Wallahua'lam....

0 komentar:

 
;