Terbangun di malam buta yang begitu dingin dan tak bisa kembali tidur itu berarti banyak hal, paling utama bisa menjadi me-time yang hebat. Sebenarnya akhir-akhir ini aku betanya-tanya kenapa beberapa minggu ini udara terasa begitu dingin sepanjang hari (kayaknya mesti tanya BMKG nih!) :)
Lalu sebenarnya selain karena udara yang dingin, apa yang membuatku tak bisa tidur? buanyak. hehehe... hatiku memang tengah sedikit terluka akhir-akhir ini, karenanya aku tengah menyembuhkannya sedikit demi sedikit :).
Saat-saat seperti ini memang menjadi momen istimewa, selain karena bisa belajar lebih bijak menyikapi ujian, aku juga belajar untuk selalu berkhusnudzon pada Allah, belajar untuk selalu positif thinking menerima ketentuan yang telah Allah gariskan dan belajar untuk terus menggantungkan diri pada Allah semata. Aku dan suami juga bisa saling menguatkan diri, bersama-sama belajar dan berusaha untuk mendapatkan rahmatNya. Kami juga belajar untuk lebih menyadari akan kehidupan fana dunia dan bersama-sama saling menyemangati untuk seoptimal mungkin mempersiapkan bekal untuk kehidupan kekal di akhirat nanti. Banyak hal lain lagi yang menjadikan saat-saat seperti ini menjadi lebih hebat! yup, yakinlah bahwa setiap peristiwa itu mendatangkan hikmah berarti bila kita mau berkhusnudzon. Mungkin sedikit banyak menyisakan luka, tapi kita harus segera menyembuhkannya. Lalu bagaimana cara efektif menyembuhkannya?
Berdasarkan apa yang selalu kupelajari dan tentunya juga kupraktekkan, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:
Pertama, sadarilah bahwa kita tengah diuji Allah SWT. Karena itu perbanyak memohon ampunan dan rahmat dari Allah.
Kedua, tanamkan keyakinan dalam hati bahwa Allah punya skenario lebih indah untuk kita. Apa yang kita anggap baik belum tentu baik menurut allah, begitupun sebaliknya. lagi-lagi aku ingin mengutip firmanNya yang kusukai dalam Q.S. Al-Baqoroh: 216 "Perhaps you hate a thing and
it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you.
And Allah Knows, while you know not.”
Ketiga, teruslah mendekat pada Allah, perbanyak dzikir dan sholat terutama di sepertiga malam. Mintalah kebaikan di dunia dan akhirat padaNya. Perbanyak membaca Alqur'an. Dengan demikian InsyaAllah hati menjadi lebih tenang, kita bisa lebih bijak, lebih khusnudzon pada Nya dan tentunya bisa lebih mencintai Nya. Ingatlah kawan Abi Hurairah r.a. bahwa Rasullullah SAW bersabda : ”Allah SWT berfirman
: ”Aku dengan persangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika
ia berzdikir kepada-Ku, dan Allah SWT lebih senang dengan taubat
seorang manusia dari pada seorang kalian menemukan kembali perbekalanya
di pada tandus. Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku
akan mendekat kepadanya satu lengan, dan barang siapa mendekat kepada-Ku
satu lengan maka Aku akan mendekat kepadanya dua lengan, dan jika ia
menghapd kepada-Ku dengan berjalan maka Aku menemuinya dengan berlari”.
(Hadits diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim).
Keempat, gantungkan diri hanya pada Allah, Penguasa alam semesta. Tanamkan keyakinan bahwa kuasa Allah meliputi segala sesuatu.
Kelima, Yakinlah pasti ada hikmah dari setiap hal yang terjadi pada diri kita. Suatu saat nanti cepat atau lambat kita akan mengetahuinya InsyaAllah.
Keenam, Temukan seorang sahabat yang bisa kita jadikan tempat berbagi cerita. sahabat yang bisa dipercaya, yang bisa mendengarkan dengan baik apa yang kita rasakan. Bila perlu, seorang sahabat yang bisa memberikan motivasi dan masukan positif bagi kita. Bagi yang sudah punya pasangan hidup (yang halal loh ya!) jadikan ia sahabat terbaik kita.
Ketujuh, Menulislah! tuangkan apa yang kita rasa dan fikirkan, karena menulis bisa menyembuhkan, menjadi terapi efektif untuk menghilangkan gundah, galau, sedih, dan rasa terluka bahkan rasa bahagia. tak perduli tulisan seperti apa, yang penting menulis saja lah! syukur-syukur kalo tulisannya bagus dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Paling tidak tulislah di diari pribadi. Menurut salah satu artikel yang kubaca, "Keeping a secret diary and writing everything senseless that comes to mind is like scooping out all the bad stuff from mind".
Kedelapan, menjadi tempat berbagi bagi orang lain. mendengarkan apa yang orang lain rasakan juga bisa menyembuhkan diri sendiri, kita bisa tahu bahwa sebenarnya bukan hanya kita saja yang tengah diuji tapi juga orang lain.
Kesembilan, teruslah mensyukuri nikmat Allah walau dalam keadaan sempit, dan tingkatkan juga kesabaran.
Kesepuluh, jangan lupa untuk tersenyum. "senyuman bisa meredakan luka dan sedih, meningkatkan kekebalan tubuh, memperbaiki mood, dan tentunya Ibadah".
Kesebelas, Jangan lupa terus mencari ilmu terutama ilmu agama, banyak mendengarkan kajian islam, itu sangat membantu kita dalam menjaga keistiqomahan di jalanNya.
Yup, itulah beberapa hal yang biasa kulakukan, sebetulnya masih ada banyak hal yang belum kutuangkan disini, InsyaAllah suatu hari akan kuselesaikan. semoga bermanfaat dan semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan hidayahNya pada kita semua.
*Menuliskan ini tentunya juga dalam rangka mengingatkan diri dan menyembuhkan luka hatiku. hehehe :)
Langganan:
Komentar (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact