"Berbahagialah, sobat!"
ku katakan padanya sore itu dengan mantap, walau hanya melalui sambungan telfon. sahabatku yang satu ini memang tengah galau dan terluka, terdengar putus asa dan penuh kebencian karena memendam sakit yang teramat sangat. memang tak ada yang bisa kulakukan saat itu kecuali memberikan support padanya via telfon.
kuyakinkan ia untuk memilih berbahagia daripada terpuruk penuh luka, menjadi tak berarti dan hanya menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu yang tak ada manfaatnya.
yah, bagiku menjadi bahagia atau tidak itu adalah pilihan. menjadi orang yang berbahagia bukan berarti tidak merasakan perih, kecewa, terpuruk dan sakit. karena memang kesedihan itu sendiripun merupakan fitrah manusia.
Menjadi bahagia berarti memilih untuk khusnudzan pada Allah atas setiap ketentuan yang ia tetapkan. senantiasa menyadari bahwa ujian akan selalu diberikan dalam bentuk apapun. meyakini bahwa akan ada hikmah yang lebih besar dibalik setiap cobaan yang datang, serta memilih untuk ikhlas menerima semua ketentuan itu dengan hati lapang. Kemudian memilih untuk melanjutkan hidup dengan penuh pengharapan pada Allah. menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih berkah.
Kenapa harus memilih untuk bahagia?
Karena manusia memang berhak merasakan kebhagiaan dan mempunyai kewajiban untuk berbahagia. Bukankah selain dengan tawa riang dan bersyukur padanya kebahagiaan juga didapat karena kesabaran, tawakal dan ikhlas?
Untuk bahagia memang kadang tidak mudah. karena biasanya kenyataan hidup tidak sesuai dengan keinginan dan harapan. Ingin A dapat B, Ingin B malah dapet C. yah begitulah. kenyataan hidup juga seringkali terlihat tak adil, musibah seringkali datang membuat hati terasa sempit. namun berkhusnudzanlah, bahwa Allah memang tengah menguji kita sebagai hambanya, tengah meninggikan derajat kita. Dengan senantiasa khusnudzan pada Nya, insyaallah kita akan selalu merasa bahagia.
Ingatlah apa yang pernah dikatakan Rasulullah mengenai hal ini: "sungguh menakjubkan perilaku orang mukmin, semua keadaan adalah baik baginya. Jika memperoleh kesenangan di abersyukur, dan yang demikian itu adalah baik baginya. Dan jika dia ditempa kesusahan, dia bersabar, dan yang demikian itu adalah baik baginya. perilaku seperti itu hanya ada pada diri seorang mukmin". (HR. Muslim dan Ahmad)
Semoga dengan menuliskan ini, khusnudzanku pada Allah senantiasa terjaga dan semakin bertambah keimananku dalam hati. amin!
Teruntuk sahabatku, marilah kita sama-sama berbahagia. orang sakit itu kalau mau sembuh jangan hanya terpaku pada rasa sakit dan penyakitnya, tapi fokus pada cara penyembuhannya. ingatkan kawan? semoga Allah selalu merahmati kita. amin...

0 komentar:
Posting Komentar