"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar".
(Q.S At-Taghobun:15)
Kali ini lagi mau cerita tentang film apik yang bulan lalu baru saja kutonton. Judulnya Taare Zameen par hasil garapan Aamir Khan. Film
ini bercerita tentang Ishaan Awasthi, seorang anak yang mengalami
kesulitan dalam membaca dan menulis atau yang biasa kita kenal dengan
istilah disleksia.(Q.S At-Taghobun:15)
Harus ku katakan aku suka banget Film ini. Selain karena akting para aktornya yang memukau, tema film ini juga sangat menarik, yaitu tentang pendidikan dan parenting yang bertajuk "Every child is special". Suatu hal yang begitu kupercayai, bahwa memang setiap anak itu unik. Mereka mempunyai kelebihan, potensi dan keistimewaan masing-masing. Bahkan hal itupun berlaku untuk setiap orang, bukan hanya bagi anak kecil saja.
Aku percaya bahwa Allah memberikan setiap manusia itu potensi kebaikan, bakat serta keistimewaan masing-masing. Orang ini mungkin cepat dalam memahami bahasa, orang satunya mungkin genius dalam matematika, orang satunya lagi mungkin hebat banget kalau melukis. Bakat dan potensi yang mereka miliki perlu digali sejak kecil, kemudian dikembangkan seoptimal mungkin, karena itu merupakan salah satu bentuk syukur pada Allah.
Film ini banyak memberikan pelajaran berharga, menginspirasi, memberikan banyak masukan dalam mendidik anak. Menonton film ini juga membuatku merenung, berfikir tentang 'Ayyasy, putraku yang kini masih balita dan mulai memasuki usia sekolah. Aku harus senantiasa bersyukur pada Allah karena telah dianugerahi putra yang sehat dengan fisik sempurna, dan cerdas. Karenanya, aku harus senantiasa membekali diri dengan ilmu agar bisa mendidiknya seoptimal mungkin sebagai bukti rasa syukurku pada Allah. Aku juga harus bersungguh-sungguh berdo'a semoga Allah senantiasa menuntunnya agar ia berjalan di jalan yang benar, menjadi laki-laki sholih, menjadi qurrata a'yun bagi kami orangtuanya.
Yup, Ilmu merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki setiap orang tua dalam mendidik anak-anak. Kita para orangtua harus mempunyai bekal ilmu untuk dapat mendidik, menuntun, dan mengarahkan putra-puteri kita. Selain itu, perlu kasih sayang yang besar, ketekunan dan kesabaran yang luar biasa.
Mendidik anak juga perlu kreativitas. Bagaimana caranya agar anak-anak bisa mengoptimalkan dan memanfaatkan potensi mereka sehingga bisa mencapai kesuksesan di dunia dan di akhirat. Untuk mencapai hal demikian itu, perlu cara yang baik bukan dengan cara yang membuat anak menjadi rendah diri, bukan dengan label yang negatif.
Orang tua harus senantiasa memberikan perhatian yang besar pada anak-anak. Kita para orang tua harus bisa memahami perasaan mereka, memberikan kepedulian sehingga anak-anak merasa nyaman, bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan fikirkan. Jika anak merasa aman, nyaman, merasa dimengerti maka emosi anak akan lebih baik dan mereka akan dengan lebih mudah menerima masukan, arahan, dan kritik.
"Kepedulian itu sebuah kekuatan, pengobat kesedihan, menentramkan hati"
(Ram Shankar Nikumb)
Kita juga harus menghargai setiap prestasi yang telah anak raih, meski hanya dengan sebuah pujian. Karena hal itu dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, dengan begitu mereka akan lebih mudah mengembangkan potensi yang mereka miliki. Bila ada sesuatu yang salah, maka carilah permasalahan sebenarnya, apa yang menjadi akar masalahnya. Dengan mengetahui masalah yang sesungguhnya terjadi, maka In Sya Allah kita bisa mendapatkan solusi yang baik dengan mudah.
Perlu diingat, kekompakan antara Ayah dan Ibu juga berperan penting dalam kesuksesan proses pendidikan anak terutama saat mereka di rumah. Ayah dan Ibu harus saling membantu, berkomunikasi dengan baik dan tidak menyerahkan tanggungjawab pada salah satu diantara mereka berdua saja. Keduanya harus bisa bekerja sama dan menyatukan pandangan.
Dari film ini, aku juga jadi mengetahui lebih banyak tentang disleksia, dan ternyata banyak orang terkenal yang mengalami gangguan disleksia, diantaranya: einstein, Leonardo da Vinci, Thomas alva edison, dan banyak lagi...
Film ini recommended banget deh pokoknya.
Oya, aku tambahkan satu hal paling penting dalam mendidik anak yang tak ada dalam film ini, yaitu KEDEKATAN KITA PADA ALLAH. Mengapa hal ini dibutuhkan? karena bila hubungan kita dekat dengan Allah, maka In Sya Allah kita para orangtua akan diberikan jalan terbaik dalam mendidik anak-anak. Karena Ialah Dzat yang menciptakan kita, anak-anak kita, yang menguasai diri-diri dan hati kita. Dengan kedekatan kita pada Allah, maka In Sya Allah do'a akan lebih di dengarNya, kita akan diberikan petunjuk dan kekuatan dalam mendidik anak-anak kita. Wallahu'alam...
Aku tengah belajar mendidik anak dengan ikhlas dan sabar.
Semoga Allah senantiasa menuntunku selalu, Amiin...

0 komentar:
Posting Komentar