Rabu, 21 September 2011 0 komentar

Kartu Romantis

Suatu sore, saat membuka akun friendster, kutemukan sesuatu yang tidak biasa. Ada satu kartu ucapan yang membuat hati begitu bahagia saat membacanya, aku menamakannya kartu romantis. Sekilas mungkin sederhana, tapi bagiku kartu ucapan ini menjadi kartu ucapan yang begitu berharga, karena suamiku tercinta yang mengirimkannya.

Kartu ucapan ini cukup memberikan banyak energi positif. Selain karena ia memulainya dengan memberikan do'a keselamatan yang membuatku merasa lebih disayangi, kartu ini juga terkesan sangat romantis yang menggambarkan kecintaannya yang besar padaku, istrinya. Ucapan pendeknya membuatku merasa begitu dicintai, disayangi, dilindungi, diberikan kepercayaan. Satu hal yang tak kalah pentingnya adalah ucapan sederhananya mengisyaratkan harapan besar suami padaku sebagai seorang calon ibu.

Kartu romantis ini menjadi sesuatu yang sangat berharga di kehamilan pertama, karena menunjukkan dukungan yang besar dari suami tercinta. Itulah mengapa aku sangat terkesan dan menyukainya.

Semoga kami menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah... amin!

Terimakasih mas... :)
0 komentar

Just for my Mom

Just for my greatest inspirator,
Sering aku merasa iri hanya karena kau kokoh seperti karang. Pernahkah terbersit untuk melarikan diri saat badai-badai besar itu menghantam? Karena sesungguhnya aku sering ingin melarikan diri.
Aku sering merasa kesakitan, Bahkan sudah terlalu sering aku teriak minta tolong. Tapi mengapa tidak denganmu? 
Terlalu sering ku merapuh menjadi tak berdaya, Lalu kenapa kau tidak? 
Kemulyaankah yang menjadikanmu seperti itu? Kalau begitu, ajarkan aku untuk menjadi sedikit lebih mulya
Cintakah yang mengokohkanmu? Maka ajarkan aku untuk memilikinya.

Just for my greatest inspirator,
Sering aku merasa iri hanya karena kau selalu bersimpuh tenang ramaikan malam dengan tilawah, hangatkan dinginnya dengan khusyunya shalatmu, terangi pekatnya dengan cinta.
Sementara aku pulas dalam mimpi, menyelimuti diri.
Ajarkan aku untuk menjadi sepertimu.

Just for my greatest inspirator,
Dapatkah aku sepertimu? Kala bunda tersenyum dalam ingatanku…

I miss u much, mom!

Minggu, 24 Juli 2011 0 komentar

Syukur Nikmat



Baru saja membaca status pendek dari fb seorang teman:  

“Jangan risaukan Nikmat yang belum kita miliki, tapi risaulah akan Nikmat yang belum kita Syukuri…”

Tiba-tiba saja mata ini berkaca-kaca. Bayangan pun terbang menyusuri jejak-jejak perjalanan yang telah lalu, betapa aku masih sering tak bersyukur. Masih sering merasa tak berdaya saat tak seperti orang lain yang lebih hebat, punya kemampuan lebih, punya fasilitas yang lebih baik, dan masih banyak lagi berbagai hal yang tak kudapatkan. "Tak seperti dan tak seberuntung orang lain", begitulah pada intinya. 

Akibatnya, aku menjadi orang naif yang hanya menyesali diri, sering membuat alasan, tak percaya diri, sering menyembunyikan diri, malas, tak kreatif, stagnan, bahkan mengasihani diri dan menjadi tak berkembang. Menjadi seseorang yang tak mampu melakukan hal besar karena tak bisa menemukan potensi diri dan hanya berlindung di balik status "istri dan seorang ibu".

Masih belum PANDAI BERSYUKUR...
Padahal aku tahu persis Allah berfirman: 
"Dan ingatlah ketika Rabb kalian memaklumkan: Jika kalian bersyukur niscaya Kami akan menambah dan jika kalian mengkufuri sungguh azab-Ku sangat pedih.”
bahkan dalam surat Ar-Rahman dikatakan:  
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
sering mendengar sabdaNya, tapi masih sulit mengimplementasikan. 
Kejahilan dan kelalaianlah yang menyebabkan kita tak bersyukur nikmat, kata Ibnu Qudamah Rahimahullah. Itulah masalah besarnya, kita masih jahil dan lalai. Dalam keadaan tak bersyukur seperti itulah kemudian jiwa menjadi rapuh dan semakin rapuh. Lalu bagaimana kita bisa lebih tentram dengan bersyukur?  

Ibnul Qayyim rahimahullahu menjelaskan: “Syukur itu bisa dilakukan oleh hati dgn tunduk dan kepasrahan oleh lisan dgn mengakui ni’mat tersebut dan oleh anggota badan dgn ketaatan dan penerimaan.” mungkin itulah memang kuncinya...
Mengakui setiap nikmat yang Allah berikan, yang kecil ataupun yang besar. Tidak terperdaya dengan apa yang dimiliki orang lain, lebih sering melihat orang lain yang tak seberuntung kita...

Semoga aku bisa menjadi manusia yang lebih bersyukur...
amin...

Sabtu, 23 Juli 2011 0 komentar

Perjalanan baru lagi

Bismillahirrahmaanirrahim...


Dari sinilah semua kan berawal, dan aku memang bertekad untuk kembali memulainya. Ternyata bukan hal mudah bangkit dari keterpurukan, bangun dari tidur panjang, dan mencoba meraih mimpi yang selama ini hanya ada dalam hati terdalam. Perlu waktu, perlu tekad besar, bahkan perlu mood yang baik. Setidaknya itulah yang terjadi pada diriku.

Beberapa tahun belakangan ini, aku memang berubah menjadi seseorang yang takut bermimpi, ragu untuk meraihnya, sulit mengungkapkan apa yang begitu diinginkan, bahkan kehilangan jati diri. Tiba-tiba saja aku menjadi seseorang yang merasa tak punya potensi apapun sehingga sulit menemukan keberhasilan, dan hanya sibuk dengan rutinitas yang begitu-begitu saja. Saat kembali merenungkan bagaimana semua itu bisa terjadi, aku hanya tersenyum simpul. 

Banyak hal pun terjadi, menuntutku berfikir keras. Aku harus mulai memetakan kembali hidup, bertanya sungguh-sungguh pada hati terdalam apa yang begitu aku inginkan. Kemudian aku harus merealisasikannya, jangan hanya tersimpan dalam lubuk hati. 
Dan ternyata menulislah jawabannya... itulah yang begitu kuinginkan. begitu sederhana nampaknya, tapi sebenarnya tidak sesederhana itu. Karena dalam satu kata itu, Aku masih menyimpan banyak mimpi lain yang ingin kuraih.

Dari sinilah semuanya kan berawal...
Diari  kehidupan ini akan membuatku terus belajar, belajar dan belajar... Belajar yang tidak hanya dari teks buku saja, tapi juga dari dimensi yang lebih luas. Diari kehidupan ini akan terus memberikanku semangat agar bisa memberikan yang terbaik untuk kehidupan. 

Semoga Allah memudahkan jalan-Nya, Amin...





 
;