Dua hari lalu, seorang teman mengingatkan akan tanggal 30 november, ulang tahunku. Aku tersenyum simpul, teringat tanggal 30 November itu Timnas Indonesia akan bertanding melawan LA Galaxi, dimana David Becham sekarang menjadi bagian dari tim itu. Semoga Bambang Pamungkas dan kawan-kawan mempunyai mental yang kuat dan bisa bermain optimal saat pertandingan itu.
Selain ingat pertandingan sepak bola, aku juga ingat 3 tahun lalu pernah menuliskan uneg-uneg tentang 30 november. Akupun membuka-buka hardisk lama dan jrenggg.... kutemukan ia disalah satu folder rahasia.
Waktu menunjukkan pukul 4.10 pagi saat tiba-tiba ponselku bergetar beberapa kali, Ibu mengingatkan hari ini aku sudah semakin tua...
Pagi-pagi sekali aku sudah menerima sms tak biasanya dari sahabat-sahabat dan teman lama. Aku tersenyum sendiri membacanya… ternyata mereka masih mengingatnya. Aku merasa beruntung karena mereka masih mengingatku :)
Happy Birthday To Me... Happy Birthday To Me…
Semoga aku menjadi lebih baik… amin…
Apa arti hari lahir untukmu?
Bagiku hari lahir memiliki arti yang begitu mendalam dan menjadi hari istimewa, karena pada hari tersebut untuk pertama kalinya aku terdengar menangis. Saat itu pula aku ditimang para manusia luar biasa, bisa merasakan betapa segarnya air susu ibu, betapa lembut dan hangatnya pelukan orang tua. Dari hari itu pula aku bisa tahu sudah berapa lama berada di dunia fana ini. Tentunya masih banyak lagi hal lain yang menjadikan hari lahir menjadi istimewa.
Namun bagaimanapun, bagiku tak ada perayaan istimewa untuk memperingatinya. Dalam keluargaku tak pernah ada yang namanya pesta dan kue ulang tahun, karena dalam islam tidak mengenal perayaan ulang tahun, yang ada adalah ”Semakin hari dan setiap waktu, jatah waktu kita di dunia semakin berkurang sehingga semakin hari harus semakin baik”. Today is better than yesterday, but tomorrow will be the best. Jadi meski hari itu adalah hari istimewa, tapi tetap saja tak akan ada perayaan spesial apalagi hura-hura tak jelas.
Meski tak ada perayaan istimewa, selalu ada saja hal yang membuat hari itu menjadi istimewa. Ada beberapa momen juga yang tak terlupakan di tanggal 30 november tahun-tahun sebelumnya.
Beberapa kali di tanggal 30 November pada masa-masa SD, secara kebetulan aku terkena tifus. Paling sebentar 1 bulan aku harus belajar dirumah tanpa pergi kemana-mana. Biasanya di awal sakit itu, ayah akan menggendongku pergi ke dokter spesialis Anak, aku ingat namanya dr. Hidayat. Karena sering sakit itulah aku jadi sering bertemu dengan pak dokter saat masih SD.
Pernah di masa SMP pada tanggal 30 November, saat pulang sekolah tubuhku dipenuhi adonan kue bolu dari telur, tepung hingga air selokan. Saat itu memang masa-masa aneh, dimana kami berfikir hal semacam itu merupakan salah satu kado ulang tahun teman-teman, tanda kepedulian dan sayang mereka. Padahal sebenarnya jelas hal itu jauh dari tuntunan islam.
30 November tahun 2001, seorang bayi perempuan lahir. Ia menjadi adik perempuanku yang kedua, menjadi anak ke tujuh dalam keluarga kami. Jadilah ia kado ulang tahun yang paling membahagiakan untukku saat itu, sampai-sampai aku juga yang memberikannya nama fannisa muslimah.
Saat ingin meluapkan curahan hati di tanggal 30 November 2003, aku menulis sesuatu di salah satu halaman kosong buku favoritku:
”Dear...!
Happy Birthday to me.
Ada semilyar kenangan setelah aku jalani tahun ke-17 ku.
Ada setitik resah di benakku.
November ini kelabu!
Biasanya aku sempoyongan, akhirnya tertidur tanpa merasa lelap dalam waktu.
November kini merenggut hakku.
Tapi hadirkan bahagia yang teramat sangat
Hingga aku tahu,
Bagaimana cara menyambutnya dengan indah”.
Happy Birthday To Me.
30 November 2005, di halaman kertas yang sama, aku sambung curahan hati tahun sebelumnya dengan lebih optimis dan ungkapkan keinginan lain:
Dear...
Happy Birthday To Me.
Masih ada semilyar kenangan tertata rapi dalam pandanganku.
November ini tak sekelabu dulu.
Tahun Ke-19, aku akan tersenyum menapaki perjalananku.
Meski pedih atau bahagia.
November ini...
Aku mengharapkan Pangeran dari Tuhan menemukanku,
Mengulurkan tangannya tanda setia hingga ke syurga.
Suatu pagi tepat di usia ke-20 saat baru saja bangun dari tidur, seorang laki-laki tampan berbisik ”Selamat Ulang tahun, Cinta!” menciumiku mesra...
Ialah suamiku, yang pada tanggal 8 Juli 2007 melafalkan janji setianya untuk menjadi suamiku. Rupanya Allah kabulkan pintaku tahun lalu.
Di usia 22 tahun ini, Allah menitipkan janin berusia 2 bulan dalam rahimku. Semoga aku bisa optimal menjaganya, semoga Allah menjaga kami dan memudahkan segala urusannya… Akhirnya aku akan menjadi seorang ibu. Alhamdulillah.
Akan ada kisah-kisah indah lain di 30 November tahun-tahun berikutnya…
Semoga Allah masih memberikanku kesempatan… Amin…


0 komentar:
Posting Komentar