Kamis, 10 November 2011

Menulis dan menulis


Menulislah hari ini…
luangkan waktu setiap hari, walau hanya satu dua kalimat yang kau tulis.
Libur adalah hal yang berbahaya

 Ya, beberapa kalimat itulah yang masih kuingat dari buku yang tadi ku baca di bis saat perjalanan menuju kampus. Intinya... jika ingin menjadi penulis, ya tidak ada kata yang lain kecuali menulis menulis dan menulis... menulislah hari ini juga...
Pertanyaannya...
”masihkah aku ingin menjadi seorang penulis?”
”kenapa aku ingin menjadi seorang penulis?”
”seberapa besar keinginan itu?”
”yakinkah aku dengan apa yang aku inginkan?”
”mampuhkah aku menuliskan sesuatu yang bermanfaat?”
masih banyak lagi tanya yang hadir dalam benak ^_’
Setidaknya, aku tahu jawaban untuk pertanyaan pertama...
”ya...” ^_^
mungkin karena itulah aku kembali memotivasi diriku, membaca buku, dan tentunya... menuliskan sesuatu.
Menjadi seorang penulis memang tlah lama ku impikan, awalnya karena aku merasa penulis adalah profesi yang cocok bagi wanita yang ingin berkarir namun tetap berada dirumah dengan suami dan anak-anak, tetap menyiapkan sarapan untuk mereka, menata rumah setiap waktu, memasak dan tentunya tetap bersosialisasi dengan tetangga...
Lalu...
Tidak hanya itu, penulis juga tetap bisa bersosialisasi dengan banyak orang, masih bisa bertemu dengan banyak orang di seminar-seminar, workshop dan tentunya masih bisa berbagi ilmu dengan banyak orang.
Menjadi seorang penulis akan membuat kita lebih sering membaca, terus mencari ilmu, senantiasa haus akan informasi, menggali potensi yang Allah anugerahkan pada kita.
Kita tidak akan stagnan... fikiran kita akan terus berkembang sehingga kita bisa lebih cerdas.
Dan entah kenapa hari ini hasrat itu kembali datang...
Hari ini, aku memang kembali termotivasi untuk dapat berkarya
Berawal dari duduk di samping seorang ustadzah lulusan ummul qura Makkah sebagai seorang mc, aku merasa kembali hidup.
Hatiku berkata hal ini... karena aku kembali berbicara didepan forum non akademik setelah beberapa bulan vakum, tidak lagi memimpin rapat, diskusi anak2 ataupun menjadi seorang mc.  Ya, aku merasa kembali hidup...
Rasa itu masih ku abaikan...
Lalu pada jam berikutnya selama pelajaran AIK berlangsung, aku bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering tak terduga...
Hingga aku berfikir... ”sesungguhnya Allah memberikanku potensi yang tidak diberikan pada orang lain, namun mengapa aku tidak menggali dan tak memanfaatkannya?”
Selama ini aku hanya merasa menjadi seseorang yang begitu lemah dan tak punya kekuatan hingga aku lebih senang berdiam diri, bermalas-malasan???
Jika oranglain dapat menyadari dan menggali potensi mereka, kenapa aku tidak???
Semua ini bukan karena aku lebih baik dari orang lain tapi karena aku merasa tidak mensyukuri nikmat dari Allah.
Ya...
Aku yakin ”allah memberikanku potensi yang begitu besar, dan aku harus menggalinya. Aku harus dapat memanfaatkannya, aku harus bisa membangkitkan energi untuk dapat melejitkan potensi itu”
Karena itu adalah bentuk syukur kita pada Allah.
Ada satu hal yang sebenarnya akhir2 ini sering ku ingat
”keluarlah dari posisi nyamanmu”
aku memaknainya dengan ”jangan terlena dalam kemalasan” lakukan sesuatu, berkaryalah, buatlah sejarah hebat...

Ah, mungkin tulisan ini acak2an, alurnya tak jelas dan begitu kacau
Tapi aku tidak akan memikirkan itu dulu, hanya akan menuliskan sesuatu yang ingin ku tuliskan

Lagi-lagi, curhatan yang dulu kutulis menggelitikku... :)
aku tak kan merubah alurnya yang acak-acakkan sekarang,
karena aku lebih ingin menuliskan apa yang kurasa hari ini, tentunya dg lebih baik.


0 komentar:

 
;