Sabtu, 18 Mei 2013 0 komentar

BAHAGIA DENGAN HUMOR BERMANFAAT

Ternyata melahap habis buku seri cerdas emosi karya kak seto membuatku ketagihan melahap buku perpustakaan yang lainnya. Seperti sebelumnya telah kukatakan, aku memang berniat ingin memanfaatkan perpusda sebaik-baiknya, terutama dalam hal pinjam-meminjam buku (karena memang untuk sekarang ini tak semua buku bagus bisa kubeli). Hehehe… 
Buku kedua yang kupinjam adalah buku karya Mustamir, “Kaya tapi miskin, Cara Lucu Menjaga Kesehatan, Melembutkan Emosi, Menajamkan Pikiran, dan Menjernihkan Ruhani”. Pertama melihat daftar pustaka sih gak terlalu wah, karena memang penampilannya biasa-biasa saja, hanya judul-judul pendek yang tak bisa kutebak maksud isinya. Tapi, ada yang menarik di beberapa halaman pertama, penulis mengharuskan pembaca tertawa meskipun itu hanya untuk menertawakan dirinya yang tak tertawa saat membaca cerita lucu yang ada dibuku itu. Hahahhaah… Ajakannya itu sungguh membuatku penasaran, memangnya selucu apa kisah yang ia tuliskan?
Halaman demi halaman pun kulahap, bab pertama lebih banyak menyuguhkan berbagai hasil penelitian dan informasi mengenai manfaat tertawa. Karena aku termasuk orang yang suka membaca hasil riset, makin asyiklah aku melahap buku itu. Salah satu hasil riset yang dipaparkan penulis adalah hasil riset Dr. Lee S. Berg dari Universitas Loma Linda, Amerika Serikat, yang mengatakan bahwa ternyata tertawa membantu meningkatkan jumlah sel-sel pembunuh alami (sel NK), dan juga dapat menaikkan jumlah antibodi (terutama immunoglobulin A) dalam lendir di hidung dan disaluran pernapasan yang dipercaya mempunyai kekuatan melawan virus, bakteri, dan mikroorganisme lain. Tertawa dapat mengurangi frekuensi terserang pilek, sakit tenggorokan, dan sesak nafas. Dampak tertawa terhadap sistem kekebalan dianggap sangat besar dalam hubungan dengan penyakit-penyakit mematikan seperti AIDS dan kanker. Begitu tulisnya di bab pertama bukunya.
Secara garis besar, buku ini memang mengajak pembaca untuk menjadi orang humoris. Mengapa demikian? Karena ternyata orang humoris mampu menguatkan dirinya dengan berusaha menempatkan masalah hidupnya diruang kedamaian, sehingga tidak mengganggu kesehatan, kecerdasan, dan kebijakannya, seperti yang telah penulis sampaikan dalam buku tersebut. Hanya saja, penulis tetap menekankan perbedaan antara humor dengan lelucon, karena humor menimbulkan ketentraman jiwa, sedangkan lelucon seringkali menimbulkan sakit hati dan permusuhan karena objeknya adalah orang/kelompok lain bukan dirinya sendiri. Penulis dengan yakin menjelaskan bahwa humor bisa menyehatkan badan, mengelola emosi, menjernihkan ruhani, dan juga melatih otak. Dengan begitu, kesehatan menjadi baik, IQ, EQ dan SQ pun bisa meningkat sehingga orang akan bahagia. Ahhh, makin penasaran dengan cerita-cerita yang disuguhkan. Memangnya betul bisa membuat IQ, SQ dan EQ meningkat?
Setelah membaca halaman demi halaman bab selanjutnya, barulah aku ngangguk-ngangguk “setuju” dengan apa pendapat penulis. Cerita yang disuguhkan memang lucu dan menarik, membuat aku si pembaca senyum-senyum bahkan ngekek-ngekek sendiri. Yang menjadikannya lebih menarik adalah penjelasan dan wejangan penulis mengenai banyak hal dari pendidikan, sampai kebiasaan gaya hidup di setiap cerita usai dituliskan. Dan itu semua membuatku merasa lebih bahagia, padahal sebelumnya hati agak kacau dan galau. Jadi rupanya pas sekali membaca buku ini. Membaca buku ini sedikit banyak mengurangi rasa marah dan kecewa, tidak mengedepankan emosi, berfikir lebih jernih, banyak introspeksi diri, memberikan banyak masukan positif. Saat membaca beberapa cerita, terkadang keningku juga sedikit berkerut memikirkan maksud cerita si penulis. Karena itulah mengapa kini aku setuju mengapa buku humor ini dapat mengasah dan melejitkan potensi multiple-intellegences dari IQ, EQ, dan SQ, seperti apa yang dituliskan di cover belakang buku tersebut.
Beberapa cerita sangat menarik perhatianku, salah satunya cerita ke 15 tentang kebiasaan yang dapat membentuk pribadi seseorang. Dikatakan sang penulis bahwa pembiasaan adalah salah satu cara untuk mendidik diri kita dan generasi penerus kita. Wejangannya mengingatkanku akan sebuah pesan yang sengaja di tempel di gedung rektorat tempatku kuliah dulu “Biasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa!” Begitu kira-kira pesannya.
Dan yang paling memberikan kesan mendalam, adalah paparan penulis di halaman 96 buku itu, dikatakan bahwa “tidak semua hal dapat dikomunikasikan dengan tulisan. Suara tangis dan tawa tak pernah digambarkan secara tepat oleh tulisan sebagus apapun. Suara hanya dapat didengarkan. Rasa manis, pahit, asam/ asin, tak pernah dapat digambarkan oleh tulisan sehebat apapun. Rasa hanya dapat dirasakan. Apalagi rasa rindu, benci dan cinta. Rasa itu hanya dapat difahami oleh hati.” Uhhhh…. Dalem banget kata-katanya. Bagiku sendiri itu juga merupakan sindiran yang membuatku sadar bahwa gaya komunikasiku selama ini belum begitu baik, masih banyak yang harus kuperbaiki.
Mau tahu cerita lucunya lebih lengkap dan membaca wejangannya lebih lanjut? Silahkan anda baca sendiri buku 226 halaman ini, penerbitnya Diva Press. J betul-betul menarik dan membuat lebih FRESH.
Namun, setelah membaca buku itu masih saja ada yang membuatku penasaran. Dari mana penulis mendapatkan cerita-cerita itu? beberapa cerita memang sudah pernah kudengar, tapi yang lainnya… cerita fiksi atau hanya rekaan? aku masih tak tahu! Sepertinya harus kutanyakan langsung ke pak mustamir biar gak mati penasaran. Hehehehhe 
0 komentar

Belajar Memahami dan Mengelola Emosi Anak Bersama Kak Seto



Buku seri cerdas emosi berjudul “Membantu anak balita mengelola ketakutan” ini menjadi buku pertama yang kupinjam dari Perpusda Salatiga. Selain karena materinya cocok untukku yang mempunyai anak balita, buku ini juga menjadi lebih menarik karena narasumber buku ini adalah kak seto. Siapa tak kenal kak seto di negeri ini. Psikolog anak yang mempunyai nama lengkap Seto Mulyadi ini memang sudah tak diragukan lagi pengalamannya dengan dunia anak-anak. Karena itulah aku selalu tertarik untuk mengetahui pandangannya tentang pendidikan, pola asuh, dan segala hal tentang anak-anak darinya. Dan menemukan buku ini adalah keberuntungan tersendiri untukku.

Kita selaku orangtua, terutama seorang ibu yang selalu berinteraksi dengan anak memang wajib memiliki pengetahuan mengenai cara-cara mengasuh dengan pola asuh yang benar, mendidik, dan memahami anak dengan sebaik-baiknya. Salah satu hal penting yang harus difahami adalah cara mengelola emosi anak, terutama anak balita yang pada umumnya mempunyai sifat egosentis, dimana anak masih sangat berpusat pada diri sendiri, mau menang sendiri, memikirkan apapun dari sudut pandangnya sendiri. Bila ibu dan ayah tidak memahami dan tidak dapat mengarahkan kecenderungan ini, maka akan berdampak pada pribadi anak dimasa selanjutnya. 

Emosi anak memang seharusnya dikelola secara positif dan penting untuk dilatih sejak dini, dengan begitu anak-anak dapat tumbuh lebih baik dan memiliki kepribadian yang menyenangkan. Dengan pola pengasuhan yang dapat mencerdaskan emosi, anak-anak kita akan menjadi pribadi yang positif, berani, santun, terbuka, mudah beradaptasi, mandiri dan menyenangkan. Begitulah kira-kira yang kufaham lebih lanjut dari pemaparan kak seto dalam buku ini.

Beberapa poin penting yang juga kupelajari dari buku ini dan seoptimal mungkin selalu ingin bisa kulakukan, diantaranya adalah:
Pertama, kita selalu orangtua harus bisa menjadi pendengar yang baik, memahami kondisi anak, terutama yang masih balita. Sebisa mungkin harus bisa membantu anak untuk mengungkapkan perasaannya, karena “tidak ada perasaan yang salah” seperti yang dituliskan diawal bab buku ini. Mengekspresikan perasaan bukanlah hal yang salah, terutama mengungkapkan secara terbuka pada orangtua begitulah intinya. Sejauh ini, aku sendiri memang terbiasa menuntun ‘ayyasy untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan. Misalnya saja saat tiba-tiba dia menangis sejadi-jadinya, mengamuk dan tak bisa mengungkapkan apa yang ingin ia katakan, bahkan sepertinya ia tak tahu apa yang ia rasakan, aku biasa membicarakannya pelan-pelan padanya. “adek sedih karena…. ,iya?” atau  “adek marah ya karena umi begini …. atau abi begini… “ jadi memang sebisa mungkin memberitahunya bahwa yang ia rasakan itu sedih, marh, kecewa, ataupun bahagia. Tentunya dengan melihat sebab-sebabnya terlebih dahulu. Yah, sikap dan caraku memang belum sebaik yang seharusnya, tapi setidaknya semakin hari aku semakin banyak belajar dan memperbaikinya. Aku ingin ‘ayyasy tahu dan merasa bahwa aku bisa memahaminya dan bisa menjadi orang yang ia percaya.

Kedua, kita sebagai orangtua sudah sepatutnya menjadi contoh yang baik, karena katanya bagi mereka kita dijadikan pahlawan dan idola mereka. Menurut beberapa referensi yang pernah saya baca, anak-anak terutama balita memang sangat mudah meniru. Jadi harus sebisa mungkin menjadi uswatunhasanah bagi mereka.

Ketiga, karena buku ini juga banyak menyuguhkan serba-serbi tentang ketakutan, dari sebab sampai tips dan trik mengatasinya, maka hal ini membuatku lebih banyak mengintrospeksi diri, karena ternyata setelah membaca poin demi poin tentang cara mengelola emosi anak, masih banyak kesalahan yang kulakukan saat mengasuh dan mendidik ayyasy.
Jadi, mau lebih banyak memahami tentang hal ini? Karena bukunya menarik dan asyik untuk dijadikan sumber pengetahuan, maka Lahaplah buku ini senikmat mungkin, mari sama-sama berusaha mengasuh dan mendidik anak-anak kita lebih baik lagi.  

Selamat membaca!
0 komentar

MEMBACA LAGI dan LAGI



Salah satu program rutin Homeschooling ‘Ayyasy, anakku yang sebentar lagi menginjak umur 4 tahun adalah mengunjungi perpustakaan daerah yang ada di kota kecilku, Salatiga. Perpusda Salatiga kini memang lebih menarik dibandingkan dulu. Selain karena lokasinya yang lebih dekat dari tempat tinggal kami, bangunannya yang baru pun lebih menarik karena lebih nyaman untuk dijadikan tempat membaca dan belajar. Yang paling menarik lagi adalah karena koleksi bukunya lebih beragam dan bagus. Sampai-sampai ‘ayyasy pun antusias untuk datang dan membaca di perpusda. Alhamdulillah! Senang sekali membersamai ‘ayyasy yang antusias memilih buku mana yang ingin ia baca(walau masih harus dibacakan karena belum bisa membaca), membacakan cerita yang ingin ia dengar walau masih tak bisa bertahan lama, karena memang ia anak yang aktif, lebih senang jalan kesana-kemari. Mudah-mudahan ia akan selalu tertarik dan semangat membaca buku yang bermanfaat. Amin.
Mengunjungi perpustakaan memang akan kujadikan rutinitas yang menyenangkan, selain untuk membiasakan ‘ayyasy senang membaca (karena koleksi buku untuk anak-anaknya bagus dan menarik), aku juga berencana untuk memanfaatkan sebaik mungkin keberadaan perpusda untuk kebahagiaanku sendiri. Hehehe! Ingin lebih banyak buku yang kubaca setiap tahunnya. Sudah lama aku ingin membaca banyak buku bagus, tapi memang tidak semua buku bagus bisa kubeli, jadilah aku ingin memanfaatkannya perpus sebaik mungkin. Karena salah satu kebijakan perpusda ini memperbolehkan anggota meminjam bukunya maksimal 2 buku untuk 3 hari, maka 1 buku untukku, dan 1 buku untuk ‘ayyasy. Jadi kalau begitu, kami akan mengunjungi perpustakaan 3 hari sekali, mudah2an tidak bosan, malah tambah semangat baca sampai buku perpus kulahap habis semua! :D
Aku memang harus-betul-betul bersyukur karena saat ini beda dengan saat sekolah dulu. Aku lebih bebas, bisa membaca buku bagus semaunya, karena masa Kini tak harus banyak membaca buku pelajaran dan buku PR. Aku bisa memilih buku apa yang kusuka dan ingin kubaca. Jadi, buku apa yang betul-betul ingin kubaca?
BUKU YANG MAMPU MENGUBAHKU MENJADI LEBIH BAIK! 
Minggu, 24 Februari 2013 0 komentar

Daftar Keinginanku

Ini dia beberapa hal yang kuinginkan…
  1. Bisa menjadi istri sholihah, karena istri sholihah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia dan kelak syurga baginya
  2. Bisa menjadi ibu cerdas bagi anak-anak, karena ia adalah madrasah pertama bagi anak dan pendidik utama yang kelak akan melahirkan generasi sholih sholihah terbaik
  3. Bisa menjadi putri sholihah bagi orang tua, karena ia adalah penghibur hati di dunia, qurrata a’yun dan kelak dapat memudahkan orang tua masuk syurga
  4. Bisa menghafal, memahami, dan mengajarkan Al-Qur’an. Bukan hanya menghafalnya saja. Karena banyak kemanfaatan dan keutamaan bagi penghafal alqur’an terutama bila dapat mengamalkan dan mengajarkannya.
  5. Bisa menghafal banyak hadist, dengan begitu perjalanan hidup lebih terarah karena mengikuti petunjuk Rasulullah SAW.
  6. Bisa menulis banyak buku yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat,karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya
  7. Bisa menguasai bahasa inggris dengan fasih, dengan begitu mencari ilmu In Sya Allah bisa lebih mudah dan bisa berkomunikasi  lebih baik dengan banyak orang dari negara lain.
  8. Bisa menguasai bahasa arab, karena bahasa arab adalah bahasa Alqur’an. Dengan mempelajarinya, akan lebih mudah juga memahami alqur’an dan hadist
  9. Bisa kuliah di IOU sampai selesai, setidaknya ikut program diplomanya dulu. Dengan begitu aku bisa mendapatkan lebih banyak ilmu
  10. Bisa pergi haji, mengunjungi ka’bah, masjidil haram, masjid nabawi, menunaikan rukun islam yang ke 6. Ingin sekali bisa berdo’a langsung disana.
  11. Bisa pergi ke luar negeri, mengunjungi eropa, australia atau jepang.
  12. Bisa menjadi penulis untuk beberapa media massa, menyampaikan banyak hal yang bermanfaat dengan menajamkan pena
  13. Bisa mempunyai perpustakaan dengan seribu buku bahkan lebih dan bisa membacanya, karena buku adalah jembatan ilmu, dan jendela dunia
  14. Selalu mempunyai koneksi internet karena banyak hal bermanfaat di dalamnya
  15. Bisa menjadi entrepreneur women seperti khadijah
  16. Bisa menyantuni orang-orang membutuhkan, fakir miskin, anak yatim, berjihad dengan harta.
  17. Bisa menjahit pakaian sendiri, anak-anak, juga suami dan lebih kreatif merancang busana
  18. Bisa memiliki kamera photo professional untuk mengabadikan momen dan tempat dengan penuh makna, karena kita tak bisa kembali ke masa lalu. Namun foto akan dapat mengembalikan banyak memori masa lalu
  19. Bisa mempunyai anak-anak penghafal alqur’an yang cerdas dan bermanfaat bagi umat
  20. Bisa berbicara dengan baik di hadapan publik
  21. Bisa memiliki rumah impian. Rumah yang tidak terlalu kecil, tidak terlalu besar, namun tetap bersih, tertata, penuh kenyamanan dan ketenangan bagi penghuninya. Didalamnya anggota keluarga menuntut ilmu, membaca alqur’an, hadist, penuh keceriaan dan kelapangan hati
  22. Mendapatkan rumah di syurga, menjadi bidadari syurga yang mendampingi suami tercinta, berkumpul dengan sanak keluarga dengan bahagia
  23. Bisa punya blog dengan tulisan-tulisan bermanfaat dan syarat ilmu
  24. Bisa masak!
  25. Bisa punya teleskop untuk mengamati ruang angkasa! Asyik banget tu kayaknya, aku suka banget mengamati ruang angkasa.
  26. Bisa berkunjung ke boscha atau observatorium lainnya, mau banget liat ruang angkasa, kekuasaan Allah yang satu ini secara langsung.
  27. Aku mau ngerasain naik jet coaster... :)

Akan ada keinginan-keinginan lainnya lagi untuk diwujudkan satu persatu, semoga Allah memudahkan, mengabulkan, merahmati dan memberkahinya.
Amin…
0 komentar

curhat jam 1 malam

SERINGNYA apa-apa yang kita KHAWATIRKAN SAAT INI TIDAK TERJADI DI MASA DEPAN.
Lalu mengapa harus susah-susah merasa khawatir dan terlalu cemas?

*Lagi belajar biar gak jadi orang yang terlalu khawatiran :)
0 komentar

Another Story part 2

Untuk sahabat yang ingin menikah, snilahkan ini dibaca! Artikel ini disalin dari almanhaj.or.id

TATA CARA PERNIKAHAN DALAM ISLAM

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara pernikahan berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih sesuai dengan pemahaman para Salafush Shalih, di antaranya adalah:

1. Khitbah (Peminangan)
Seorang laki-laki muslim yang akan menikahi seorang muslimah, hendaklah ia meminang terlebih dahulu karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain. Dalam hal ini Islam melarang seorang laki-laki muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيْعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ، حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ.

“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya.” [1]

Disunnahkan melihat wajah wanita yang akan dipinang dan boleh melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahi wanita itu.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا إِلَى مَا يَدْعُوْهُ إِلَى نِكَاحِهَا، فَلْيَفْعَلْ

“Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang seorang wanita, jika ia bisa melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah!” [2]

Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallaahu ‘anhu pernah meminang seorang wanita, maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya:

أُنْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا

“Lihatlah wanita tersebut, sebab hal itu lebih patut untuk melanggengkan (cinta kasih) antara kalian berdua.” [3]

Imam at-Tirmidzi rahimahullaah berkata, “Sebagian ahli ilmu berpendapat dengan hadits ini bahwa menurut mereka tidak mengapa melihat wanita yang dipinang selagi tidak melihat apa yang diharamkan darinya.”

Tentang melihat wanita yang dipinang, telah terjadi ikhtilaf di kalangan para ulama, ikhtilafnya berkaitan tentang bagian mana saja yang boleh dilihat. Ada yang berpendapat boleh melihat selain muka dan kedua telapak tangan, yaitu melihat rambut, betis dan lainnya, berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya.” Akan tetapi yang disepakati oleh para ulama adalah melihat muka dan kedua tangannya. Wallaahu a’lam. [4]

Ketika Laki-Laki Shalih Datang Untuk Meminang
Apabila seorang laki-laki yang shalih dianjurkan untuk mencari wanita muslimah ideal -sebagaimana yang telah kami sebutkan- maka demikian pula dengan wali kaum wanita. Wali wanita pun berkewajiban mencari laki-laki shalih yang akan dinikahkan dengan anaknya. Dari Abu Hatim al-Muzani radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَانْكِحُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوْا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ.

“Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.’” [5]

Boleh juga seorang wali menawarkan puteri atau saudara perempuannya kepada orang-orang yang shalih.

Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Bahwasanya tatkala Hafshah binti ‘Umar ditinggal mati oleh suaminya yang bernama Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, ia adalah salah seorang Shahabat Nabi yang meninggal di Madinah. ‘Umar bin al-Khaththab berkata, ‘Aku mendatangi ‘Utsman bin ‘Affan untuk menawarkan Hafshah, maka ia berkata, ‘Akan aku pertimbangkan dahulu.’ Setelah beberapa hari kemudian ‘Utsman mendatangiku dan berkata, ‘Aku telah memutuskan untuk tidak menikah saat ini.’’ ‘Umar melanjutkan, ‘Kemudian aku menemui Abu Bakar ash-Shiddiq dan berkata, ‘Jika engkau mau, aku akan nikahkan Hafshah binti ‘Umar denganmu.’ Akan tetapi Abu Bakar diam dan tidak berkomentar apa pun. Saat itu aku lebih kecewa terhadap Abu Bakar daripada kepada ‘Utsman.

Maka berlalulah beberapa hari hingga Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam meminangnya. Maka, aku nikahkan puteriku dengan Rasulullah. Kemudian Abu Bakar menemuiku dan berkata, ‘Apakah engkau marah kepadaku tatkala engkau menawarkan Hafshah, akan tetapi aku tidak berkomentar apa pun?’ ‘Umar men-jawab, ‘Ya.’ Abu Bakar berkata, ‘Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang menghalangiku untuk menerima tawaranmu, kecuali aku mengetahui bahwa Rasulullah telah menyebut-nyebutnya (Hafshah). Aku tidak ingin menyebarkan rahasia Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Jika beliau meninggalkannya, niscaya aku akan menerima tawaranmu.’” [6]

Shalat Istikharah
Apabila seorang laki-laki telah nazhar (melihat) wanita yang dipinang serta wanita pun sudah melihat laki-laki yang meminangnya dan tekad telah bulat untuk menikah, maka hendaklah masing-masing dari keduanya untuk melakukan shalat istikharah dan berdo’a seusai shalat. Yaitu memohon kepada Allah agar memberi taufiq dan kecocokan, serta memohon kepada-Nya agar diberikan pilihan yang baik baginya. [7] Hal ini berdasarkan hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu sebagaimana mengajari surat Al-Qur'an.” Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua raka’at, kemudian membaca do’a:


اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ (وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ) خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ) فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: فِيْ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan ke-Mahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu yang Mahaagung, sungguh Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Engkaulah yang Maha Mengetahui yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya terhadap diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘..di dunia atau akhirat) takdirkan (tetapkan)lah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah atasnya. Akan tetapi, apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini membawa keburukan bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya kepada diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘...di dunia atau akhirat’) maka singkirkanlah persoalan tersebut, dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkan (tetapkan)lah kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berikanlah keridhaan-Mu kepadaku.’” [8]

Dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Tatkala masa ‘iddah Zainab binti Jahsy sudah selesai, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Zaid, ‘Sampaikanlah kepadanya bahwa aku akan meminangnya.’ Zaid berkata, ‘Lalu aku pergi mendatangi Zainab lalu aku berkata, ‘Wahai Zainab, bergembiralah karena Rasulullah mengutusku bahwa beliau akan meminangmu.’’ Zainab berkata, ‘Aku tidak akan melakukan sesuatu hingga aku meminta pilihan yang baik kepada Allah.’ Lalu Zainab pergi ke masjidnya. [9] Lalu turunlah ayat Al-Qur'an [10] dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam datang dan langsung masuk menemuinya.” [11]

Imam an-Nasa’i rahimahullaah memberikan bab terhadap hadits ini dengan judul Shalaatul Marhidza Khuthibat wastikhaaratuha Rabbaha (Seorang Wanita Shalat Istikharah ketika Dipinang).”

Fawaaid (Faedah-Faedah) Yang Berkaitan Dengan Istikharah:

1. Shalat Istikharah hukumnya sunnah.

2. Do’a Istikharah dapat dilakukan setelah shalat Tahiyyatul Masjid, shalat sunnah Rawatib, shalat Dhuha, atau shalat malam.

3. Shalat Istikharah dilakukan untuk meminta ditetapkannya pilihan kepada calon yang baik, bukan untuk memutuskan jadi atau tidaknya menikah. Karena, asal dari pernikahan adalah dianjurkan.

4. Hendaknya ikhlas dan ittiba’ dalam berdo’a Istikharah.

5. Tidak ada hadits yang shahih jika sudah shalat Istikharah akan ada mimpi, dan lainnya. [12]

[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa Bogor - Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa'dah 1427H/Desember 2006]


0 komentar

Don't worry, be happy

"Berbahagialah, sobat!"
ku katakan padanya sore itu dengan mantap, walau hanya melalui sambungan telfon. sahabatku yang satu ini memang tengah galau dan terluka, terdengar putus asa dan penuh kebencian karena memendam sakit yang teramat sangat. memang tak ada yang bisa kulakukan saat itu kecuali memberikan support padanya via telfon. 
kuyakinkan ia untuk memilih berbahagia daripada terpuruk penuh luka, menjadi tak berarti dan hanya menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu yang tak ada manfaatnya. 
yah, bagiku menjadi bahagia atau tidak itu adalah pilihan. menjadi orang yang berbahagia bukan berarti tidak merasakan perih, kecewa, terpuruk dan sakit. karena memang kesedihan itu sendiripun merupakan fitrah manusia. 

Menjadi bahagia berarti memilih untuk khusnudzan pada Allah atas setiap ketentuan yang ia tetapkan. senantiasa menyadari bahwa ujian akan selalu diberikan dalam bentuk apapun. meyakini bahwa akan ada hikmah yang lebih besar dibalik setiap cobaan yang datang, serta memilih untuk ikhlas menerima semua ketentuan itu dengan hati lapang. Kemudian memilih untuk melanjutkan hidup dengan penuh pengharapan pada Allah. menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih berkah.

Kenapa harus memilih untuk bahagia?
Karena manusia memang berhak merasakan kebhagiaan dan mempunyai kewajiban untuk berbahagia. Bukankah selain dengan tawa riang dan bersyukur padanya  kebahagiaan juga didapat karena kesabaran, tawakal dan ikhlas? 

Untuk bahagia memang kadang tidak mudah. karena biasanya kenyataan hidup tidak sesuai dengan keinginan dan harapan. Ingin A dapat B, Ingin B malah dapet C. yah begitulah. kenyataan hidup juga seringkali terlihat tak adil, musibah seringkali datang membuat hati terasa sempit. namun berkhusnudzanlah, bahwa Allah memang tengah menguji kita sebagai hambanya, tengah meninggikan derajat kita. Dengan senantiasa khusnudzan pada Nya, insyaallah kita akan selalu merasa bahagia.

Ingatlah apa yang pernah dikatakan Rasulullah mengenai hal ini: "sungguh menakjubkan perilaku orang mukmin, semua keadaan adalah baik baginya. Jika memperoleh kesenangan di abersyukur, dan yang demikian itu adalah baik baginya. Dan jika dia ditempa kesusahan, dia bersabar, dan yang demikian itu adalah baik baginya. perilaku seperti itu hanya ada pada diri seorang mukmin". (HR. Muslim dan Ahmad)

Semoga dengan menuliskan ini, khusnudzanku pada Allah senantiasa terjaga dan semakin bertambah keimananku dalam hati. amin!

Teruntuk sahabatku, marilah kita sama-sama berbahagia. orang sakit itu kalau mau sembuh jangan hanya terpaku pada rasa sakit dan penyakitnya, tapi fokus pada cara penyembuhannya. ingatkan kawan? semoga Allah selalu merahmati kita. amin...
 
;