Minggu, 26 Januari 2014 0 komentar

Dunia vs Akhirat

Aku tengah merenungkan perkataan Rasulullah SAW ini dengan sungguh-sungguh:

"Barangsiapa yang urusan akhirat adalah pusat perhatiannya, Allah letakkan kekayaannya dalam hatinya, urusannya menjadi bersatu, dan rezeki dunia akan menjadi lapang. Sedangkan orang yang pusat perhatiannya adalah urusan dunia, Allah letakkan kemiskinannya ada di pelupuk matanya, urusannya tercerai berai dan rezkinya menjadi sempit". 
[HR Tirmidzy dan lainnya]  

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


  "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"- Q.S. Al-Baqarah:201-




Jumat, 24 Januari 2014 0 komentar

Me-Time

Me-time... Tidak asing bukan dengan istilah yang satu ini? Kalo kita lihat thefreedictionary.com, me-time itu berarti "the time a person has to himself or herself, in which to do something for his or her own enjoyment", singkatnya si taking time for yourself.

Me-time itu, waktu untuk diri kita sendiri, melakukan apa yang sesungguhnya ingin kita lakukan. Me time juga menjadi waktu istirahat dari setiap rutinitas yang membuat kita bosen, penat dan lelah. Kalo kita banyak membaca tentang manfaat me-time, maka kita akan tahu kalau me-time itu sangat bermanfaat dan memang kita perlukan. Nah salah satu manfaatnya bisa kita baca dari situs kesehatan www.webmd.boots.com yang menuliskan bahwa
"Taking time of yourself has psychological and physical benefits. If you give yourself a break you'll feel refreshed and happier". Mudeng tho maksudnya?


Saya yang seorang "full time mommy" terbiasa dengan kegiatan rutin dirumah dapat merasakan betul manfaat me-time ini. Itulah mengapa saya sering nyuri-nyuri waktu buat sendirian, melakukan apa yang betul-betul saya sukai, dan biasanya itu bisa saya dapatkan kalo anak-anak dan suami sudah tertidur pulas. heheheh...

Saya yakin bahwa setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk menikmati me-time. Ada yang melakukan hobi, ada yang membaca, hangout, atau mungkin hanya berbaring saja. Yup, setiap orang punya cara sendiri menikmatinya.
Dan, apa yang kulakukan saat menikmati me-time? 
Seperti yang pernah saya tuliskan di blog ini sebelumnya, saya suka sekali "Duduk manis di depan laptop, berkelana di dunia maya, membaca banyak artikel dan buku, serasa rekreasi ke seluruh penjuru negeri, berjalan-jalan ke ruang angkasa yang entah dimana ujungnya. Selalu membuat penasaran hingga tak ingin berhenti membacanya... :)". Itu yang biasanya kulakukan. 

Menurut saya pribadi, selain melakukan hobi atau melakukan sesuatu yang kita sukai, me-time itu juga perlu kita isi dengan hal-hal bermanfaat yang bisa meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik, syukur-syukur bisa lebih mendekatkan diri kita pada Sang Pencipta, Allah SWT. 
Bagi muslim maupun muslimah, ada baiknya kalau kita menjadikan waktu sholat kita sebagai me-time. Saat sholat, saat berdo'a dan mengingat Allah kita bisa lebih dekat denganNya, bisa lebih tenang, juga tentram-In Sya Allah kalo sholatnya khusyu-(Aku tengah berusaha sebaik mungkin untuk  bisa menikmati waktu sholat ini sebagai me-time :)). Rasulullah SAW, suri tauladan kita pun mencontohkannya seperti dalam  hadits riwayat Ahmad, An Nasa’i dari Anas bin Malik ra, dimana Beliau mengatakan: “Dan Allah menjadikan qurratul ‘ain (sesuatu yang menyejukkan dan menyenangkan hati) bagiku pada (waktu aku melaksanakan) sholat.”
Dalam riwayat lain oleh Imam Ahmad dikatakan bahwa:”Jika Rasulullah menghadapi urusan yang pelik ia berkata : “Istirahatkan aku dengannya (shalat) wahai Bilal”.

Jadi, sudah tahu kan tentang me-time ini? 
semoga kita bisa menikmati me-time dengan hal-hal bermanfaat dan bisa membuat kualitas diri kita lebih baik terutama di hadapan Allah . Amiin...
Senin, 20 Januari 2014 0 komentar

Taare Zameen Par


"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar".
(Q.S At-Taghobun:15) 
Kali ini lagi  mau cerita tentang film apik yang bulan lalu baru saja kutonton. Judulnya Taare Zameen par hasil garapan Aamir Khan. Film ini bercerita tentang Ishaan Awasthi, seorang anak yang mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis atau yang biasa kita kenal dengan istilah disleksia.


Harus ku katakan aku suka banget Film ini. Selain karena akting para aktornya yang memukau, tema film ini juga sangat menarik, yaitu tentang pendidikan dan parenting yang bertajuk "Every child is special". Suatu hal yang begitu kupercayai, bahwa memang setiap anak itu unik. Mereka mempunyai kelebihan, potensi dan keistimewaan masing-masing. Bahkan hal itupun berlaku untuk setiap orang, bukan hanya bagi anak kecil saja. 

Aku percaya bahwa Allah memberikan setiap manusia itu potensi kebaikan, bakat serta keistimewaan masing-masing. Orang ini mungkin cepat dalam memahami bahasa, orang satunya mungkin genius dalam matematika, orang satunya lagi mungkin hebat banget kalau melukis. Bakat dan potensi yang mereka miliki perlu digali sejak kecil, kemudian dikembangkan seoptimal mungkin, karena itu merupakan salah satu bentuk syukur pada Allah.

Film ini banyak memberikan pelajaran berharga, menginspirasi, memberikan banyak masukan dalam mendidik anak. Menonton film ini juga  membuatku merenung, berfikir tentang 'Ayyasy, putraku yang kini masih balita dan mulai memasuki usia sekolah. Aku harus senantiasa bersyukur pada Allah karena telah dianugerahi putra yang sehat dengan fisik sempurna, dan cerdas. Karenanya, aku harus senantiasa membekali diri dengan ilmu agar bisa mendidiknya seoptimal mungkin sebagai bukti rasa syukurku pada Allah. Aku juga harus bersungguh-sungguh berdo'a semoga Allah senantiasa menuntunnya agar ia berjalan di jalan yang benar, menjadi laki-laki sholih, menjadi qurrata a'yun bagi kami orangtuanya. 

Yup, Ilmu merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki setiap orang tua dalam mendidik anak-anak. Kita para orangtua harus mempunyai bekal ilmu untuk dapat mendidik, menuntun, dan mengarahkan putra-puteri kita. Selain itu, perlu kasih sayang yang besar, ketekunan dan kesabaran yang luar biasa. 


Mendidik anak juga perlu kreativitas. Bagaimana caranya agar anak-anak bisa mengoptimalkan dan memanfaatkan potensi mereka sehingga bisa mencapai kesuksesan di dunia dan di akhirat. Untuk mencapai hal demikian itu, perlu cara yang baik bukan dengan cara yang membuat anak menjadi rendah diri, bukan dengan label yang negatif.


Orang tua harus senantiasa memberikan perhatian yang besar pada anak-anak. Kita para orang tua harus bisa memahami perasaan mereka, memberikan kepedulian sehingga anak-anak merasa nyaman, bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan fikirkan. Jika anak merasa aman, nyaman, merasa dimengerti maka emosi anak akan lebih baik dan mereka akan dengan lebih mudah menerima masukan, arahan, dan kritik.
 






"Kepedulian itu sebuah kekuatan, pengobat kesedihan, menentramkan hati" 
(Ram Shankar Nikumb)








Kita juga harus menghargai setiap prestasi yang telah anak raih, meski hanya dengan sebuah pujian. Karena hal itu dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, dengan begitu mereka akan lebih mudah mengembangkan potensi yang mereka miliki. Bila ada sesuatu yang salah, maka carilah permasalahan sebenarnya, apa yang menjadi akar masalahnya. Dengan mengetahui masalah yang sesungguhnya terjadi, maka In Sya Allah kita bisa mendapatkan solusi yang baik dengan mudah.

Perlu diingat, kekompakan antara Ayah dan Ibu juga berperan penting dalam kesuksesan proses pendidikan anak terutama saat mereka di rumah. Ayah dan Ibu harus saling membantu, berkomunikasi dengan baik dan tidak menyerahkan tanggungjawab pada salah satu diantara mereka berdua saja. Keduanya harus bisa bekerja sama dan menyatukan pandangan.

Dari film ini, aku juga jadi mengetahui lebih banyak tentang disleksia, dan ternyata banyak orang terkenal yang mengalami gangguan disleksia, diantaranya: einstein, Leonardo da Vinci, Thomas alva edison, dan banyak lagi... 

Film ini recommended banget deh pokoknya. 

Oya, aku tambahkan satu hal paling penting dalam mendidik anak yang tak ada dalam film ini, yaitu KEDEKATAN KITA PADA ALLAH. Mengapa hal ini dibutuhkan? karena bila hubungan kita dekat dengan Allah, maka In Sya Allah kita para orangtua akan diberikan jalan terbaik dalam mendidik anak-anak. Karena Ialah Dzat yang menciptakan kita, anak-anak kita, yang menguasai diri-diri dan hati kita. Dengan kedekatan kita pada Allah, maka In Sya Allah do'a akan lebih di dengarNya, kita akan diberikan petunjuk dan kekuatan dalam mendidik anak-anak kita. Wallahu'alam...

Aku tengah belajar mendidik anak dengan ikhlas dan sabar. 

Semoga Allah senantiasa menuntunku selalu, Amiin...


Senin, 13 Januari 2014 0 komentar

Belajar Bersabar!

 Akhir-akhir ini sering teringat kata-kata syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah tentang sabar. Beliau mengatakan bahwa sabar itu ada 3 bagian: yang Pertama, sabar dalam menjalankan ketaatan pada Allah, kemudian yang Kedua, sabar untuk tidak melakukan hal yang diharamkan Allah, dan yang Ketiga adalah sabar dalam menghadapi takdir yang dialaminya, berupa hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul diluar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain.

Aku tengah belajar bersabar! sabar memang bukanlah perkara mudah, perlu diikhtiarkan sebaik mungkin dan juga perlu pembiasaan. Terus mencari ilmu dan belajar bersabar.

Semoga Allah senantiasa menolongku untuk menjadi seorang yang sabar! 
Amiin...
 
;