Masa lalu yang sudah terlampau asing, masa kini yang masih sering kulihat, dan kenyataan yang senantiasa kurengkuh, berada dalam satu garis waktu di tempat yang sama di alam mimpi.... aneh!
Lama sekali tidak menulis, bercerita tentang banyak hal disini. Dua bulan terakhir ini, aku memang tak bisa duduk lama di depan laptop, tak bisa berselancar sesuka hati seperti biasanya. Mual muntah, pusing, tak bisa makan enak, tak kuat jalan jauh, dan lemas. Kali ini memang tak biasa.
Tapi selalu saja ada hal menarik dibaliknya, dan yang paling kusukai dan mengharukan adalah saat dimana 'Ayyasy berlari mengikutiku yang tengah lemas, menahan mual muntah ke kamar mandi lalu ia bicara "ayo mi, keluarkan saja semuanya, biar lendirnya habis. aku mau ko bantu umi" sambil dipijatnya pundak leherku dengan tangan kiri dan tangan kanannya bersiap mengambil air dengan gayung untuk membersihkan muntahku'.
so sweet banget...
Rupanay 'Ayyasy sudah faham kalau ia akan segera punya adik baru...
yup, aku tengah hamil 3 bulan. Kehamilan kali ini memang berbeda dari yang pertama. lebih banyak menguras tenaga dan kesabaran. semoga kelak ia jadi anak sholih/ sholihah, sehat, cerdas, bahagia dunia akhirat.
Dan saat kami tanya "Ayyasy mau dipanggil kakak atau mas?"
"Kakak aja!" jawabnya...
Tapi selalu saja ada hal menarik dibaliknya, dan yang paling kusukai dan mengharukan adalah saat dimana 'Ayyasy berlari mengikutiku yang tengah lemas, menahan mual muntah ke kamar mandi lalu ia bicara "ayo mi, keluarkan saja semuanya, biar lendirnya habis. aku mau ko bantu umi" sambil dipijatnya pundak leherku dengan tangan kiri dan tangan kanannya bersiap mengambil air dengan gayung untuk membersihkan muntahku'.
so sweet banget...
Rupanay 'Ayyasy sudah faham kalau ia akan segera punya adik baru...
yup, aku tengah hamil 3 bulan. Kehamilan kali ini memang berbeda dari yang pertama. lebih banyak menguras tenaga dan kesabaran. semoga kelak ia jadi anak sholih/ sholihah, sehat, cerdas, bahagia dunia akhirat.
Dan saat kami tanya "Ayyasy mau dipanggil kakak atau mas?"
"Kakak aja!" jawabnya...
Terbangun di malam buta yang begitu dingin dan tak bisa kembali tidur itu berarti banyak hal, paling utama bisa menjadi me-time yang hebat. Sebenarnya akhir-akhir ini aku betanya-tanya kenapa beberapa minggu ini udara terasa begitu dingin sepanjang hari (kayaknya mesti tanya BMKG nih!) :)
Lalu sebenarnya selain karena udara yang dingin, apa yang membuatku tak bisa tidur? buanyak. hehehe... hatiku memang tengah sedikit terluka akhir-akhir ini, karenanya aku tengah menyembuhkannya sedikit demi sedikit :).
Saat-saat seperti ini memang menjadi momen istimewa, selain karena bisa belajar lebih bijak menyikapi ujian, aku juga belajar untuk selalu berkhusnudzon pada Allah, belajar untuk selalu positif thinking menerima ketentuan yang telah Allah gariskan dan belajar untuk terus menggantungkan diri pada Allah semata. Aku dan suami juga bisa saling menguatkan diri, bersama-sama belajar dan berusaha untuk mendapatkan rahmatNya. Kami juga belajar untuk lebih menyadari akan kehidupan fana dunia dan bersama-sama saling menyemangati untuk seoptimal mungkin mempersiapkan bekal untuk kehidupan kekal di akhirat nanti. Banyak hal lain lagi yang menjadikan saat-saat seperti ini menjadi lebih hebat! yup, yakinlah bahwa setiap peristiwa itu mendatangkan hikmah berarti bila kita mau berkhusnudzon. Mungkin sedikit banyak menyisakan luka, tapi kita harus segera menyembuhkannya. Lalu bagaimana cara efektif menyembuhkannya?
Berdasarkan apa yang selalu kupelajari dan tentunya juga kupraktekkan, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:
Pertama, sadarilah bahwa kita tengah diuji Allah SWT. Karena itu perbanyak memohon ampunan dan rahmat dari Allah.
Kedua, tanamkan keyakinan dalam hati bahwa Allah punya skenario lebih indah untuk kita. Apa yang kita anggap baik belum tentu baik menurut allah, begitupun sebaliknya. lagi-lagi aku ingin mengutip firmanNya yang kusukai dalam Q.S. Al-Baqoroh: 216 "Perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.”
Ketiga, teruslah mendekat pada Allah, perbanyak dzikir dan sholat terutama di sepertiga malam. Mintalah kebaikan di dunia dan akhirat padaNya. Perbanyak membaca Alqur'an. Dengan demikian InsyaAllah hati menjadi lebih tenang, kita bisa lebih bijak, lebih khusnudzon pada Nya dan tentunya bisa lebih mencintai Nya. Ingatlah kawan Abi Hurairah r.a. bahwa Rasullullah SAW bersabda : ”Allah SWT berfirman : ”Aku dengan persangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia berzdikir kepada-Ku, dan Allah SWT lebih senang dengan taubat seorang manusia dari pada seorang kalian menemukan kembali perbekalanya di pada tandus. Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu lengan, dan barang siapa mendekat kepada-Ku satu lengan maka Aku akan mendekat kepadanya dua lengan, dan jika ia menghapd kepada-Ku dengan berjalan maka Aku menemuinya dengan berlari”. (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim).
Keempat, gantungkan diri hanya pada Allah, Penguasa alam semesta. Tanamkan keyakinan bahwa kuasa Allah meliputi segala sesuatu.
Kelima, Yakinlah pasti ada hikmah dari setiap hal yang terjadi pada diri kita. Suatu saat nanti cepat atau lambat kita akan mengetahuinya InsyaAllah.
Keenam, Temukan seorang sahabat yang bisa kita jadikan tempat berbagi cerita. sahabat yang bisa dipercaya, yang bisa mendengarkan dengan baik apa yang kita rasakan. Bila perlu, seorang sahabat yang bisa memberikan motivasi dan masukan positif bagi kita. Bagi yang sudah punya pasangan hidup (yang halal loh ya!) jadikan ia sahabat terbaik kita.
Ketujuh, Menulislah! tuangkan apa yang kita rasa dan fikirkan, karena menulis bisa menyembuhkan, menjadi terapi efektif untuk menghilangkan gundah, galau, sedih, dan rasa terluka bahkan rasa bahagia. tak perduli tulisan seperti apa, yang penting menulis saja lah! syukur-syukur kalo tulisannya bagus dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Paling tidak tulislah di diari pribadi. Menurut salah satu artikel yang kubaca, "Keeping a secret diary and writing everything senseless that comes to mind is like scooping out all the bad stuff from mind".
Kedelapan, menjadi tempat berbagi bagi orang lain. mendengarkan apa yang orang lain rasakan juga bisa menyembuhkan diri sendiri, kita bisa tahu bahwa sebenarnya bukan hanya kita saja yang tengah diuji tapi juga orang lain.
Kesembilan, teruslah mensyukuri nikmat Allah walau dalam keadaan sempit, dan tingkatkan juga kesabaran.
Kesepuluh, jangan lupa untuk tersenyum. "senyuman bisa meredakan luka dan sedih, meningkatkan kekebalan tubuh, memperbaiki mood, dan tentunya Ibadah".
Kesebelas, Jangan lupa terus mencari ilmu terutama ilmu agama, banyak mendengarkan kajian islam, itu sangat membantu kita dalam menjaga keistiqomahan di jalanNya.
Yup, itulah beberapa hal yang biasa kulakukan, sebetulnya masih ada banyak hal yang belum kutuangkan disini, InsyaAllah suatu hari akan kuselesaikan. semoga bermanfaat dan semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan hidayahNya pada kita semua.
*Menuliskan ini tentunya juga dalam rangka mengingatkan diri dan menyembuhkan luka hatiku. hehehe :)
Lalu sebenarnya selain karena udara yang dingin, apa yang membuatku tak bisa tidur? buanyak. hehehe... hatiku memang tengah sedikit terluka akhir-akhir ini, karenanya aku tengah menyembuhkannya sedikit demi sedikit :).
Saat-saat seperti ini memang menjadi momen istimewa, selain karena bisa belajar lebih bijak menyikapi ujian, aku juga belajar untuk selalu berkhusnudzon pada Allah, belajar untuk selalu positif thinking menerima ketentuan yang telah Allah gariskan dan belajar untuk terus menggantungkan diri pada Allah semata. Aku dan suami juga bisa saling menguatkan diri, bersama-sama belajar dan berusaha untuk mendapatkan rahmatNya. Kami juga belajar untuk lebih menyadari akan kehidupan fana dunia dan bersama-sama saling menyemangati untuk seoptimal mungkin mempersiapkan bekal untuk kehidupan kekal di akhirat nanti. Banyak hal lain lagi yang menjadikan saat-saat seperti ini menjadi lebih hebat! yup, yakinlah bahwa setiap peristiwa itu mendatangkan hikmah berarti bila kita mau berkhusnudzon. Mungkin sedikit banyak menyisakan luka, tapi kita harus segera menyembuhkannya. Lalu bagaimana cara efektif menyembuhkannya?
Berdasarkan apa yang selalu kupelajari dan tentunya juga kupraktekkan, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:
Pertama, sadarilah bahwa kita tengah diuji Allah SWT. Karena itu perbanyak memohon ampunan dan rahmat dari Allah.
Kedua, tanamkan keyakinan dalam hati bahwa Allah punya skenario lebih indah untuk kita. Apa yang kita anggap baik belum tentu baik menurut allah, begitupun sebaliknya. lagi-lagi aku ingin mengutip firmanNya yang kusukai dalam Q.S. Al-Baqoroh: 216 "Perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.”
Ketiga, teruslah mendekat pada Allah, perbanyak dzikir dan sholat terutama di sepertiga malam. Mintalah kebaikan di dunia dan akhirat padaNya. Perbanyak membaca Alqur'an. Dengan demikian InsyaAllah hati menjadi lebih tenang, kita bisa lebih bijak, lebih khusnudzon pada Nya dan tentunya bisa lebih mencintai Nya. Ingatlah kawan Abi Hurairah r.a. bahwa Rasullullah SAW bersabda : ”Allah SWT berfirman : ”Aku dengan persangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia berzdikir kepada-Ku, dan Allah SWT lebih senang dengan taubat seorang manusia dari pada seorang kalian menemukan kembali perbekalanya di pada tandus. Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu lengan, dan barang siapa mendekat kepada-Ku satu lengan maka Aku akan mendekat kepadanya dua lengan, dan jika ia menghapd kepada-Ku dengan berjalan maka Aku menemuinya dengan berlari”. (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim).
Keempat, gantungkan diri hanya pada Allah, Penguasa alam semesta. Tanamkan keyakinan bahwa kuasa Allah meliputi segala sesuatu.
Kelima, Yakinlah pasti ada hikmah dari setiap hal yang terjadi pada diri kita. Suatu saat nanti cepat atau lambat kita akan mengetahuinya InsyaAllah.
Keenam, Temukan seorang sahabat yang bisa kita jadikan tempat berbagi cerita. sahabat yang bisa dipercaya, yang bisa mendengarkan dengan baik apa yang kita rasakan. Bila perlu, seorang sahabat yang bisa memberikan motivasi dan masukan positif bagi kita. Bagi yang sudah punya pasangan hidup (yang halal loh ya!) jadikan ia sahabat terbaik kita.
Ketujuh, Menulislah! tuangkan apa yang kita rasa dan fikirkan, karena menulis bisa menyembuhkan, menjadi terapi efektif untuk menghilangkan gundah, galau, sedih, dan rasa terluka bahkan rasa bahagia. tak perduli tulisan seperti apa, yang penting menulis saja lah! syukur-syukur kalo tulisannya bagus dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Paling tidak tulislah di diari pribadi. Menurut salah satu artikel yang kubaca, "Keeping a secret diary and writing everything senseless that comes to mind is like scooping out all the bad stuff from mind".
Kedelapan, menjadi tempat berbagi bagi orang lain. mendengarkan apa yang orang lain rasakan juga bisa menyembuhkan diri sendiri, kita bisa tahu bahwa sebenarnya bukan hanya kita saja yang tengah diuji tapi juga orang lain.
Kesembilan, teruslah mensyukuri nikmat Allah walau dalam keadaan sempit, dan tingkatkan juga kesabaran.
Kesepuluh, jangan lupa untuk tersenyum. "senyuman bisa meredakan luka dan sedih, meningkatkan kekebalan tubuh, memperbaiki mood, dan tentunya Ibadah".
Kesebelas, Jangan lupa terus mencari ilmu terutama ilmu agama, banyak mendengarkan kajian islam, itu sangat membantu kita dalam menjaga keistiqomahan di jalanNya.
Yup, itulah beberapa hal yang biasa kulakukan, sebetulnya masih ada banyak hal yang belum kutuangkan disini, InsyaAllah suatu hari akan kuselesaikan. semoga bermanfaat dan semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan hidayahNya pada kita semua.
*Menuliskan ini tentunya juga dalam rangka mengingatkan diri dan menyembuhkan luka hatiku. hehehe :)
When you feel all alone in this world
And there’s nobody to count your tears
Just remember, no matter where you are
Allah knows
Allah knows
When you carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road that you take
Allah knows
Allah knows
CHORUS
No matter what, inside or out
There’s one thing of which there’s no doubt
Allah knows
Allah knows
And whatever lies in the heavens and the earth
Every star in this whole universe
Allah knows
Allah knows
When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon, shout it to everyone
Allah knows
Allah knows
When you gaze with love in your eyes
Catch a glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows
Allah knows
CHORUS
When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows
Allah knows
You see we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs, never fret never frown
Allah knows
Allah knows
BRIDGE:
Every grain of sand,
In every desert land, He knows.
Every shade of palm,
Every closed hand, He knows.
Every sparkling tear,
On every eyelash, He knows.
Every thought I have,
And every word I share, He knows.
Allah knows.
Kalah karena ketidakkuasaan, karena dicurangi manusia itu lebih menyakitkan daripada kalah karena ketidakmampuan. Bila tidak mampu maka kita bisa belajar dan terus berusaha seoptimal mungkin, tapi kalau dicurangi manusia yang memiliki kekuasaan fana di dunia, maka kita menjadi tak berdaya. Saat kita tak lagi bisa berbuat apapun karena ketidakkuasaan, maka inilah saatnya berdo'a sebaik mungkin, karena do'a orang yang terdzolimi itu InsyaAllah makbul.
Seperti yang telah dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, "Tiga orang yang tidak akan ditolak do'anya: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, imam yang adil, dan do'a orang yang terdzalimi" (H.R. At-Tirmidzi).
Suatu hari Rasulullah juga pernah berpesan: “Beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka zakat yang diambil dari kalangan orang mampu dari mereka dan dibagikan kepada kalangan yang faqir dari mereka. Jika mereka menaati kamu dalam hal itu, maka janganlah kamu mengambil harta-harta pilihan mereka. Dan takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, karena antara dia dan Allah tidak ada hijab (pembatas yang menghalangi)nya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Kemudian, saat semua upaya telah kita kerahkan, do'a selalu dipanjatkan, dan tawakkal pada Allah terus dijaga, lalu hasilnya tidak seperti yang kita inginkan, maka sadarilah bahwa Inilah takdir yang Allah tuliskan.
Allah SWT pun dalam Al-Qur'an Surat Albaqorah ayat ke 216 telah memberitahu kita bahwa boleh Jadi apa yang kita benci sesbenarnya ia amat baik bagi kita, dansebaliknya apa yang kita senangi sesunggunhya ia amat buruk bagi kita.
"Perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.” (QS. Al-Baqarah : 216)
Yakinkan diri bahwa sesungguhnya selalu ada hikmah yang belum kita ketahui, dibaliknya ada keistimewaan yang belum kita sadari, setelahnya ada jalan indah yang belum kita lalui, ada kemudahan-kemudahan lain yang menanti, karena sesungguhnya "Allah Maha kuasa atas segala sesuatu, Maha mengetahui apa yang tidak kita ketahui, Maha Rahman dan Rahim, tentunya Ia tahu apa yang terbaik untuk kita dan sesungguhnya Allah menghendaki kebaikan untuk kita".
We have to know that Allah looks at the effort, not the result. Be aware that result is not in our control. Pasrahkan semua padaNya...
Lapanglah selalu wahai hati....

*Tengah berusaha keras belajar menerima kehendakNya, menguatkan jiwa, jangan terpuruk karena ujian, meyakini akan kasih sayang Allah dan percaya bahwa Allah tak akan memberikan ujian diluar kemampuan hambaNya. Berusaha untuk menjadi lebih Kuat, tangguh dan berbahagia. Seperti yang selalu kukatakan: MENJADI BAHAGIA ITU PILIHAN. Dan aku ingin memilih untuk selalu lapang, sabar, khusnudzon pada Allah, senantiasa berusaha mendapatkan ridhoNya hingga aku menjadi Bahagia di dunia juga di akhirat.
Dunia ini singkat, hanya tempat sementara. Kita pasti akan meninggalkannya suatu saat nanti dan itu adalah suatu keniscayaan, karenanya kita tak perlu banyak merisaukannya. Sementara akhirat adalah kekal, bekal apa yang telah kita persiapkan menuju kehidupan akhirat sedangkan waktu terus berjalan, dan ajal semakin dekat? itulah yang sesungguhnya harus banyak kita risaukan. semoga Allah senantiasa merahmatiku, merahmati kita. amiin...
Wallahua'lam....
Seperti yang telah dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, "Tiga orang yang tidak akan ditolak do'anya: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, imam yang adil, dan do'a orang yang terdzalimi" (H.R. At-Tirmidzi).
Suatu hari Rasulullah juga pernah berpesan: “Beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka zakat yang diambil dari kalangan orang mampu dari mereka dan dibagikan kepada kalangan yang faqir dari mereka. Jika mereka menaati kamu dalam hal itu, maka janganlah kamu mengambil harta-harta pilihan mereka. Dan takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, karena antara dia dan Allah tidak ada hijab (pembatas yang menghalangi)nya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Kemudian, saat semua upaya telah kita kerahkan, do'a selalu dipanjatkan, dan tawakkal pada Allah terus dijaga, lalu hasilnya tidak seperti yang kita inginkan, maka sadarilah bahwa Inilah takdir yang Allah tuliskan.
Allah SWT pun dalam Al-Qur'an Surat Albaqorah ayat ke 216 telah memberitahu kita bahwa boleh Jadi apa yang kita benci sesbenarnya ia amat baik bagi kita, dansebaliknya apa yang kita senangi sesunggunhya ia amat buruk bagi kita.
"Perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.” (QS. Al-Baqarah : 216)
Yakinkan diri bahwa sesungguhnya selalu ada hikmah yang belum kita ketahui, dibaliknya ada keistimewaan yang belum kita sadari, setelahnya ada jalan indah yang belum kita lalui, ada kemudahan-kemudahan lain yang menanti, karena sesungguhnya "Allah Maha kuasa atas segala sesuatu, Maha mengetahui apa yang tidak kita ketahui, Maha Rahman dan Rahim, tentunya Ia tahu apa yang terbaik untuk kita dan sesungguhnya Allah menghendaki kebaikan untuk kita".
We have to know that Allah looks at the effort, not the result. Be aware that result is not in our control. Pasrahkan semua padaNya...
Lapanglah selalu wahai hati....

*Tengah berusaha keras belajar menerima kehendakNya, menguatkan jiwa, jangan terpuruk karena ujian, meyakini akan kasih sayang Allah dan percaya bahwa Allah tak akan memberikan ujian diluar kemampuan hambaNya. Berusaha untuk menjadi lebih Kuat, tangguh dan berbahagia. Seperti yang selalu kukatakan: MENJADI BAHAGIA ITU PILIHAN. Dan aku ingin memilih untuk selalu lapang, sabar, khusnudzon pada Allah, senantiasa berusaha mendapatkan ridhoNya hingga aku menjadi Bahagia di dunia juga di akhirat.
Dunia ini singkat, hanya tempat sementara. Kita pasti akan meninggalkannya suatu saat nanti dan itu adalah suatu keniscayaan, karenanya kita tak perlu banyak merisaukannya. Sementara akhirat adalah kekal, bekal apa yang telah kita persiapkan menuju kehidupan akhirat sedangkan waktu terus berjalan, dan ajal semakin dekat? itulah yang sesungguhnya harus banyak kita risaukan. semoga Allah senantiasa merahmatiku, merahmati kita. amiin...
Wallahua'lam....
Aku tengah merenungkan perkataan Rasulullah SAW ini dengan sungguh-sungguh:
"Barangsiapa yang urusan akhirat adalah pusat
perhatiannya, Allah letakkan kekayaannya dalam hatinya, urusannya
menjadi bersatu, dan rezeki dunia akan menjadi lapang. Sedangkan orang
yang pusat perhatiannya adalah urusan dunia, Allah letakkan
kemiskinannya ada di pelupuk matanya, urusannya tercerai berai dan
rezkinya menjadi sempit".
[HR Tirmidzy dan lainnya]
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya
Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan
peliharalah kami dari siksa neraka"- Q.S. Al-Baqarah:201-
Me-time... Tidak asing bukan dengan istilah yang satu ini? Kalo kita lihat thefreedictionary.com, me-time itu berarti "the time a person has to himself or herself, in which to do something for his or her own enjoyment", singkatnya si taking time for yourself.
Me-time itu, waktu untuk diri kita sendiri, melakukan apa yang sesungguhnya ingin kita lakukan. Me time juga menjadi waktu istirahat dari setiap rutinitas yang membuat kita bosen, penat dan lelah. Kalo kita banyak membaca tentang manfaat me-time, maka kita akan tahu kalau me-time itu sangat bermanfaat dan memang kita perlukan. Nah salah satu manfaatnya bisa kita baca dari situs kesehatan www.webmd.boots.com yang menuliskan bahwa
"Taking time of yourself has psychological and physical benefits. If you give yourself a break you'll feel refreshed and happier". Mudeng tho maksudnya?
Saya yang seorang "full time mommy" terbiasa dengan kegiatan rutin dirumah dapat merasakan betul manfaat me-time ini. Itulah mengapa saya sering nyuri-nyuri waktu buat sendirian, melakukan apa yang betul-betul saya sukai, dan biasanya itu bisa saya dapatkan kalo anak-anak dan suami sudah tertidur pulas. heheheh...
Saya yakin bahwa setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk menikmati me-time. Ada yang melakukan hobi, ada yang membaca, hangout, atau mungkin hanya berbaring saja. Yup, setiap orang punya cara sendiri menikmatinya.
Dan, apa yang kulakukan saat menikmati me-time?
Seperti yang pernah saya tuliskan di blog ini sebelumnya, saya suka sekali "Duduk manis di depan laptop, berkelana di dunia maya, membaca banyak artikel dan buku, serasa rekreasi ke seluruh penjuru negeri, berjalan-jalan ke ruang angkasa yang entah dimana ujungnya. Selalu membuat penasaran hingga tak ingin berhenti membacanya... :)". Itu yang biasanya kulakukan.
Menurut saya pribadi, selain melakukan hobi atau melakukan sesuatu yang kita sukai, me-time itu juga perlu kita isi dengan hal-hal bermanfaat yang bisa meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik, syukur-syukur bisa lebih mendekatkan diri kita pada Sang Pencipta, Allah SWT.
Bagi muslim maupun muslimah, ada baiknya kalau kita menjadikan waktu sholat kita sebagai me-time. Saat sholat, saat berdo'a dan mengingat Allah kita bisa lebih dekat denganNya, bisa lebih tenang, juga tentram-In Sya Allah kalo sholatnya khusyu-(Aku tengah berusaha sebaik mungkin untuk bisa menikmati waktu sholat ini sebagai me-time :)). Rasulullah SAW, suri tauladan kita pun mencontohkannya seperti dalam hadits riwayat Ahmad, An Nasa’i dari Anas bin Malik ra, dimana Beliau mengatakan: “Dan Allah menjadikan qurratul ‘ain (sesuatu yang menyejukkan dan menyenangkan hati) bagiku pada (waktu aku melaksanakan) sholat.”
Dalam riwayat lain oleh Imam Ahmad dikatakan bahwa:”Jika Rasulullah menghadapi urusan yang pelik ia berkata : “Istirahatkan aku dengannya (shalat) wahai Bilal”.
Jadi, sudah tahu kan tentang me-time ini?
semoga kita bisa menikmati me-time dengan hal-hal bermanfaat dan bisa membuat kualitas diri kita lebih baik terutama di hadapan Allah . Amiin...
Me-time itu, waktu untuk diri kita sendiri, melakukan apa yang sesungguhnya ingin kita lakukan. Me time juga menjadi waktu istirahat dari setiap rutinitas yang membuat kita bosen, penat dan lelah. Kalo kita banyak membaca tentang manfaat me-time, maka kita akan tahu kalau me-time itu sangat bermanfaat dan memang kita perlukan. Nah salah satu manfaatnya bisa kita baca dari situs kesehatan www.webmd.boots.com yang menuliskan bahwa
"Taking time of yourself has psychological and physical benefits. If you give yourself a break you'll feel refreshed and happier". Mudeng tho maksudnya?
Saya yang seorang "full time mommy" terbiasa dengan kegiatan rutin dirumah dapat merasakan betul manfaat me-time ini. Itulah mengapa saya sering nyuri-nyuri waktu buat sendirian, melakukan apa yang betul-betul saya sukai, dan biasanya itu bisa saya dapatkan kalo anak-anak dan suami sudah tertidur pulas. heheheh...
Saya yakin bahwa setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk menikmati me-time. Ada yang melakukan hobi, ada yang membaca, hangout, atau mungkin hanya berbaring saja. Yup, setiap orang punya cara sendiri menikmatinya.
Dan, apa yang kulakukan saat menikmati me-time?
Seperti yang pernah saya tuliskan di blog ini sebelumnya, saya suka sekali "Duduk manis di depan laptop, berkelana di dunia maya, membaca banyak artikel dan buku, serasa rekreasi ke seluruh penjuru negeri, berjalan-jalan ke ruang angkasa yang entah dimana ujungnya. Selalu membuat penasaran hingga tak ingin berhenti membacanya... :)". Itu yang biasanya kulakukan.
Menurut saya pribadi, selain melakukan hobi atau melakukan sesuatu yang kita sukai, me-time itu juga perlu kita isi dengan hal-hal bermanfaat yang bisa meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik, syukur-syukur bisa lebih mendekatkan diri kita pada Sang Pencipta, Allah SWT.
Bagi muslim maupun muslimah, ada baiknya kalau kita menjadikan waktu sholat kita sebagai me-time. Saat sholat, saat berdo'a dan mengingat Allah kita bisa lebih dekat denganNya, bisa lebih tenang, juga tentram-In Sya Allah kalo sholatnya khusyu-(Aku tengah berusaha sebaik mungkin untuk bisa menikmati waktu sholat ini sebagai me-time :)). Rasulullah SAW, suri tauladan kita pun mencontohkannya seperti dalam hadits riwayat Ahmad, An Nasa’i dari Anas bin Malik ra, dimana Beliau mengatakan: “Dan Allah menjadikan qurratul ‘ain (sesuatu yang menyejukkan dan menyenangkan hati) bagiku pada (waktu aku melaksanakan) sholat.”
Dalam riwayat lain oleh Imam Ahmad dikatakan bahwa:”Jika Rasulullah menghadapi urusan yang pelik ia berkata : “Istirahatkan aku dengannya (shalat) wahai Bilal”.
Jadi, sudah tahu kan tentang me-time ini?
semoga kita bisa menikmati me-time dengan hal-hal bermanfaat dan bisa membuat kualitas diri kita lebih baik terutama di hadapan Allah . Amiin...
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar".
(Q.S At-Taghobun:15)
Kali ini lagi mau cerita tentang film apik yang bulan lalu baru saja kutonton. Judulnya Taare Zameen par hasil garapan Aamir Khan. Film
ini bercerita tentang Ishaan Awasthi, seorang anak yang mengalami
kesulitan dalam membaca dan menulis atau yang biasa kita kenal dengan
istilah disleksia.(Q.S At-Taghobun:15)
Harus ku katakan aku suka banget Film ini. Selain karena akting para aktornya yang memukau, tema film ini juga sangat menarik, yaitu tentang pendidikan dan parenting yang bertajuk "Every child is special". Suatu hal yang begitu kupercayai, bahwa memang setiap anak itu unik. Mereka mempunyai kelebihan, potensi dan keistimewaan masing-masing. Bahkan hal itupun berlaku untuk setiap orang, bukan hanya bagi anak kecil saja.
Aku percaya bahwa Allah memberikan setiap manusia itu potensi kebaikan, bakat serta keistimewaan masing-masing. Orang ini mungkin cepat dalam memahami bahasa, orang satunya mungkin genius dalam matematika, orang satunya lagi mungkin hebat banget kalau melukis. Bakat dan potensi yang mereka miliki perlu digali sejak kecil, kemudian dikembangkan seoptimal mungkin, karena itu merupakan salah satu bentuk syukur pada Allah.
Film ini banyak memberikan pelajaran berharga, menginspirasi, memberikan banyak masukan dalam mendidik anak. Menonton film ini juga membuatku merenung, berfikir tentang 'Ayyasy, putraku yang kini masih balita dan mulai memasuki usia sekolah. Aku harus senantiasa bersyukur pada Allah karena telah dianugerahi putra yang sehat dengan fisik sempurna, dan cerdas. Karenanya, aku harus senantiasa membekali diri dengan ilmu agar bisa mendidiknya seoptimal mungkin sebagai bukti rasa syukurku pada Allah. Aku juga harus bersungguh-sungguh berdo'a semoga Allah senantiasa menuntunnya agar ia berjalan di jalan yang benar, menjadi laki-laki sholih, menjadi qurrata a'yun bagi kami orangtuanya.
Yup, Ilmu merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki setiap orang tua dalam mendidik anak-anak. Kita para orangtua harus mempunyai bekal ilmu untuk dapat mendidik, menuntun, dan mengarahkan putra-puteri kita. Selain itu, perlu kasih sayang yang besar, ketekunan dan kesabaran yang luar biasa.
Mendidik anak juga perlu kreativitas. Bagaimana caranya agar anak-anak bisa mengoptimalkan dan memanfaatkan potensi mereka sehingga bisa mencapai kesuksesan di dunia dan di akhirat. Untuk mencapai hal demikian itu, perlu cara yang baik bukan dengan cara yang membuat anak menjadi rendah diri, bukan dengan label yang negatif.
Orang tua harus senantiasa memberikan perhatian yang besar pada anak-anak. Kita para orang tua harus bisa memahami perasaan mereka, memberikan kepedulian sehingga anak-anak merasa nyaman, bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan fikirkan. Jika anak merasa aman, nyaman, merasa dimengerti maka emosi anak akan lebih baik dan mereka akan dengan lebih mudah menerima masukan, arahan, dan kritik.
"Kepedulian itu sebuah kekuatan, pengobat kesedihan, menentramkan hati"
(Ram Shankar Nikumb)
Kita juga harus menghargai setiap prestasi yang telah anak raih, meski hanya dengan sebuah pujian. Karena hal itu dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, dengan begitu mereka akan lebih mudah mengembangkan potensi yang mereka miliki. Bila ada sesuatu yang salah, maka carilah permasalahan sebenarnya, apa yang menjadi akar masalahnya. Dengan mengetahui masalah yang sesungguhnya terjadi, maka In Sya Allah kita bisa mendapatkan solusi yang baik dengan mudah.
Perlu diingat, kekompakan antara Ayah dan Ibu juga berperan penting dalam kesuksesan proses pendidikan anak terutama saat mereka di rumah. Ayah dan Ibu harus saling membantu, berkomunikasi dengan baik dan tidak menyerahkan tanggungjawab pada salah satu diantara mereka berdua saja. Keduanya harus bisa bekerja sama dan menyatukan pandangan.
Dari film ini, aku juga jadi mengetahui lebih banyak tentang disleksia, dan ternyata banyak orang terkenal yang mengalami gangguan disleksia, diantaranya: einstein, Leonardo da Vinci, Thomas alva edison, dan banyak lagi...
Film ini recommended banget deh pokoknya.
Oya, aku tambahkan satu hal paling penting dalam mendidik anak yang tak ada dalam film ini, yaitu KEDEKATAN KITA PADA ALLAH. Mengapa hal ini dibutuhkan? karena bila hubungan kita dekat dengan Allah, maka In Sya Allah kita para orangtua akan diberikan jalan terbaik dalam mendidik anak-anak. Karena Ialah Dzat yang menciptakan kita, anak-anak kita, yang menguasai diri-diri dan hati kita. Dengan kedekatan kita pada Allah, maka In Sya Allah do'a akan lebih di dengarNya, kita akan diberikan petunjuk dan kekuatan dalam mendidik anak-anak kita. Wallahu'alam...
Aku tengah belajar mendidik anak dengan ikhlas dan sabar.
Semoga Allah senantiasa menuntunku selalu, Amiin...
Akhir-akhir ini sering teringat kata-kata syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah tentang sabar. Beliau mengatakan bahwa sabar itu ada 3 bagian: yang Pertama, sabar dalam menjalankan ketaatan pada
Allah, kemudian yang Kedua, sabar untuk tidak melakukan hal yang diharamkan Allah, dan yang Ketiga adalah sabar dalam menghadapi takdir yang dialaminya, berupa hal yang
menyakitkan dan gangguan yang timbul diluar kekuasaan manusia ataupun yang
berasal dari orang lain.
Aku tengah belajar bersabar! sabar memang bukanlah perkara mudah, perlu diikhtiarkan sebaik mungkin dan juga perlu pembiasaan. Terus mencari ilmu dan belajar bersabar.
Semoga Allah senantiasa menolongku untuk menjadi seorang yang sabar!
Amiin...
Aku tengah belajar bersabar! sabar memang bukanlah perkara mudah, perlu diikhtiarkan sebaik mungkin dan juga perlu pembiasaan. Terus mencari ilmu dan belajar bersabar.
Semoga Allah senantiasa menolongku untuk menjadi seorang yang sabar!
Amiin...
Langganan:
Komentar (Atom)




- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact