Tengah duduk sendiri, sementara impian berlari jauh ke tempat dimana aku ingin berada. Tiba-tiba ingin mendengar mariah carey bernyanyi Hero... :)
There's a hero
Ada seorang pemberani
If you look inside your heart
Jika kau lihat ke dalam hatimu
You don't have to be afraid
Kau tak perlu takut
Of what you are
Akan siapa dirimu
There's an answer
Ada sebuah jawaban
If you reach into your soul
Jika kau jangkau jiwamu
And the sorrow that you know
Dan luka yang kau tahu
Will melt away
Akan meleleh
Chorus
And then a hero comes along
Dan kemudian muncullah seorang pemberani
With the strength to carry on
Yang memiliki kekuatan untuk bertahan
And you cast your fears aside
Dan kau singkirkan rasa takutmu
And you know you can survive
Dan kau tahu kau bisa bertahan
So when you feel like hope is gone
Maka jika kau merasa seolah harapan telah sirna
Look inside you and be strong
Lihatlah ke dalam dirimu dan kuatlah
And you'll finally see the truth
Dan akhirnya kau akan melihat kebenaran
That a hero lies in you
Bahwa seorang pemberani ada di dalam dirimu
It's a long road
Jalan yang panjang
When you face your world alone
Saat kau hadapi duniamu sendirian
No one reaches out a hand
Tak seorangpun mengulurkan tangan
For you to hold
Untuk kau genggam
You can find love
Kau bisa menemukan cinta
If you search within yourself
Jika kau cari di dalam dirimu
And the emptiness you felt
Dan rasa hampa yang kau rasa
Will disappear
Akan hilang
Chorus
Lord knows
Tuhan tahu
Dreams are hard to follow
Impian sulit diraih
But don't let anyone
Namun jangan biarkan siapapun
Tear them away
Mengoyaknya
Hold on
Bertahanlah
There will be tomorrow
Esok akan datang
In time
Saat
You'll find the way
Kau kan temukan jalan
Ada seorang pemberani
If you look inside your heart
Jika kau lihat ke dalam hatimu
You don't have to be afraid
Kau tak perlu takut
Of what you are
Akan siapa dirimu
There's an answer
Ada sebuah jawaban
If you reach into your soul
Jika kau jangkau jiwamu
And the sorrow that you know
Dan luka yang kau tahu
Will melt away
Akan meleleh
Chorus
And then a hero comes along
Dan kemudian muncullah seorang pemberani
With the strength to carry on
Yang memiliki kekuatan untuk bertahan
And you cast your fears aside
Dan kau singkirkan rasa takutmu
And you know you can survive
Dan kau tahu kau bisa bertahan
So when you feel like hope is gone
Maka jika kau merasa seolah harapan telah sirna
Look inside you and be strong
Lihatlah ke dalam dirimu dan kuatlah
And you'll finally see the truth
Dan akhirnya kau akan melihat kebenaran
That a hero lies in you
Bahwa seorang pemberani ada di dalam dirimu
It's a long road
Jalan yang panjang
When you face your world alone
Saat kau hadapi duniamu sendirian
No one reaches out a hand
Tak seorangpun mengulurkan tangan
For you to hold
Untuk kau genggam
You can find love
Kau bisa menemukan cinta
If you search within yourself
Jika kau cari di dalam dirimu
And the emptiness you felt
Dan rasa hampa yang kau rasa
Will disappear
Akan hilang
Chorus
Lord knows
Tuhan tahu
Dreams are hard to follow
Impian sulit diraih
But don't let anyone
Namun jangan biarkan siapapun
Tear them away
Mengoyaknya
Hold on
Bertahanlah
There will be tomorrow
Esok akan datang
In time
Saat
You'll find the way
Kau kan temukan jalan
Seperti biasa, sore ini kami menyusuri jalan yang biasa kami lewati sambil bercerita tentang banyak hal. Kali ini sejenak kubiarkan ia bercerita lepas, tanpa memotong atau memberikan pendapat. Sejujurnya, aku selalu menyukai gaya bicaranya yang runtut dengan argumen yang berdasar. Karena bagiku ia juga laki-laki yang jujur, jadilah aku selalu mempercayainya. Sejenak ku sadar, betapa aku mengaguminya. Ya, aku menganguminya tidak hanya karena satu dua hal, tapi karena banyak hal yang Allah anugerahkan padanya.
Sesungguhnya aku begitu bersyukur Allah telah menjodohkanku dengannya. Meski ia hanyalah manusia biasa yang punya kekurangan, tapi dalam banyak hal bagiku ia sempurna. Terdengar sangat konyol sepertinya, tapi memang begitulah adanya perasaanku. aku bahkan tak bisa mengungkapkan lebih banyak perasaanku. cinta ini menjadi sulit diungkapkan dengan banyak kata-kata. Benarlah apa yang ia ungkapkan dulu pada orangtuaku lewat surat perkenalannya...
"Ananda kira ungkapan tadi sudah cukup untuk menjelaskan perasaan cinta yang mendalam ananda kepada putri bapak. Perasaan cinta sejatinya adalah sesuatu yang abstrak. Karenanya, sesuatu yang abstrak pastilah akan sulit untuk dikonkretkan melalui ungkapan-ungkapan dan beragam alasan. cinta adalah cinta. menurut ananda, semakin diungkapkan dengan alasan-alasan kita dalam menyintai seseorang, maka semakin dipertanyakan pula perasaan kita dalam menyintai seseorang tadi. untuk itu, dengan izin Allah, cinta yang ananda berikan kepada putri bapak adalah sebuah cinta yang tulus dan terlahir dari hati sanubari ananda yang Allah kuasai."
setelah itu, ia tuliskan juga sebuah hadist Rasulullah SAW: "lam yura lil mutahabbaini mitslannikaah!"
Sejujurnya, aku menyukai surat perkenalannya. Membacanya, membuatku merasa dicintai, dihargai dan terutama dihormati sebagai seorang wanita. akupun kini lebih menyadari, ia adalah laki-laki yang kuinginkan.
"Capii...!" sebutan itulah yang kini sering terdengar dari 'ayyasy untuk abinya, padahal sudah sejak umur satu tahun dia biasa mengucapkan kata abi dengan fasih. Sudah 2 minggu ini, dia juga sering memanggilku "numi", padahal biasanya kata umi dia ucapkan dengan jelas. Aku sendiripun sebenarnya tidak tahu pasti dari mana ia dapatkan sebutan itu. Sepertinya dia mengarang sendiri kata "capi" dan "numi" sebagai panggilan kesayangan untuk umi abinya, karena setahuku tak ada yang menggunakan sebutan itu dalam keluarga kami.
Subhanallah... begitulah kekuasaan Allah.
Rupanya sekarang 'ayyasy sudah lebih pintar mengekspresikan rasa sayang pada orangtuanya. :)
Rupanya sekarang 'ayyasy sudah lebih pintar mengekspresikan rasa sayang pada orangtuanya. :)
Semoga ia tumbuh sehat, menjadi laki-laki sholih yang senantiasa dirahmati Allah. amin...
Dan tempat fovorit yang paling paling ia sukai adalah tempat mbak rosmini.
tahukah kamu tempat apa itu?
apalagi kalau bukan toko mainan. hehehehehee
Letaknya yang hanya sekitar 100 meter dari rumah, membuat ayyasy dengan sangat mudah menghafal keberadaan tempat itu. Disanalah tempat dijualnya berbagai macam mainan yang kebanyakan buatan china dengan harga lumayan miring. Bagaimana ayyasy tidak senang kalau dia bisa dengan mudah memilah milih mainan yang ia suka.
Yup, berawal dari tempat itulah ayyasy kini menjadi maniak mobil. Itu karena setiap kali ayyasy mengajak pergi kesana, yang ia inginkan hanyalah mobil mobil dan mobil, yah... paling tidak pesawat atau motor mainan lah. Alhasil, kini ayyasy punya banyak mobil mainan berbagai bentuk. Ada truk, mobil pemadam kebakaran, bis, mobil balap, sampai mobil yang tak pernah kulihat sebelumnya. Dan yang paling ia suka adalah mobil yang bentuknya rumit dan bisa diotak-atik.
Ya, itulah ayyasy si maniak mobil. hahahaha. Sampai-sampai kemarin ku katakan padanya: "yas, besok sudah besar punya mobilnya satu aja ya. meski adek punya banyak uang, uangnya buat yang lain yang lebih bermanfaat aja ya jangan buat ngoleksi mobil." tapi ya gak apa-apa si kalau punya pabrik atau dealer mobil, bisikku dalam hati. hehehe!
Akhirnya tepat pukul 9 malam 'ayyasy tertidur, padahal biasanya pukul 7 dia sudah terlelap. Perlu waktu setengah jam untuk menggiringnya tidur malam ini. Hari ini memang tak seperti biasanya, jadwal tidurnya berubah.
Ini semua berawal dari aktifitasnya tadi malam. Entah karena mimpi atau ingatan aktifitas di siang hari, pukul 10.35 malam tiba-tiba ia membangunkanku dan bercerita tentang pesawat terbang.
Ini semua berawal dari aktifitasnya tadi malam. Entah karena mimpi atau ingatan aktifitas di siang hari, pukul 10.35 malam tiba-tiba ia membangunkanku dan bercerita tentang pesawat terbang.
"mi bangun!" katanya sambil menyentuh pipiku.
"adek aek keawat sampe auh (adek naek pesawat sampai jauh)." kulihat tangan kanannya diangkat menari-nari ke kanan kekiri.
"oh ya? trus gimana?" kurespon dengan suara lemah karena kantuk masih sangat terasa.
"tyus keawatnya tebang auh."
"uh... uh... uh... " sepertinya tengah menirukan suara pesawat yang tengah terbang tinggi.
"adik naeknya sama siapa aja?"
"ama abi, umi, pakde!"
"yang bawa pesawatnya siapa, dik?"
"adek!" katanya dengan yakin.
"ya udah, besok naik lagi ya. sekarang tidur lagi!" kataku sambil sangat mengantuk.
"mi, adek mau mimi utih!"
"ya, adek tunggu sini dulu umi ambilkan air putihnya!" iapun manut menungguku...
Minum air putih di malam hari memang menjadi kebiasaannya 6 bulan ini. setelah tidak lagi mimi ASI, ia memang lebih sering minta minum air putih dari pada susu formula, terutama di malam hari.
Setelah minum, ku minta ia untuk kembali tidur. Namun, ternyata dia masih ingin bercerita tentang pesawat dan yang lainnya. Meski sangat mengantuk, masih kudengarkan ceritanya dan tetap kurayu ia untuk kembali tidur. sepuluh menit kemudian iapun kembali tidur, mungkin membawa ceritanya kembali ke alam mimpi.
Pukul 1.40 ia kembali terbangun, kali ini sambil menangis. Tangisan yang ia bawa dari alam mimpi. Ya, sepertinya ia mengalami night terror alias teror dimalam hari. Ini memang bukan yang pertama kalinya ia mengalami hal ini. Setelah trauma yang dialaminya saat di rawat di RS 8 bulan lalu, dia memang sering mengalaminya. Tiba-tiba saja di malam hari ia terbangun dengan menangis, menjerit sampe badan mengejang. Tapi kalau diperhatikan, sebenernya dia masih tertidur. Biasanya akan sulit sekali untuk menenangkannya dalam keadaan seperti itu. Karenanya, biasanya saya bangunkan ia terlebih dahulu dengan membawanya ke ruangan lain. Terkadang dengan memeluknya, ia akan terbangun dan kembali tidur. Namun sering juga sulit baginya menyadari keadaan sekeliling sehingga tangisnya akan sedikit lama. kalau sudah seperti itu, biasanya saya membawanya ke dapur yang masih gelap sambil berkata "liat dik, gelap sekali!" dengan bagitu dia akan membuka mata dan menyadari keadaan sekeliling. Setelah itu, barulah saya menenangkannya dan bertanya maukah dia minum, atau kembali tidur.
Ya, itulah kejadian tapi malam. Dua kali terbangun di malam hari, membuatnya bangun 1,5 jam lebih siang. Itulah yang sepertinya membuat ia baru mengantuk jam 2 siang. Dan karena ia baru bangun pada pukul 4.35 sore, jadilah waktu tidur malamnya pun bergeser 2 jam lebih malam dari biasanya.
ya, tidurlah yang nyenyak, nak!
Semoga Allah merahmati dan melindungimu selalu. amin...
3 minggu berlalu dari saat itu, dan kami masih menunggu jawaban pasti. Tak seperti biasanya, rasanya kali ini terlalu lama. Entah, apa maksudnya kami masih tak mengerti. Ada kalanya rasa putus asa menyelimuti, bayangan kejadian masa lalu menari-nari. Namun kemudian kami besarkan hati dan berharap lebih lagi dan lagi padaNya. Mungkinkah ini akan menjadi masa depan kami?
Kami masih menunggunya... menunggu jawaban dari ikhtiar yang telah kami jalani selama ini. Ikhtiar optimal untuk mujudkan mimpi kami. Ya, karena inilah mimpi kami berdua. Mungkin bila 5 hari kedepan masih tak ada jawaban, maka kami akan lakukan ikhtiar terakhir untuk mengakhiri penantian kami.
Semoga Allah berkenan mendengar dan mengabulkan ingin kami. Semoga mimpi dan keinginan kami pun menjadi yang terbaik menurut Allah.
Amin...
Januari 2012 ini menjadi bulan pertama yang menyenangkan dan sangat memberikan semangat untuk perjalanan selanjutnya. Bagaimana tidak, surat cintaku untuk ibu menjadi salah satu surat cinta yang dibukukan. Pada awalnya memang hanya iseng uji nyali, mengetes keberanian mengirimkan tulisan yang kubuat untuk bisa dipublikasikan. Kukumpulkan keberanian yang sudah lama terkubur, dan bersungguh-sungguh untuk ikut serta dalam proyek nulis bareng buku dear mama.
awalnya uji nyali, selanjutnya berderma...
begitu singkatnya!
mengapa berderma?
karena memang keuntungan yang diperoleh dari penjualan buku ini akan disumbangkan pada para wanita kanker payudara. Itulah mengapa aku bersungguh-sungguh mengikutinya!
Sebenarnya, di akhir bulan desember sedikit rasa putus asa hadir dalam benak karena kulihat namaku tidak tercantum menjadi salah satu kontributor penulis buku itu. Namun meskipun demikian, aku tetap bertekad untuk terus menulis dan bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang.
karena masih penasaran, minggu kedua di bulan januari kulirik kembali pengumuman hasilnya dan tanpa disengaja kutemukan blog resmi pengumuman hasilnya.
Dan jren jreng jreng... Namaku tercantum di buku empat! Ternyata pengumuman yang kubaca kemarin belum lengkap, karena buku yang diterbitkan tidak hanya dua edisi.
Aku berhasil menguji nyali untuk mengirimkan tulisan. selain itu, dengan berhasil menjadi salah satu kontributor penulis buku itu, berarti aku juga bisa ikut berderma. Ini menjadi begitu menyenangkan, karena sudah lama ingin bisa lebih bermanfaat bagi orang yang membutuhkan! satu lagi yang tak kalah pentingnya, kuhadiahkan ini pada ibuku tercinta.
Tapi, INI BELUM CUKUP!
Karena aku masih ingin menulis! menulis sesuatu yang bermanfaat untuk kemaslahatan ummat. Ya, Benarlah apa yang suamiku katakan:
"Menulis itu jangan hanya karena ingin menjadi penulis, dik. Karena penulis itu sudah sangat banyak. tapi menulislah karena memang ada ilmu dan sesuatu hal yang bermanfaat untuk disampaikan pada banyak orang!"
Nasihatnya itu mampu merubah sudut pandangku selama ini, hingga akupun lebih termotivasi untuk menuliskan banyak hal yang lebih bermanfaat!
Tetap semangat dan jangan pernah menyerah untuk memberikan yang terbaik!
"Mungkin ini karena dosa bapak, hingga Allah memberikan ujian seperti ini." Katamu tegar.
Aku tak akan melupakan ekspresimu saat itu, tak akan pernah...
Meski sesekali kulihat raut wajahmu menerawang jauh, berfikir banyak hal, kau begitu tegar menghadapinya.
Kau sudah banyak berubah. Benarlah ilmu dapat mengubah seseorang menjadi jauh lebih baik dan berarti, ku melihatnya dalam dirimu. Itulah yang membuatku merasa lebih tenang. Namun meski demikian, aku tak bisa hilangkan resahku karena beban berat yang kini tengah kau pikul, sementara aku belum bisa melakukan apapun untukmu.
Pak, sebenarnya aku masih ingin memelukmu erat dan tak melepaskannya. Aku ingin melakukan banyak hal untukmu. aku ingin meringankan sedikit saja beban di pundakmu, hingga kau merasa lebih bahagia.
Pak, sesungguhnya air mataku hampir saja tumpah siang tadi hingga akupun tak bisa banyak katakan sesuatu lagi. Aku bahkan tak bisa melihatmu lebih lama, meski dari balik jendela. hatiku perih pak, perih sekali.
Wajah sendu dan lelahmu masih terlihat di setiap sudut ruang fikirku, aku masih ingin mendengar suaramu.
Aku masih sangat merindukanmu, pak...
Semoga Allah selalu melindungi, merahmati, dan memberikan perolonganNya padamu, pak!
Pagi-pagi sekali meski belum mandi, kami sudah bersiap-siap mencari lapangan sepi untuk bisa digunakan belajar sepeda motor. Dengan tekad kuat dan semangat untuk bisa mengendarai motor, aku mengiyakan ajakan suami untuk latihan. Namun sesaat sebelum pergi, ternyata dompet abi tak ada di tempat biasa. Spontan kami mencarinya ke beberapa tempat, namun hasilnya nihil sehingga kami sedikit panik.
“oalah, masih di laci meja kantor!” tiba-tiba abi teringat dompetnya yang ternyata tertinggal di kantor. Separuh semangatpun hilang karenanya, karena itu berarti kami harus mengambil dompet ke kantor, padahal ini adalah hari libur. Namun bagaimanapun, meski harus terlebih dulu pergi ke kantor, rencana belajar mengendari motor tidak serta merta kami batalkan karena ini kesempatan baik untuk latihan.
Di perjalanan menuju kantor, kami berpapasan dengan seorang anak SMA yang dengan asyiknya menekan-nekan tuts hp sambil mengendari motornya, padahal jalanan saat itu sudah mulai sibuk dengan pengendara lain. Heran bercampur miris dan geram melihat ulah anak tersebut. Sebenarnya ini bukan kali pertama aku melihat kejadian seperti itu, namun setiap kali melihatnya, kegeramanku semakin bertambah. Bagaimana tidak, menggunakan handphone saat berkendara jelas membahayakan keselamatannya juga orang lain.
Perlu kita tahu, kecelakaan yang diakibatkan oleh keasyikan pengendara motor maupun mobil menggunakan ponsel tidaklah sedikit. Menurut data dari Kasat Patwal Polda Metro Jaya, sepanjang tahun 2010 saja, 30 persen kecelakaan lalu lintas di Jakarta disebabkan karena menggunakan handphone saat berkendara. Hal ini dikarenakan bertelepon saat mengemudi maupun SMS dan BBM-an membuat konsentrasi pengemudi berkurang. Tidak jauh dari Indonesia, di Amerika Serikat pun mengalami hal sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan angka SMS mengakibatkan ribuan kematian di jalanan Amerika Serikat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Governors Highway Safety Association (GHSA), sejak tahun 2000 kecelakaan lalulintas yang dikaitkan dengan penggunaan ponsel meningkat sebesar 25 persen.
Oleh karenanya, tidak heran bila di Indonesia kini terdapat larangan menggunakan handphone saat mengendarai kendaraan bermotor, dimana larangan tersebut jelas di atur dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
Melihat data tersebut, tidak mengherankan juga bila operah winfrey sejak 6 maret 2010 mengkampanyekan aksi no phone zone. Kalau pernah lihat tayangan talkshow operah winfrey, mungkin kita tidak akan asing mendengar istilah tersebut.
No Phone Zone merupakan kampanye yang menghimbau bahkan mewajibkan seluruh pengguna kendaraan, untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara. Dengan adanya kampanye ini diharapkan para pengendara lebih menyadari akan bahaya yang diakibatkan penggunaan ponsel saat mengemudi, karena berdasarkan riset yang dilakukan Oprah untuk kampanye ini membuktikan bahwa penggunaan telepon pada saat berkendara sama berbahayanya dengan berkendara pada saat mabuk.
Rasa prihatin dan geram setiap melihat pengendara asyik menggunakan hp saat berkendara juga sangat mendorongku untuk menuliskan uneg-uneg ini. Karenanya, untuk semua sahabat, teman, saudara dan semua orang yang membaca tulisan ini, marilah kita mulai sadari hal ini. Fikirkan keselamatan diri dan orang lain dengan membiasakan untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara. Dan ingat, ada pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) saat anda melanggar aturan tersebut. Jika memang sangatlah darurat, maka pinggirkan kendaraan anda dan berhentilah di tempat aman untuk menggunakan ponsel. Jangan lupa juga ingatkan orang-orang di sekitar kita untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara, karena hal ini sangatlah membahayakan. Dengan begitu, berarti kita juga ikut berpartisipasi mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.
Ikatlah ilmu dengan menuliskannya, begitu salah satu nasihat yang sering ku dengar. Harus kuakui, banyak ilmu yang kudapat memang sering hilang dengan sendirinya bahkan secara tiba-tiba lenyap karena tidak menuliskan juga tidak membagikannya pada orang lain. Seperti yang kita tahu, ilmu itu memang akan lebih berkah jika kita bisa membagikan dan mengajarkannya pada orang lain. Sudah banyak buku yang kubaca, namun sampai saat ini aku lupa buku apa saja dan apa isinya. Inilah yang kemudian menggerakkanku untuk membuat label ini dalam blog.
“isi rak buku” ini akan menjadi wadah untuk menuliskan isi beberapa buku yang kubaca. Mungkin hanya akan berbentuk ringkasan, kritik buku, atau resensi lengkap. Aku berharap dengan menuliskannya, aku bisa mengingat lebih lama dan bisa membagikannya pada orang lain yang membacanya sehingga ilmu yang kudapatkan lebih berkah. Selain itu, dengan menuliskannya aku akan tahu berapa buku yang kubaca dalam setahun. Semoga dengan dibuatnya “isi rak buku” ini semangat membaca dan menulisku semakin bertambah...
selamat membaca, sobat!
Dan akupun sadar, aku tengah menyusun beberapa keping puzzle dg berbagai macam bentuk. Mungkin memang belum banyak kepinngan yang kususun, tapi semuanya menjadi lebih istimewa karena bisa membuatku melihat kehidupan dari beberapa sisi. Seseorang pernah juga berkata, aku tengah menyulam kehidupan dengan benang warna-warni. memang tak mudah, tapi aku tak boleh dan tak akan menyerah karena kuyakin dg kasih sayang dan kekuatan Allah, susunan puzzlenya akan lebih memukau, sulamannya pun akan lebih menarik...
karena memang seperti inilah hidup...
Dua hari lalu, seorang teman mengingatkan akan tanggal 30 november, ulang tahunku. Aku tersenyum simpul, teringat tanggal 30 November itu Timnas Indonesia akan bertanding melawan LA Galaxi, dimana David Becham sekarang menjadi bagian dari tim itu. Semoga Bambang Pamungkas dan kawan-kawan mempunyai mental yang kuat dan bisa bermain optimal saat pertandingan itu.
Selain ingat pertandingan sepak bola, aku juga ingat 3 tahun lalu pernah menuliskan uneg-uneg tentang 30 november. Akupun membuka-buka hardisk lama dan jrenggg.... kutemukan ia disalah satu folder rahasia.
Waktu menunjukkan pukul 4.10 pagi saat tiba-tiba ponselku bergetar beberapa kali, Ibu mengingatkan hari ini aku sudah semakin tua...
Pagi-pagi sekali aku sudah menerima sms tak biasanya dari sahabat-sahabat dan teman lama. Aku tersenyum sendiri membacanya… ternyata mereka masih mengingatnya. Aku merasa beruntung karena mereka masih mengingatku :)
Happy Birthday To Me... Happy Birthday To Me…
Semoga aku menjadi lebih baik… amin…
Apa arti hari lahir untukmu?
Bagiku hari lahir memiliki arti yang begitu mendalam dan menjadi hari istimewa, karena pada hari tersebut untuk pertama kalinya aku terdengar menangis. Saat itu pula aku ditimang para manusia luar biasa, bisa merasakan betapa segarnya air susu ibu, betapa lembut dan hangatnya pelukan orang tua. Dari hari itu pula aku bisa tahu sudah berapa lama berada di dunia fana ini. Tentunya masih banyak lagi hal lain yang menjadikan hari lahir menjadi istimewa.
Namun bagaimanapun, bagiku tak ada perayaan istimewa untuk memperingatinya. Dalam keluargaku tak pernah ada yang namanya pesta dan kue ulang tahun, karena dalam islam tidak mengenal perayaan ulang tahun, yang ada adalah ”Semakin hari dan setiap waktu, jatah waktu kita di dunia semakin berkurang sehingga semakin hari harus semakin baik”. Today is better than yesterday, but tomorrow will be the best. Jadi meski hari itu adalah hari istimewa, tapi tetap saja tak akan ada perayaan spesial apalagi hura-hura tak jelas.
Meski tak ada perayaan istimewa, selalu ada saja hal yang membuat hari itu menjadi istimewa. Ada beberapa momen juga yang tak terlupakan di tanggal 30 november tahun-tahun sebelumnya.
Beberapa kali di tanggal 30 November pada masa-masa SD, secara kebetulan aku terkena tifus. Paling sebentar 1 bulan aku harus belajar dirumah tanpa pergi kemana-mana. Biasanya di awal sakit itu, ayah akan menggendongku pergi ke dokter spesialis Anak, aku ingat namanya dr. Hidayat. Karena sering sakit itulah aku jadi sering bertemu dengan pak dokter saat masih SD.
Pernah di masa SMP pada tanggal 30 November, saat pulang sekolah tubuhku dipenuhi adonan kue bolu dari telur, tepung hingga air selokan. Saat itu memang masa-masa aneh, dimana kami berfikir hal semacam itu merupakan salah satu kado ulang tahun teman-teman, tanda kepedulian dan sayang mereka. Padahal sebenarnya jelas hal itu jauh dari tuntunan islam.
30 November tahun 2001, seorang bayi perempuan lahir. Ia menjadi adik perempuanku yang kedua, menjadi anak ke tujuh dalam keluarga kami. Jadilah ia kado ulang tahun yang paling membahagiakan untukku saat itu, sampai-sampai aku juga yang memberikannya nama fannisa muslimah.
Saat ingin meluapkan curahan hati di tanggal 30 November 2003, aku menulis sesuatu di salah satu halaman kosong buku favoritku:
”Dear...!
Happy Birthday to me.
Ada semilyar kenangan setelah aku jalani tahun ke-17 ku.
Ada setitik resah di benakku.
November ini kelabu!
Biasanya aku sempoyongan, akhirnya tertidur tanpa merasa lelap dalam waktu.
November kini merenggut hakku.
Tapi hadirkan bahagia yang teramat sangat
Hingga aku tahu,
Bagaimana cara menyambutnya dengan indah”.
Happy Birthday To Me.
30 November 2005, di halaman kertas yang sama, aku sambung curahan hati tahun sebelumnya dengan lebih optimis dan ungkapkan keinginan lain:
Dear...
Happy Birthday To Me.
Masih ada semilyar kenangan tertata rapi dalam pandanganku.
November ini tak sekelabu dulu.
Tahun Ke-19, aku akan tersenyum menapaki perjalananku.
Meski pedih atau bahagia.
November ini...
Aku mengharapkan Pangeran dari Tuhan menemukanku,
Mengulurkan tangannya tanda setia hingga ke syurga.
Suatu pagi tepat di usia ke-20 saat baru saja bangun dari tidur, seorang laki-laki tampan berbisik ”Selamat Ulang tahun, Cinta!” menciumiku mesra...
Ialah suamiku, yang pada tanggal 8 Juli 2007 melafalkan janji setianya untuk menjadi suamiku. Rupanya Allah kabulkan pintaku tahun lalu.
Di usia 22 tahun ini, Allah menitipkan janin berusia 2 bulan dalam rahimku. Semoga aku bisa optimal menjaganya, semoga Allah menjaga kami dan memudahkan segala urusannya… Akhirnya aku akan menjadi seorang ibu. Alhamdulillah.
Akan ada kisah-kisah indah lain di 30 November tahun-tahun berikutnya…
Semoga Allah masih memberikanku kesempatan… Amin…
Menulislah hari ini…
luangkan waktu setiap hari, walau hanya satu dua kalimat yang kau tulis.
Libur adalah hal yang berbahaya
Ya, beberapa kalimat itulah yang masih kuingat dari buku yang tadi ku baca di bis saat perjalanan menuju kampus. Intinya... jika ingin menjadi penulis, ya tidak ada kata yang lain kecuali menulis menulis dan menulis... menulislah hari ini juga...
Pertanyaannya...
”masihkah aku ingin menjadi seorang penulis?”
”kenapa aku ingin menjadi seorang penulis?”
”seberapa besar keinginan itu?”
”yakinkah aku dengan apa yang aku inginkan?”
”mampuhkah aku menuliskan sesuatu yang bermanfaat?”
masih banyak lagi tanya yang hadir dalam benak ^_’
Setidaknya, aku tahu jawaban untuk pertanyaan pertama...
”ya...” ^_^
mungkin karena itulah aku kembali memotivasi diriku, membaca buku, dan tentunya... menuliskan sesuatu.
Menjadi seorang penulis memang tlah lama ku impikan, awalnya karena aku merasa penulis adalah profesi yang cocok bagi wanita yang ingin berkarir namun tetap berada dirumah dengan suami dan anak-anak, tetap menyiapkan sarapan untuk mereka, menata rumah setiap waktu, memasak dan tentunya tetap bersosialisasi dengan tetangga...
Lalu...
Tidak hanya itu, penulis juga tetap bisa bersosialisasi dengan banyak orang, masih bisa bertemu dengan banyak orang di seminar-seminar, workshop dan tentunya masih bisa berbagi ilmu dengan banyak orang.
Menjadi seorang penulis akan membuat kita lebih sering membaca, terus mencari ilmu, senantiasa haus akan informasi, menggali potensi yang Allah anugerahkan pada kita.
Kita tidak akan stagnan... fikiran kita akan terus berkembang sehingga kita bisa lebih cerdas.
Dan entah kenapa hari ini hasrat itu kembali datang...
Hari ini, aku memang kembali termotivasi untuk dapat berkarya
Berawal dari duduk di samping seorang ustadzah lulusan ummul qura Makkah sebagai seorang mc, aku merasa kembali hidup.
Hatiku berkata hal ini... karena aku kembali berbicara didepan forum non akademik setelah beberapa bulan vakum, tidak lagi memimpin rapat, diskusi anak2 ataupun menjadi seorang mc. Ya, aku merasa kembali hidup...
Rasa itu masih ku abaikan...
Lalu pada jam berikutnya selama pelajaran AIK berlangsung, aku bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering tak terduga...
Hingga aku berfikir... ”sesungguhnya Allah memberikanku potensi yang tidak diberikan pada orang lain, namun mengapa aku tidak menggali dan tak memanfaatkannya?”
Selama ini aku hanya merasa menjadi seseorang yang begitu lemah dan tak punya kekuatan hingga aku lebih senang berdiam diri, bermalas-malasan???
Jika oranglain dapat menyadari dan menggali potensi mereka, kenapa aku tidak???
Semua ini bukan karena aku lebih baik dari orang lain tapi karena aku merasa tidak mensyukuri nikmat dari Allah.
Ya...
Aku yakin ”allah memberikanku potensi yang begitu besar, dan aku harus menggalinya. Aku harus dapat memanfaatkannya, aku harus bisa membangkitkan energi untuk dapat melejitkan potensi itu”
Karena itu adalah bentuk syukur kita pada Allah.
Ada satu hal yang sebenarnya akhir2 ini sering ku ingat
”keluarlah dari posisi nyamanmu”
aku memaknainya dengan ”jangan terlena dalam kemalasan” lakukan sesuatu, berkaryalah, buatlah sejarah hebat...
Ah, mungkin tulisan ini acak2an, alurnya tak jelas dan begitu kacau
Tapi aku tidak akan memikirkan itu dulu, hanya akan menuliskan sesuatu yang ingin ku tuliskan
Lagi-lagi, curhatan yang dulu kutulis menggelitikku... :)
aku tak kan merubah alurnya yang acak-acakkan sekarang,
karena aku lebih ingin menuliskan apa yang kurasa hari ini, tentunya dg lebih baik.
Tiba-tiba saja ingin memposting curhatan yang dulu pernah kutulis...
Hampir larut… di tanggal 1 mei 2008…
Mas cintaku tengah tertidur lelap sejak tadi, aku memang hanya menemaninya sebentar, menyelimuti dan menciuminya lalu beranjak...
Kini baru saja selesai nonton “smallvile”, serial favorit sejak SMA yang sudah kutinggalkan sejak serial seri pertama usai.
Sejak smallvile seri 2 ditayangkan aku memang jarang sekali mengikutinya, bisa dihitung jari...
hanya saja malam ini saat agak lelah mengerjakan tugas AIK, aku selingi menyimak beberapa menit.
Beberapa menit mengharukan, membuatku termenung, berfikir sampai akhirnya ingin menuliskannya...
Cinta chloe... seorang jurnalis cantik, cerdas, tulus, tegas, enerjik, dan kuat (itu versiku).
Ia menjadi satu-satunya sahabat clark kent (si tokoh utama) yang mengetahui rahasia kekuatan, latar belakang, bahkan perasaan clark.
Clark tak bisa menyembunyikan sesuatu padanya, padahal dalam cerita tersebut clark mencintai seorang wanita bernama Lana Lang yang di serial smallvile seri 2 telah berhasil ia jadikan kekasih.
Itulah yang ingin ku kupas...
Di akhir episode malam ini...
Clark termenung di kamar sepinya, chloe datang dan mengawali obrolan
”kau terlihat sehat untuk seorang mayat”,
saat itu ceritanya clark meninggal karena tembakan peluru yang menembus jantungnya. Ia hidup kembali karena jor-el ayah kandungnya memberikan kekuatannya kembali, mengembalikan clark pada asalnya menjadi kar-el si super hero dari planet krypton dan bukan manusia biasa.
”aku mendengar kejadian di rumah sakit...” lanjutnya, dan bla... bla... bla...
dan seperti biasa, clark akan menceritakan semuanya...
ia bahkan mengungkapkan dan memperlihatkan luka tembakan di bagian dada yang sama sekali tak berbekas.
Clark menceritakan semua yang ia rasakan dengan jujur.
Begitu dalam, hingga saat ia mengakui tidak dapat berkata apapun pada Lana... Chloe melontarkan perasaan terdalamnya, yang sebenarnya adalah ungkapan cinta terdalamnya pada clark...
”Dengan menjadi satu-satunya orang yang mengetahui semua rahasia tentang kau.... aku merasa menjadi orang yang istimewa”.
Ungkapan sederhana yang membuatku merenungkan sesuatu...
Clark mungkin sebenarnya lebih mencintai chloe, namun ia tak menyadarinya hanya karena status ”sahabat”.
Status yang dapat menyembunyikan rasa cinta yang begitu besar. hingga bila tidak lagi bisa membendungnya, maka persahabatan itu hanya akan menjadi air mata atau tawa...
Bagaimana mungkin cinta itu tak ada bila ada kepercayaan diantara laki-laki dan perempuan yang begitu besar, bila ia jadikan tempat berbagi suka duka, bila ada kedekatan yang begitu luar biasa.
Perasaan cinta mereka ungkapkan dengan cara berbeda, dengan ungkapan yang lebih tulus meski semuanya tertutupi oleh kata sahabat.
Sebenarnya dari cerita itu aku ingin mengungkapkan bahwa hal itu banyak terjadi dalam kehidupan nyata, dimana seorang pasangan lebih mempercayai orang lain. Lebih mempercayai lawan jenis yang ia sebut sahabat, teman atau sebutan lainnya.
Kisah percintaan terselubung juga sering terjadi diantara dua orang sahabat lawan jenis karena kedekatan, keterbukaan, kenyamanan seseorang tiap kali berbagi dan berada disamping sahabatnya yang lawan jenis. Ada beberapa kisah yang kutahu dimana cinta tumbuh diantara dua orang sahabat lawan jenis tanpa mereka sadari kapan, dimana dan bagaimana awalnya...
Dan ini sepatutnya kita waspadai.
Apalagi bagi pasangan yang telah melafalkan janji setia sehidup semati dalam akad nikah yang begitu sakral. Jadikanlah suami atau istri kita satu-satunya lawan jenis yang menjadi sahabat yang kita jadikan tempat berbagi, dimana kepercayaan tumbuh dari waktu ke waktu, sehingga kecintaan kita semakin besar untuknya dan tak kan pernah ada cinta terselubung untuk orang lain...
Tiba-tiba aku meliriknya, seseorang yang tengah tertidur lelap...
Ya, aku menyadari sesuatu... ia satu-satunya laki-laki yang kini kujadikan tempat berbagi cerita, kasih, tawa, duka, dan tak ada yang lainnya. Ia yang kini memiliki hatiku, hingga aku tak bisa membaginya dengan yang lain...
Ia yang hampir satu tahun ini membuatku tak bisa dekat dengan laki-laki lain karena kecintaanku tertumpah untuknya, hingga sering aku takut bahwa cinta untuknya lebih besar dari pada cinta pada pemilikku, pemiliknya, pemilik cinta...
Semoga Allah senantiasa membimbing kami, amin...
I love u, cinta...
Love u so much...
Langganan:
Postingan (Atom)








- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact