Minggu, 27 November 2011 0 komentar

No Phone Zone

Pagi-pagi sekali meski belum mandi, kami sudah bersiap-siap mencari lapangan sepi untuk bisa digunakan belajar sepeda motor. Dengan tekad kuat dan semangat untuk bisa mengendarai motor, aku mengiyakan ajakan suami untuk latihan. Namun sesaat sebelum pergi, ternyata dompet abi tak ada di tempat biasa. Spontan kami mencarinya ke beberapa tempat, namun hasilnya nihil sehingga kami sedikit panik.
“oalah, masih di laci meja kantor!” tiba-tiba abi teringat dompetnya yang ternyata tertinggal di kantor. Separuh semangatpun hilang karenanya, karena itu berarti kami harus mengambil dompet ke kantor, padahal ini adalah hari libur. Namun bagaimanapun, meski harus terlebih dulu pergi ke kantor, rencana belajar mengendari motor tidak serta merta kami batalkan karena ini kesempatan baik untuk latihan.
Di perjalanan menuju kantor, kami berpapasan dengan seorang anak SMA yang dengan asyiknya menekan-nekan tuts hp sambil mengendari motornya, padahal jalanan saat itu sudah mulai sibuk dengan pengendara lain. Heran bercampur miris dan geram melihat ulah anak tersebut. Sebenarnya ini bukan kali pertama aku melihat kejadian seperti itu, namun setiap kali melihatnya, kegeramanku semakin bertambah. Bagaimana tidak, menggunakan handphone saat berkendara jelas membahayakan keselamatannya juga orang lain.
Perlu kita tahu, kecelakaan yang diakibatkan oleh keasyikan pengendara motor maupun mobil menggunakan ponsel tidaklah sedikit. Menurut data dari Kasat Patwal Polda Metro Jaya, sepanjang tahun 2010 saja, 30 persen kecelakaan lalu lintas di Jakarta disebabkan karena menggunakan handphone saat berkendara. Hal ini dikarenakan bertelepon saat mengemudi maupun SMS dan BBM-an membuat konsentrasi pengemudi berkurang. Tidak jauh dari Indonesia, di Amerika Serikat pun mengalami hal sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan angka SMS mengakibatkan ribuan kematian di jalanan Amerika Serikat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Governors Highway Safety Association (GHSA), sejak tahun 2000 kecelakaan lalulintas yang dikaitkan dengan penggunaan ponsel meningkat sebesar 25 persen.
Oleh karenanya, tidak heran bila di Indonesia kini terdapat larangan menggunakan handphone saat mengendarai kendaraan bermotor, dimana larangan tersebut jelas di atur dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
Melihat data tersebut, tidak mengherankan juga bila operah winfrey sejak 6 maret 2010 mengkampanyekan aksi no phone zone. Kalau pernah lihat tayangan talkshow operah winfrey, mungkin kita tidak akan asing mendengar istilah tersebut.
No Phone Zone merupakan kampanye yang menghimbau bahkan mewajibkan seluruh pengguna kendaraan, untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara. Dengan adanya kampanye ini diharapkan para pengendara lebih menyadari akan bahaya yang diakibatkan penggunaan ponsel saat mengemudi, karena berdasarkan riset yang dilakukan Oprah untuk kampanye ini membuktikan bahwa penggunaan telepon pada saat berkendara sama berbahayanya dengan berkendara pada saat mabuk.
Rasa prihatin dan geram setiap melihat pengendara asyik menggunakan hp saat berkendara juga sangat mendorongku untuk menuliskan uneg-uneg ini. Karenanya, untuk semua sahabat, teman, saudara dan semua orang yang membaca tulisan ini, marilah kita mulai sadari hal ini. Fikirkan keselamatan diri dan orang lain dengan membiasakan untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara. Dan ingat, ada pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) saat anda melanggar aturan tersebut. Jika memang sangatlah darurat, maka pinggirkan kendaraan anda dan berhentilah di tempat aman untuk menggunakan ponsel. Jangan lupa juga ingatkan orang-orang di sekitar kita untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara, karena hal ini sangatlah membahayakan. Dengan begitu, berarti kita juga ikut berpartisipasi mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.
0 komentar

Label baru khusus buku

Kali ini, ide untuk membuat satu label bertajuk “isi rak buku” yang ingin kutulis.
Ikatlah ilmu dengan menuliskannya, begitu salah satu nasihat yang sering ku dengar. Harus kuakui, banyak ilmu yang kudapat memang sering hilang dengan sendirinya bahkan secara tiba-tiba lenyap karena tidak menuliskan juga tidak membagikannya pada orang lain. Seperti yang kita tahu, ilmu itu memang akan lebih berkah jika kita bisa membagikan dan mengajarkannya pada orang lain. Sudah banyak buku yang kubaca, namun sampai saat ini aku lupa buku apa saja dan apa isinya. Inilah yang kemudian menggerakkanku untuk membuat label ini dalam blog.

“isi rak buku” ini akan menjadi wadah untuk menuliskan isi beberapa buku yang kubaca. Mungkin hanya akan berbentuk ringkasan, kritik buku, atau resensi lengkap. Aku berharap dengan menuliskannya, aku bisa mengingat lebih lama dan bisa membagikannya pada orang lain yang membacanya sehingga ilmu yang kudapatkan lebih berkah. Selain itu, dengan menuliskannya aku akan tahu berapa buku yang kubaca dalam setahun. Semoga dengan dibuatnya “isi rak buku” ini semangat membaca dan menulisku semakin bertambah...
selamat membaca, sobat!
Sabtu, 12 November 2011 0 komentar

Merenung lagi dan lagi

Dan akupun sadar, aku tengah menyusun beberapa keping puzzle dg berbagai macam bentuk. Mungkin memang belum banyak kepinngan yang kususun, tapi semuanya menjadi lebih istimewa karena bisa membuatku melihat kehidupan dari beberapa sisi. Seseorang pernah juga berkata, aku tengah menyulam kehidupan dengan benang warna-warni. memang tak mudah, tapi aku tak boleh dan tak akan menyerah karena kuyakin dg kasih sayang dan kekuatan Allah, susunan puzzlenya akan lebih memukau, sulamannya pun akan lebih menarik...
karena memang seperti inilah hidup...
Kamis, 10 November 2011 0 komentar

30 November ku

Dua hari lalu, seorang teman mengingatkan akan tanggal 30 november, ulang tahunku. Aku tersenyum simpul, teringat tanggal 30 November itu Timnas Indonesia akan bertanding melawan LA Galaxi, dimana David Becham sekarang menjadi bagian dari tim itu. Semoga Bambang Pamungkas dan kawan-kawan mempunyai mental yang kuat dan bisa bermain optimal saat pertandingan itu. 

Selain ingat pertandingan sepak bola, aku juga ingat 3 tahun lalu pernah menuliskan uneg-uneg tentang 30 november. Akupun membuka-buka hardisk lama dan jrenggg.... kutemukan ia disalah satu folder rahasia.

Hari ini tanggal 30 November 2008…

Waktu menunjukkan pukul 4.10 pagi saat tiba-tiba ponselku bergetar beberapa kali, Ibu mengingatkan hari ini aku sudah semakin tua...
Pagi-pagi sekali aku sudah menerima sms tak biasanya dari sahabat-sahabat dan teman lama. Aku tersenyum sendiri membacanya… ternyata mereka masih mengingatnya. Aku merasa beruntung karena mereka masih mengingatku :)

Happy Birthday To Me... Happy Birthday To Me…
Semoga aku menjadi lebih baik… amin…
Apa arti hari lahir untukmu?
Bagiku hari lahir memiliki arti yang begitu mendalam dan menjadi hari istimewa, karena  pada hari tersebut untuk pertama kalinya aku terdengar menangis. Saat itu pula aku ditimang para manusia luar biasa, bisa merasakan betapa segarnya air susu ibu, betapa lembut dan hangatnya pelukan orang tua. Dari hari itu pula aku bisa tahu sudah berapa lama berada di dunia fana ini. Tentunya masih banyak lagi hal lain yang menjadikan hari lahir menjadi istimewa.

Namun bagaimanapun, bagiku tak ada perayaan istimewa untuk memperingatinya. Dalam keluargaku tak pernah ada yang namanya pesta dan kue ulang tahun, karena dalam islam tidak mengenal perayaan ulang tahun, yang ada adalah ”Semakin hari dan setiap waktu, jatah waktu kita di dunia semakin berkurang sehingga semakin hari harus semakin baik”.  Today is better than yesterday, but tomorrow will be the best. Jadi meski hari itu adalah hari istimewa, tapi tetap saja tak akan ada perayaan spesial apalagi hura-hura tak jelas.

Meski tak ada perayaan istimewa, selalu ada saja hal yang membuat hari itu menjadi istimewa. Ada beberapa momen juga yang tak terlupakan di tanggal 30 november tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa kali di tanggal 30 November pada masa-masa SD, secara kebetulan aku terkena tifus. Paling sebentar 1 bulan aku harus belajar dirumah tanpa pergi kemana-mana. Biasanya di awal sakit itu, ayah akan menggendongku pergi ke dokter spesialis Anak, aku ingat namanya dr. Hidayat. Karena sering sakit itulah aku jadi sering bertemu dengan pak dokter saat masih SD.
Pernah di masa SMP pada tanggal 30 November, saat pulang sekolah tubuhku dipenuhi adonan kue bolu dari telur, tepung hingga air selokan. Saat itu memang masa-masa aneh, dimana kami berfikir hal semacam itu merupakan salah satu kado ulang tahun teman-teman, tanda kepedulian dan sayang mereka. Padahal sebenarnya jelas hal itu jauh dari tuntunan islam.
30 November tahun 2001, seorang bayi perempuan lahir. Ia menjadi adik perempuanku yang kedua, menjadi anak ke tujuh dalam keluarga kami. Jadilah ia kado ulang tahun yang paling membahagiakan untukku saat itu, sampai-sampai aku juga yang memberikannya nama fannisa muslimah.
Saat ingin meluapkan curahan hati di tanggal 30 November 2003, aku menulis sesuatu di salah satu halaman kosong buku favoritku:
”Dear...!
Happy Birthday to me.
Ada semilyar kenangan setelah aku jalani tahun ke-17 ku.
Ada setitik resah di benakku.
November ini kelabu!
Biasanya aku sempoyongan, akhirnya tertidur tanpa merasa lelap dalam waktu.
November kini merenggut hakku.
Tapi hadirkan bahagia yang teramat sangat
Hingga aku tahu,
Bagaimana cara menyambutnya dengan indah”.
Happy Birthday To Me.
30 November 2005, di halaman kertas yang sama, aku sambung curahan hati tahun sebelumnya dengan lebih optimis dan ungkapkan keinginan lain:
Dear...
Happy Birthday To Me.
Masih ada semilyar kenangan tertata rapi dalam pandanganku.
November ini tak sekelabu dulu.
Tahun Ke-19, aku akan tersenyum menapaki perjalananku.
Meski pedih atau bahagia.
November ini...
Aku mengharapkan Pangeran dari Tuhan menemukanku,
Mengulurkan tangannya tanda setia hingga ke syurga.
Suatu pagi tepat di usia ke-20 saat baru saja bangun dari tidur, seorang laki-laki tampan berbisik ”Selamat  Ulang tahun, Cinta!” menciumiku mesra...
Ialah suamiku, yang pada tanggal 8 Juli 2007 melafalkan janji setianya untuk menjadi suamiku. Rupanya Allah kabulkan pintaku tahun lalu.
Di usia 22 tahun ini, Allah menitipkan janin berusia 2 bulan dalam rahimku. Semoga aku bisa optimal menjaganya, semoga Allah menjaga kami dan memudahkan segala urusannya… Akhirnya aku akan menjadi seorang ibu. Alhamdulillah.

Akan ada kisah-kisah indah lain di 30 November tahun-tahun berikutnya…
Semoga Allah masih memberikanku kesempatan… Amin…
0 komentar

Menulis dan menulis


Menulislah hari ini…
luangkan waktu setiap hari, walau hanya satu dua kalimat yang kau tulis.
Libur adalah hal yang berbahaya

 Ya, beberapa kalimat itulah yang masih kuingat dari buku yang tadi ku baca di bis saat perjalanan menuju kampus. Intinya... jika ingin menjadi penulis, ya tidak ada kata yang lain kecuali menulis menulis dan menulis... menulislah hari ini juga...
Pertanyaannya...
”masihkah aku ingin menjadi seorang penulis?”
”kenapa aku ingin menjadi seorang penulis?”
”seberapa besar keinginan itu?”
”yakinkah aku dengan apa yang aku inginkan?”
”mampuhkah aku menuliskan sesuatu yang bermanfaat?”
masih banyak lagi tanya yang hadir dalam benak ^_’
Setidaknya, aku tahu jawaban untuk pertanyaan pertama...
”ya...” ^_^
mungkin karena itulah aku kembali memotivasi diriku, membaca buku, dan tentunya... menuliskan sesuatu.
Menjadi seorang penulis memang tlah lama ku impikan, awalnya karena aku merasa penulis adalah profesi yang cocok bagi wanita yang ingin berkarir namun tetap berada dirumah dengan suami dan anak-anak, tetap menyiapkan sarapan untuk mereka, menata rumah setiap waktu, memasak dan tentunya tetap bersosialisasi dengan tetangga...
Lalu...
Tidak hanya itu, penulis juga tetap bisa bersosialisasi dengan banyak orang, masih bisa bertemu dengan banyak orang di seminar-seminar, workshop dan tentunya masih bisa berbagi ilmu dengan banyak orang.
Menjadi seorang penulis akan membuat kita lebih sering membaca, terus mencari ilmu, senantiasa haus akan informasi, menggali potensi yang Allah anugerahkan pada kita.
Kita tidak akan stagnan... fikiran kita akan terus berkembang sehingga kita bisa lebih cerdas.
Dan entah kenapa hari ini hasrat itu kembali datang...
Hari ini, aku memang kembali termotivasi untuk dapat berkarya
Berawal dari duduk di samping seorang ustadzah lulusan ummul qura Makkah sebagai seorang mc, aku merasa kembali hidup.
Hatiku berkata hal ini... karena aku kembali berbicara didepan forum non akademik setelah beberapa bulan vakum, tidak lagi memimpin rapat, diskusi anak2 ataupun menjadi seorang mc.  Ya, aku merasa kembali hidup...
Rasa itu masih ku abaikan...
Lalu pada jam berikutnya selama pelajaran AIK berlangsung, aku bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering tak terduga...
Hingga aku berfikir... ”sesungguhnya Allah memberikanku potensi yang tidak diberikan pada orang lain, namun mengapa aku tidak menggali dan tak memanfaatkannya?”
Selama ini aku hanya merasa menjadi seseorang yang begitu lemah dan tak punya kekuatan hingga aku lebih senang berdiam diri, bermalas-malasan???
Jika oranglain dapat menyadari dan menggali potensi mereka, kenapa aku tidak???
Semua ini bukan karena aku lebih baik dari orang lain tapi karena aku merasa tidak mensyukuri nikmat dari Allah.
Ya...
Aku yakin ”allah memberikanku potensi yang begitu besar, dan aku harus menggalinya. Aku harus dapat memanfaatkannya, aku harus bisa membangkitkan energi untuk dapat melejitkan potensi itu”
Karena itu adalah bentuk syukur kita pada Allah.
Ada satu hal yang sebenarnya akhir2 ini sering ku ingat
”keluarlah dari posisi nyamanmu”
aku memaknainya dengan ”jangan terlena dalam kemalasan” lakukan sesuatu, berkaryalah, buatlah sejarah hebat...

Ah, mungkin tulisan ini acak2an, alurnya tak jelas dan begitu kacau
Tapi aku tidak akan memikirkan itu dulu, hanya akan menuliskan sesuatu yang ingin ku tuliskan

Lagi-lagi, curhatan yang dulu kutulis menggelitikku... :)
aku tak kan merubah alurnya yang acak-acakkan sekarang,
karena aku lebih ingin menuliskan apa yang kurasa hari ini, tentunya dg lebih baik.


0 komentar

Cinta Chloe ^^

Tiba-tiba saja ingin memposting curhatan yang dulu pernah kutulis...

Hampir larut… di tanggal 1 mei 2008…
Mas cintaku tengah tertidur lelap sejak tadi, aku memang hanya menemaninya sebentar, menyelimuti dan menciuminya lalu beranjak...
Kini baru saja selesai nonton “smallvile”, serial favorit sejak SMA yang sudah kutinggalkan sejak serial seri pertama usai.  
Sejak smallvile seri 2 ditayangkan aku memang jarang sekali mengikutinya, bisa dihitung jari...
hanya saja malam ini saat agak lelah mengerjakan tugas AIK, aku selingi menyimak beberapa menit.
Beberapa menit mengharukan, membuatku termenung, berfikir sampai akhirnya ingin menuliskannya...

Cinta chloe... seorang jurnalis cantik, cerdas, tulus, tegas, enerjik, dan kuat (itu versiku).
Ia menjadi satu-satunya sahabat clark kent (si tokoh utama) yang mengetahui rahasia kekuatan, latar belakang, bahkan perasaan clark.
Clark tak bisa menyembunyikan sesuatu padanya, padahal dalam cerita tersebut clark mencintai seorang wanita bernama Lana Lang yang di serial smallvile seri 2 telah berhasil ia jadikan kekasih.
Itulah yang ingin ku kupas...

Di akhir episode malam ini...
Clark termenung di kamar sepinya, chloe datang dan mengawali obrolan
”kau terlihat sehat untuk seorang mayat”,
saat itu ceritanya clark meninggal karena tembakan peluru yang menembus jantungnya. Ia hidup kembali karena jor-el ayah kandungnya memberikan kekuatannya kembali, mengembalikan clark pada asalnya menjadi kar-el si  super hero dari planet krypton dan bukan manusia biasa. 
”aku mendengar kejadian di rumah sakit...” lanjutnya,  dan bla... bla... bla...
dan seperti biasa, clark akan menceritakan semuanya...
ia bahkan mengungkapkan dan memperlihatkan luka tembakan di bagian dada yang sama sekali tak berbekas.
Clark menceritakan semua yang ia rasakan dengan jujur.
Begitu dalam, hingga saat ia mengakui tidak dapat berkata apapun pada Lana... Chloe melontarkan perasaan terdalamnya, yang sebenarnya adalah ungkapan cinta terdalamnya pada clark...
”Dengan menjadi satu-satunya orang yang mengetahui semua rahasia tentang kau.... aku merasa menjadi orang yang istimewa”.
Ungkapan sederhana yang membuatku merenungkan sesuatu...

Clark mungkin sebenarnya lebih mencintai chloe, namun ia tak menyadarinya hanya karena status ”sahabat”.
Status  yang dapat menyembunyikan rasa cinta yang begitu besar. hingga bila tidak lagi bisa membendungnya, maka persahabatan itu hanya akan menjadi air mata atau tawa...
Bagaimana mungkin cinta itu tak ada bila ada kepercayaan diantara laki-laki dan perempuan yang begitu besar, bila ia jadikan tempat berbagi suka duka, bila ada kedekatan yang begitu luar biasa.
Perasaan cinta mereka ungkapkan dengan cara berbeda, dengan ungkapan yang lebih tulus meski semuanya tertutupi oleh kata sahabat.
Sebenarnya dari cerita itu aku ingin mengungkapkan bahwa hal itu banyak terjadi dalam kehidupan nyata, dimana seorang pasangan lebih mempercayai orang lain. Lebih mempercayai lawan jenis yang ia sebut sahabat, teman atau sebutan lainnya.

Kisah percintaan terselubung juga sering terjadi diantara dua orang sahabat lawan jenis karena kedekatan, keterbukaan, kenyamanan seseorang tiap kali berbagi dan berada disamping sahabatnya yang lawan jenis. Ada beberapa kisah yang kutahu dimana cinta tumbuh diantara dua orang sahabat lawan jenis tanpa mereka sadari kapan, dimana dan bagaimana awalnya...
Dan ini sepatutnya kita waspadai.
Apalagi bagi pasangan yang telah melafalkan janji setia sehidup semati dalam akad nikah yang begitu sakral. Jadikanlah suami atau istri kita satu-satunya lawan jenis yang menjadi sahabat yang kita jadikan tempat berbagi, dimana kepercayaan tumbuh dari waktu ke waktu, sehingga kecintaan kita semakin besar untuknya dan tak kan pernah ada cinta terselubung untuk orang lain...
           
Tiba-tiba aku meliriknya, seseorang yang tengah tertidur lelap...
Ya, aku menyadari sesuatu... ia satu-satunya laki-laki yang kini kujadikan tempat berbagi cerita, kasih, tawa, duka, dan tak ada yang lainnya. Ia yang kini memiliki hatiku, hingga aku tak bisa membaginya dengan yang lain...
Ia yang hampir satu tahun ini membuatku tak bisa dekat dengan laki-laki lain karena kecintaanku tertumpah untuknya, hingga sering aku takut bahwa cinta untuknya lebih besar dari pada cinta pada pemilikku, pemiliknya, pemilik cinta...
Semoga Allah senantiasa membimbing kami, amin...

I love u, cinta...
Love u so much...



0 komentar

Episode-episode haru

Hati tengah tak karuan rasanya.... to be in a whirl...
there are many things in my head, sampai speechless dan hanya bisa ternganga saja!

Kabar hari ini cukup membuatku berfikir tentang banyak hal. Bukan karena memikirkan orang lain, tapi lebih karena cermin diri yang sepertinya terlalu aneh dilihat.
Tiba-tiba tergambar jelas beberapa episode kehidupan dalam ingatan.

Terlihat anak perempuan yang masih TK saat itu tengah menyebutkan seluruh propinsi di Indonesia beserta ibu kotanya. Ia juga melafalkan surat-surat pendek Al-qur'an dan ayat-ayat pilihan beserta artinya dengan begitu fasih. Terndengar ia tengah berceloteh ceria menjawab pertanyaan ibunya tentang banyak hal.

Anak perempuan itu dengan penuh percaya diri bercuap-cuap dalam bahasa inggris dengan seorang teman sebayanya di depan ribuan wisudawan-wisudawati UNINUS Bandung. Tanpa ragu ia berada ditengah ribuan audiens itu, padahal usianya belum genap 8 tahun. Ia sempat mendapat penghargaan dan sekuntum bunga merah muda dari panitia acara tersebut. Bertemu dengan As'ad Humam, pencipta metode Iqro saat itu adalah kebanggan terbesarnya saat itu.

Di hari yang lain, ia pun dengan berani mendeklamasikan puisi yang dibuat ayahnya di tengah ratusan penonton acara imtihan, menjadi saritilawah bahkan menjadi pemain drama . Tampak juga saat-saat ia mendapatkan perhargaan dan hadiah kecil karena prestasinya di kelas.

Di beberapa kesempatan, anak perempuan itu terlihat menjadi seorang da'i cilik yang dengan fasihnya menguraikan masalah-masalah agama. Setidaknya bisa sampai setengah jam ia berbicara dengan percaya diri didepan ibu-ibu pengajian, tamu acara walimah, atau sekedar di acara silaturahmi biasa, baik di dalam maupun luar kota.

Suatu hari, tepatnya saat ia menginjak usia 7 tahun, ia terlihat bahagia melihat foto dan profilnya terpampang di beberapa koran dan majalah. Disana ia diumpamakan si “kecil-kecil cabe rawit” karena disamping memiliki prestasi baik dikelas, ia juga bisa menguasai 4 bahasa, yang tentu saja pada saat itu masih jarang anak kecil yang memiliki kemampuan seperti itu. Ia terlihat antusias saat membaca surat dari seorang fansnya, karena merasa ada orang yang begitu peduli padanya.

Saat berangkat ke sekolah, ia juga sempat membawa satu pak kerupuk yang akan ia titipkan dikantin sekolah. Saat pulang, ia akan menghitung berapa kerupuk yang tersisa dan mengambil uang hasil penjualannya. Saat kerupuknya laku terjual, ia akan tersenyum puas karena mendapat untung lebih banyak.

Saat SMP, ia terlihat lebih ingin menjadi diri sendiri dan memilih jalan lain. Lebih aktif berorganisasi dan lebih mengoptimalkan potensi akademiknya. Jadilah ia tak lagi menerima undangan untuk berceramah atau bercuap-cuap bahasa inggris di luar sekolah. Hanya saja, ia pernah sekali mengikuti acara perlombaan pidato di sekolahnya dan mendapat juara satu saat itu. Ia terkesan ingin keluar dari dunia kepopulerannya saat di SD dan menjadi lebih bebas. Saat kelas dua SMP, ia memberanikan diri menjejakkan kaki di puncak gunung gede pangrango. Menjadi suatu keharuan besar baginya saat bisa menatap bintang-bintang lebih dekat dari atas sana, karena ia begitu menyukai alam semesta hingga ia bercita-cita ingin menjadi astronom.

Tidak jauh dari masa-masanya di SMP, di SMA dia juga terlihat lebih aktif di organisasi. Ia menjadi seorang perencana, penyusun strategi, dan kader organisasi yang cukup aktif dan biasa memimpin. Ia pernah terlihat tengah menerima penghargaan atas lomba pidato tingkat SMA, juga pernah menjadi juara dua baca puisi sekabupaten. Puisi-puisinya memang biasa dipajang di mading sekolah, karena ia senang membuat puisi seperti ayahnya. Ia terbiasa menjadi yang pertama mengungkapkan pendapat di kelas, berani mendebat sesuatu yang ia anggap tidak benar. Sangat dekat dengan para guru di kelas karena ia bisa menyelesaikan soal-soal mereka di depan kelas.

Di sisi yang lain, ia tetap menyukai alam sehingga biasa ikut acara pecinta alam di sekolah. Ia bahkan pernah ikut refling untuk bisa menaklukkan rasa takutnya pada ketinggian. Tinggi badannya yang hanya 155 cm, tidak menyurutkan langkahnya untuk bergabung dengan tim basket di sekolah, karena memang basket adalah olahraga yang ia sukai. Di SMA, ia terlihat begitu sibuk karena padatnya aktivitas belajar dan organisasi. Dan itu berlanjut sampai ia kuliah di salah satu universitas di yogyakarta.

Beberapa episode itu membuatku tertegun haru, sekaligus bertanya-tanya tentang banyak hal. Pertanyaan-pertanyaan yang belum juga kutemukan jawabannya. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul karena kini anak perempuan itu tak ada lagi... akupun heran, kemana dia... entah apa yang sebenarnya membuatnya berubah menjadi begitu pemalu dan biasa bersembunyi, tak berani seperti dulu, tak percaya diri lagi. Entah apa yang salah, entah masa mana yang membuatnya menjadi begitu berbeda.

Entah akan ada lagi episode-episode mengharukan itu, atau tidak sama sekali. Menurutku, semuanya memang tergantung padanya... maukah ia bangkit atau tidak, tahukah ia bagaimana caranya bangkit atau tidak, akankah ia berani bangun dari tidur nyenyaknya atau tidak! Ia yang menentukan inginnya... ia sendiri... dan tentu saja Allah yang menunjukkan dan memberinya jalan...

semoga ada perubahan menjadi lebih baik, sehingga episode-episode mengharukan itu tidak hanya tergambar dalam ingatan... tapi bisa dirasakan lebih nyata. Bukan untuk mendapatkan kepopuleran, tapi untuk bisa lebih bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, ummat, dan tentunya untuk mendapat ridho Allah, membuktikan kesyukuran atas nikmat yang Allah beri dan anugerahkan. Aku yakin, pada dasarnya perempuan itu masih memiliki banyak potensi...

Wallahu a'lam.
Rabu, 21 September 2011 0 komentar

Kartu Romantis

Suatu sore, saat membuka akun friendster, kutemukan sesuatu yang tidak biasa. Ada satu kartu ucapan yang membuat hati begitu bahagia saat membacanya, aku menamakannya kartu romantis. Sekilas mungkin sederhana, tapi bagiku kartu ucapan ini menjadi kartu ucapan yang begitu berharga, karena suamiku tercinta yang mengirimkannya.

Kartu ucapan ini cukup memberikan banyak energi positif. Selain karena ia memulainya dengan memberikan do'a keselamatan yang membuatku merasa lebih disayangi, kartu ini juga terkesan sangat romantis yang menggambarkan kecintaannya yang besar padaku, istrinya. Ucapan pendeknya membuatku merasa begitu dicintai, disayangi, dilindungi, diberikan kepercayaan. Satu hal yang tak kalah pentingnya adalah ucapan sederhananya mengisyaratkan harapan besar suami padaku sebagai seorang calon ibu.

Kartu romantis ini menjadi sesuatu yang sangat berharga di kehamilan pertama, karena menunjukkan dukungan yang besar dari suami tercinta. Itulah mengapa aku sangat terkesan dan menyukainya.

Semoga kami menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah... amin!

Terimakasih mas... :)
0 komentar

Just for my Mom

Just for my greatest inspirator,
Sering aku merasa iri hanya karena kau kokoh seperti karang. Pernahkah terbersit untuk melarikan diri saat badai-badai besar itu menghantam? Karena sesungguhnya aku sering ingin melarikan diri.
Aku sering merasa kesakitan, Bahkan sudah terlalu sering aku teriak minta tolong. Tapi mengapa tidak denganmu? 
Terlalu sering ku merapuh menjadi tak berdaya, Lalu kenapa kau tidak? 
Kemulyaankah yang menjadikanmu seperti itu? Kalau begitu, ajarkan aku untuk menjadi sedikit lebih mulya
Cintakah yang mengokohkanmu? Maka ajarkan aku untuk memilikinya.

Just for my greatest inspirator,
Sering aku merasa iri hanya karena kau selalu bersimpuh tenang ramaikan malam dengan tilawah, hangatkan dinginnya dengan khusyunya shalatmu, terangi pekatnya dengan cinta.
Sementara aku pulas dalam mimpi, menyelimuti diri.
Ajarkan aku untuk menjadi sepertimu.

Just for my greatest inspirator,
Dapatkah aku sepertimu? Kala bunda tersenyum dalam ingatanku…

I miss u much, mom!

Minggu, 24 Juli 2011 0 komentar

Syukur Nikmat



Baru saja membaca status pendek dari fb seorang teman:  

“Jangan risaukan Nikmat yang belum kita miliki, tapi risaulah akan Nikmat yang belum kita Syukuri…”

Tiba-tiba saja mata ini berkaca-kaca. Bayangan pun terbang menyusuri jejak-jejak perjalanan yang telah lalu, betapa aku masih sering tak bersyukur. Masih sering merasa tak berdaya saat tak seperti orang lain yang lebih hebat, punya kemampuan lebih, punya fasilitas yang lebih baik, dan masih banyak lagi berbagai hal yang tak kudapatkan. "Tak seperti dan tak seberuntung orang lain", begitulah pada intinya. 

Akibatnya, aku menjadi orang naif yang hanya menyesali diri, sering membuat alasan, tak percaya diri, sering menyembunyikan diri, malas, tak kreatif, stagnan, bahkan mengasihani diri dan menjadi tak berkembang. Menjadi seseorang yang tak mampu melakukan hal besar karena tak bisa menemukan potensi diri dan hanya berlindung di balik status "istri dan seorang ibu".

Masih belum PANDAI BERSYUKUR...
Padahal aku tahu persis Allah berfirman: 
"Dan ingatlah ketika Rabb kalian memaklumkan: Jika kalian bersyukur niscaya Kami akan menambah dan jika kalian mengkufuri sungguh azab-Ku sangat pedih.”
bahkan dalam surat Ar-Rahman dikatakan:  
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
sering mendengar sabdaNya, tapi masih sulit mengimplementasikan. 
Kejahilan dan kelalaianlah yang menyebabkan kita tak bersyukur nikmat, kata Ibnu Qudamah Rahimahullah. Itulah masalah besarnya, kita masih jahil dan lalai. Dalam keadaan tak bersyukur seperti itulah kemudian jiwa menjadi rapuh dan semakin rapuh. Lalu bagaimana kita bisa lebih tentram dengan bersyukur?  

Ibnul Qayyim rahimahullahu menjelaskan: “Syukur itu bisa dilakukan oleh hati dgn tunduk dan kepasrahan oleh lisan dgn mengakui ni’mat tersebut dan oleh anggota badan dgn ketaatan dan penerimaan.” mungkin itulah memang kuncinya...
Mengakui setiap nikmat yang Allah berikan, yang kecil ataupun yang besar. Tidak terperdaya dengan apa yang dimiliki orang lain, lebih sering melihat orang lain yang tak seberuntung kita...

Semoga aku bisa menjadi manusia yang lebih bersyukur...
amin...

 
;