Sabtu, 18 Mei 2013 0 komentar

Belajar Memahami dan Mengelola Emosi Anak Bersama Kak Seto



Buku seri cerdas emosi berjudul “Membantu anak balita mengelola ketakutan” ini menjadi buku pertama yang kupinjam dari Perpusda Salatiga. Selain karena materinya cocok untukku yang mempunyai anak balita, buku ini juga menjadi lebih menarik karena narasumber buku ini adalah kak seto. Siapa tak kenal kak seto di negeri ini. Psikolog anak yang mempunyai nama lengkap Seto Mulyadi ini memang sudah tak diragukan lagi pengalamannya dengan dunia anak-anak. Karena itulah aku selalu tertarik untuk mengetahui pandangannya tentang pendidikan, pola asuh, dan segala hal tentang anak-anak darinya. Dan menemukan buku ini adalah keberuntungan tersendiri untukku.

Kita selaku orangtua, terutama seorang ibu yang selalu berinteraksi dengan anak memang wajib memiliki pengetahuan mengenai cara-cara mengasuh dengan pola asuh yang benar, mendidik, dan memahami anak dengan sebaik-baiknya. Salah satu hal penting yang harus difahami adalah cara mengelola emosi anak, terutama anak balita yang pada umumnya mempunyai sifat egosentis, dimana anak masih sangat berpusat pada diri sendiri, mau menang sendiri, memikirkan apapun dari sudut pandangnya sendiri. Bila ibu dan ayah tidak memahami dan tidak dapat mengarahkan kecenderungan ini, maka akan berdampak pada pribadi anak dimasa selanjutnya. 

Emosi anak memang seharusnya dikelola secara positif dan penting untuk dilatih sejak dini, dengan begitu anak-anak dapat tumbuh lebih baik dan memiliki kepribadian yang menyenangkan. Dengan pola pengasuhan yang dapat mencerdaskan emosi, anak-anak kita akan menjadi pribadi yang positif, berani, santun, terbuka, mudah beradaptasi, mandiri dan menyenangkan. Begitulah kira-kira yang kufaham lebih lanjut dari pemaparan kak seto dalam buku ini.

Beberapa poin penting yang juga kupelajari dari buku ini dan seoptimal mungkin selalu ingin bisa kulakukan, diantaranya adalah:
Pertama, kita selalu orangtua harus bisa menjadi pendengar yang baik, memahami kondisi anak, terutama yang masih balita. Sebisa mungkin harus bisa membantu anak untuk mengungkapkan perasaannya, karena “tidak ada perasaan yang salah” seperti yang dituliskan diawal bab buku ini. Mengekspresikan perasaan bukanlah hal yang salah, terutama mengungkapkan secara terbuka pada orangtua begitulah intinya. Sejauh ini, aku sendiri memang terbiasa menuntun ‘ayyasy untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan. Misalnya saja saat tiba-tiba dia menangis sejadi-jadinya, mengamuk dan tak bisa mengungkapkan apa yang ingin ia katakan, bahkan sepertinya ia tak tahu apa yang ia rasakan, aku biasa membicarakannya pelan-pelan padanya. “adek sedih karena…. ,iya?” atau  “adek marah ya karena umi begini …. atau abi begini… “ jadi memang sebisa mungkin memberitahunya bahwa yang ia rasakan itu sedih, marh, kecewa, ataupun bahagia. Tentunya dengan melihat sebab-sebabnya terlebih dahulu. Yah, sikap dan caraku memang belum sebaik yang seharusnya, tapi setidaknya semakin hari aku semakin banyak belajar dan memperbaikinya. Aku ingin ‘ayyasy tahu dan merasa bahwa aku bisa memahaminya dan bisa menjadi orang yang ia percaya.

Kedua, kita sebagai orangtua sudah sepatutnya menjadi contoh yang baik, karena katanya bagi mereka kita dijadikan pahlawan dan idola mereka. Menurut beberapa referensi yang pernah saya baca, anak-anak terutama balita memang sangat mudah meniru. Jadi harus sebisa mungkin menjadi uswatunhasanah bagi mereka.

Ketiga, karena buku ini juga banyak menyuguhkan serba-serbi tentang ketakutan, dari sebab sampai tips dan trik mengatasinya, maka hal ini membuatku lebih banyak mengintrospeksi diri, karena ternyata setelah membaca poin demi poin tentang cara mengelola emosi anak, masih banyak kesalahan yang kulakukan saat mengasuh dan mendidik ayyasy.
Jadi, mau lebih banyak memahami tentang hal ini? Karena bukunya menarik dan asyik untuk dijadikan sumber pengetahuan, maka Lahaplah buku ini senikmat mungkin, mari sama-sama berusaha mengasuh dan mendidik anak-anak kita lebih baik lagi.  

Selamat membaca!
0 komentar

MEMBACA LAGI dan LAGI



Salah satu program rutin Homeschooling ‘Ayyasy, anakku yang sebentar lagi menginjak umur 4 tahun adalah mengunjungi perpustakaan daerah yang ada di kota kecilku, Salatiga. Perpusda Salatiga kini memang lebih menarik dibandingkan dulu. Selain karena lokasinya yang lebih dekat dari tempat tinggal kami, bangunannya yang baru pun lebih menarik karena lebih nyaman untuk dijadikan tempat membaca dan belajar. Yang paling menarik lagi adalah karena koleksi bukunya lebih beragam dan bagus. Sampai-sampai ‘ayyasy pun antusias untuk datang dan membaca di perpusda. Alhamdulillah! Senang sekali membersamai ‘ayyasy yang antusias memilih buku mana yang ingin ia baca(walau masih harus dibacakan karena belum bisa membaca), membacakan cerita yang ingin ia dengar walau masih tak bisa bertahan lama, karena memang ia anak yang aktif, lebih senang jalan kesana-kemari. Mudah-mudahan ia akan selalu tertarik dan semangat membaca buku yang bermanfaat. Amin.
Mengunjungi perpustakaan memang akan kujadikan rutinitas yang menyenangkan, selain untuk membiasakan ‘ayyasy senang membaca (karena koleksi buku untuk anak-anaknya bagus dan menarik), aku juga berencana untuk memanfaatkan sebaik mungkin keberadaan perpusda untuk kebahagiaanku sendiri. Hehehe! Ingin lebih banyak buku yang kubaca setiap tahunnya. Sudah lama aku ingin membaca banyak buku bagus, tapi memang tidak semua buku bagus bisa kubeli, jadilah aku ingin memanfaatkannya perpus sebaik mungkin. Karena salah satu kebijakan perpusda ini memperbolehkan anggota meminjam bukunya maksimal 2 buku untuk 3 hari, maka 1 buku untukku, dan 1 buku untuk ‘ayyasy. Jadi kalau begitu, kami akan mengunjungi perpustakaan 3 hari sekali, mudah2an tidak bosan, malah tambah semangat baca sampai buku perpus kulahap habis semua! :D
Aku memang harus-betul-betul bersyukur karena saat ini beda dengan saat sekolah dulu. Aku lebih bebas, bisa membaca buku bagus semaunya, karena masa Kini tak harus banyak membaca buku pelajaran dan buku PR. Aku bisa memilih buku apa yang kusuka dan ingin kubaca. Jadi, buku apa yang betul-betul ingin kubaca?
BUKU YANG MAMPU MENGUBAHKU MENJADI LEBIH BAIK! 
Minggu, 24 Februari 2013 0 komentar

Daftar Keinginanku

Ini dia beberapa hal yang kuinginkan…
  1. Bisa menjadi istri sholihah, karena istri sholihah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia dan kelak syurga baginya
  2. Bisa menjadi ibu cerdas bagi anak-anak, karena ia adalah madrasah pertama bagi anak dan pendidik utama yang kelak akan melahirkan generasi sholih sholihah terbaik
  3. Bisa menjadi putri sholihah bagi orang tua, karena ia adalah penghibur hati di dunia, qurrata a’yun dan kelak dapat memudahkan orang tua masuk syurga
  4. Bisa menghafal, memahami, dan mengajarkan Al-Qur’an. Bukan hanya menghafalnya saja. Karena banyak kemanfaatan dan keutamaan bagi penghafal alqur’an terutama bila dapat mengamalkan dan mengajarkannya.
  5. Bisa menghafal banyak hadist, dengan begitu perjalanan hidup lebih terarah karena mengikuti petunjuk Rasulullah SAW.
  6. Bisa menulis banyak buku yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat,karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya
  7. Bisa menguasai bahasa inggris dengan fasih, dengan begitu mencari ilmu In Sya Allah bisa lebih mudah dan bisa berkomunikasi  lebih baik dengan banyak orang dari negara lain.
  8. Bisa menguasai bahasa arab, karena bahasa arab adalah bahasa Alqur’an. Dengan mempelajarinya, akan lebih mudah juga memahami alqur’an dan hadist
  9. Bisa kuliah di IOU sampai selesai, setidaknya ikut program diplomanya dulu. Dengan begitu aku bisa mendapatkan lebih banyak ilmu
  10. Bisa pergi haji, mengunjungi ka’bah, masjidil haram, masjid nabawi, menunaikan rukun islam yang ke 6. Ingin sekali bisa berdo’a langsung disana.
  11. Bisa pergi ke luar negeri, mengunjungi eropa, australia atau jepang.
  12. Bisa menjadi penulis untuk beberapa media massa, menyampaikan banyak hal yang bermanfaat dengan menajamkan pena
  13. Bisa mempunyai perpustakaan dengan seribu buku bahkan lebih dan bisa membacanya, karena buku adalah jembatan ilmu, dan jendela dunia
  14. Selalu mempunyai koneksi internet karena banyak hal bermanfaat di dalamnya
  15. Bisa menjadi entrepreneur women seperti khadijah
  16. Bisa menyantuni orang-orang membutuhkan, fakir miskin, anak yatim, berjihad dengan harta.
  17. Bisa menjahit pakaian sendiri, anak-anak, juga suami dan lebih kreatif merancang busana
  18. Bisa memiliki kamera photo professional untuk mengabadikan momen dan tempat dengan penuh makna, karena kita tak bisa kembali ke masa lalu. Namun foto akan dapat mengembalikan banyak memori masa lalu
  19. Bisa mempunyai anak-anak penghafal alqur’an yang cerdas dan bermanfaat bagi umat
  20. Bisa berbicara dengan baik di hadapan publik
  21. Bisa memiliki rumah impian. Rumah yang tidak terlalu kecil, tidak terlalu besar, namun tetap bersih, tertata, penuh kenyamanan dan ketenangan bagi penghuninya. Didalamnya anggota keluarga menuntut ilmu, membaca alqur’an, hadist, penuh keceriaan dan kelapangan hati
  22. Mendapatkan rumah di syurga, menjadi bidadari syurga yang mendampingi suami tercinta, berkumpul dengan sanak keluarga dengan bahagia
  23. Bisa punya blog dengan tulisan-tulisan bermanfaat dan syarat ilmu
  24. Bisa masak!
  25. Bisa punya teleskop untuk mengamati ruang angkasa! Asyik banget tu kayaknya, aku suka banget mengamati ruang angkasa.
  26. Bisa berkunjung ke boscha atau observatorium lainnya, mau banget liat ruang angkasa, kekuasaan Allah yang satu ini secara langsung.
  27. Aku mau ngerasain naik jet coaster... :)

Akan ada keinginan-keinginan lainnya lagi untuk diwujudkan satu persatu, semoga Allah memudahkan, mengabulkan, merahmati dan memberkahinya.
Amin…
0 komentar

curhat jam 1 malam

SERINGNYA apa-apa yang kita KHAWATIRKAN SAAT INI TIDAK TERJADI DI MASA DEPAN.
Lalu mengapa harus susah-susah merasa khawatir dan terlalu cemas?

*Lagi belajar biar gak jadi orang yang terlalu khawatiran :)
0 komentar

Another Story part 2

Untuk sahabat yang ingin menikah, snilahkan ini dibaca! Artikel ini disalin dari almanhaj.or.id

TATA CARA PERNIKAHAN DALAM ISLAM

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara pernikahan berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih sesuai dengan pemahaman para Salafush Shalih, di antaranya adalah:

1. Khitbah (Peminangan)
Seorang laki-laki muslim yang akan menikahi seorang muslimah, hendaklah ia meminang terlebih dahulu karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain. Dalam hal ini Islam melarang seorang laki-laki muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيْعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ، حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ.

“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya.” [1]

Disunnahkan melihat wajah wanita yang akan dipinang dan boleh melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahi wanita itu.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا إِلَى مَا يَدْعُوْهُ إِلَى نِكَاحِهَا، فَلْيَفْعَلْ

“Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang seorang wanita, jika ia bisa melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah!” [2]

Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallaahu ‘anhu pernah meminang seorang wanita, maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya:

أُنْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا

“Lihatlah wanita tersebut, sebab hal itu lebih patut untuk melanggengkan (cinta kasih) antara kalian berdua.” [3]

Imam at-Tirmidzi rahimahullaah berkata, “Sebagian ahli ilmu berpendapat dengan hadits ini bahwa menurut mereka tidak mengapa melihat wanita yang dipinang selagi tidak melihat apa yang diharamkan darinya.”

Tentang melihat wanita yang dipinang, telah terjadi ikhtilaf di kalangan para ulama, ikhtilafnya berkaitan tentang bagian mana saja yang boleh dilihat. Ada yang berpendapat boleh melihat selain muka dan kedua telapak tangan, yaitu melihat rambut, betis dan lainnya, berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya.” Akan tetapi yang disepakati oleh para ulama adalah melihat muka dan kedua tangannya. Wallaahu a’lam. [4]

Ketika Laki-Laki Shalih Datang Untuk Meminang
Apabila seorang laki-laki yang shalih dianjurkan untuk mencari wanita muslimah ideal -sebagaimana yang telah kami sebutkan- maka demikian pula dengan wali kaum wanita. Wali wanita pun berkewajiban mencari laki-laki shalih yang akan dinikahkan dengan anaknya. Dari Abu Hatim al-Muzani radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَانْكِحُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوْا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ.

“Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.’” [5]

Boleh juga seorang wali menawarkan puteri atau saudara perempuannya kepada orang-orang yang shalih.

Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Bahwasanya tatkala Hafshah binti ‘Umar ditinggal mati oleh suaminya yang bernama Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, ia adalah salah seorang Shahabat Nabi yang meninggal di Madinah. ‘Umar bin al-Khaththab berkata, ‘Aku mendatangi ‘Utsman bin ‘Affan untuk menawarkan Hafshah, maka ia berkata, ‘Akan aku pertimbangkan dahulu.’ Setelah beberapa hari kemudian ‘Utsman mendatangiku dan berkata, ‘Aku telah memutuskan untuk tidak menikah saat ini.’’ ‘Umar melanjutkan, ‘Kemudian aku menemui Abu Bakar ash-Shiddiq dan berkata, ‘Jika engkau mau, aku akan nikahkan Hafshah binti ‘Umar denganmu.’ Akan tetapi Abu Bakar diam dan tidak berkomentar apa pun. Saat itu aku lebih kecewa terhadap Abu Bakar daripada kepada ‘Utsman.

Maka berlalulah beberapa hari hingga Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam meminangnya. Maka, aku nikahkan puteriku dengan Rasulullah. Kemudian Abu Bakar menemuiku dan berkata, ‘Apakah engkau marah kepadaku tatkala engkau menawarkan Hafshah, akan tetapi aku tidak berkomentar apa pun?’ ‘Umar men-jawab, ‘Ya.’ Abu Bakar berkata, ‘Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang menghalangiku untuk menerima tawaranmu, kecuali aku mengetahui bahwa Rasulullah telah menyebut-nyebutnya (Hafshah). Aku tidak ingin menyebarkan rahasia Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Jika beliau meninggalkannya, niscaya aku akan menerima tawaranmu.’” [6]

Shalat Istikharah
Apabila seorang laki-laki telah nazhar (melihat) wanita yang dipinang serta wanita pun sudah melihat laki-laki yang meminangnya dan tekad telah bulat untuk menikah, maka hendaklah masing-masing dari keduanya untuk melakukan shalat istikharah dan berdo’a seusai shalat. Yaitu memohon kepada Allah agar memberi taufiq dan kecocokan, serta memohon kepada-Nya agar diberikan pilihan yang baik baginya. [7] Hal ini berdasarkan hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu sebagaimana mengajari surat Al-Qur'an.” Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua raka’at, kemudian membaca do’a:


اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ (وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ) خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ) فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: فِيْ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan ke-Mahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu yang Mahaagung, sungguh Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Engkaulah yang Maha Mengetahui yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya terhadap diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘..di dunia atau akhirat) takdirkan (tetapkan)lah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah atasnya. Akan tetapi, apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini membawa keburukan bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya kepada diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘...di dunia atau akhirat’) maka singkirkanlah persoalan tersebut, dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkan (tetapkan)lah kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berikanlah keridhaan-Mu kepadaku.’” [8]

Dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Tatkala masa ‘iddah Zainab binti Jahsy sudah selesai, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Zaid, ‘Sampaikanlah kepadanya bahwa aku akan meminangnya.’ Zaid berkata, ‘Lalu aku pergi mendatangi Zainab lalu aku berkata, ‘Wahai Zainab, bergembiralah karena Rasulullah mengutusku bahwa beliau akan meminangmu.’’ Zainab berkata, ‘Aku tidak akan melakukan sesuatu hingga aku meminta pilihan yang baik kepada Allah.’ Lalu Zainab pergi ke masjidnya. [9] Lalu turunlah ayat Al-Qur'an [10] dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam datang dan langsung masuk menemuinya.” [11]

Imam an-Nasa’i rahimahullaah memberikan bab terhadap hadits ini dengan judul Shalaatul Marhidza Khuthibat wastikhaaratuha Rabbaha (Seorang Wanita Shalat Istikharah ketika Dipinang).”

Fawaaid (Faedah-Faedah) Yang Berkaitan Dengan Istikharah:

1. Shalat Istikharah hukumnya sunnah.

2. Do’a Istikharah dapat dilakukan setelah shalat Tahiyyatul Masjid, shalat sunnah Rawatib, shalat Dhuha, atau shalat malam.

3. Shalat Istikharah dilakukan untuk meminta ditetapkannya pilihan kepada calon yang baik, bukan untuk memutuskan jadi atau tidaknya menikah. Karena, asal dari pernikahan adalah dianjurkan.

4. Hendaknya ikhlas dan ittiba’ dalam berdo’a Istikharah.

5. Tidak ada hadits yang shahih jika sudah shalat Istikharah akan ada mimpi, dan lainnya. [12]

[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa Bogor - Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa'dah 1427H/Desember 2006]


0 komentar

Don't worry, be happy

"Berbahagialah, sobat!"
ku katakan padanya sore itu dengan mantap, walau hanya melalui sambungan telfon. sahabatku yang satu ini memang tengah galau dan terluka, terdengar putus asa dan penuh kebencian karena memendam sakit yang teramat sangat. memang tak ada yang bisa kulakukan saat itu kecuali memberikan support padanya via telfon. 
kuyakinkan ia untuk memilih berbahagia daripada terpuruk penuh luka, menjadi tak berarti dan hanya menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu yang tak ada manfaatnya. 
yah, bagiku menjadi bahagia atau tidak itu adalah pilihan. menjadi orang yang berbahagia bukan berarti tidak merasakan perih, kecewa, terpuruk dan sakit. karena memang kesedihan itu sendiripun merupakan fitrah manusia. 

Menjadi bahagia berarti memilih untuk khusnudzan pada Allah atas setiap ketentuan yang ia tetapkan. senantiasa menyadari bahwa ujian akan selalu diberikan dalam bentuk apapun. meyakini bahwa akan ada hikmah yang lebih besar dibalik setiap cobaan yang datang, serta memilih untuk ikhlas menerima semua ketentuan itu dengan hati lapang. Kemudian memilih untuk melanjutkan hidup dengan penuh pengharapan pada Allah. menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih berkah.

Kenapa harus memilih untuk bahagia?
Karena manusia memang berhak merasakan kebhagiaan dan mempunyai kewajiban untuk berbahagia. Bukankah selain dengan tawa riang dan bersyukur padanya  kebahagiaan juga didapat karena kesabaran, tawakal dan ikhlas? 

Untuk bahagia memang kadang tidak mudah. karena biasanya kenyataan hidup tidak sesuai dengan keinginan dan harapan. Ingin A dapat B, Ingin B malah dapet C. yah begitulah. kenyataan hidup juga seringkali terlihat tak adil, musibah seringkali datang membuat hati terasa sempit. namun berkhusnudzanlah, bahwa Allah memang tengah menguji kita sebagai hambanya, tengah meninggikan derajat kita. Dengan senantiasa khusnudzan pada Nya, insyaallah kita akan selalu merasa bahagia.

Ingatlah apa yang pernah dikatakan Rasulullah mengenai hal ini: "sungguh menakjubkan perilaku orang mukmin, semua keadaan adalah baik baginya. Jika memperoleh kesenangan di abersyukur, dan yang demikian itu adalah baik baginya. Dan jika dia ditempa kesusahan, dia bersabar, dan yang demikian itu adalah baik baginya. perilaku seperti itu hanya ada pada diri seorang mukmin". (HR. Muslim dan Ahmad)

Semoga dengan menuliskan ini, khusnudzanku pada Allah senantiasa terjaga dan semakin bertambah keimananku dalam hati. amin!

Teruntuk sahabatku, marilah kita sama-sama berbahagia. orang sakit itu kalau mau sembuh jangan hanya terpaku pada rasa sakit dan penyakitnya, tapi fokus pada cara penyembuhannya. ingatkan kawan? semoga Allah selalu merahmati kita. amin...
Jumat, 22 Februari 2013 0 komentar

Another Story part 1

Ternyata butuh keberanian luar biasa untuk menjadi seorang mak comblang, seseorang yang menjadi perantara diantara dua orang yang ingin menikah. Apalagi kalau dua orang tersebut belum saling mengenal sebelumnya. 

Berawal dari curhatan si A, seorang teman dekat yang tengah menghadapi masalah dalam perjalanannya menuju pernikahan, membuatku merenung dan ingin ikut membantu menyelesaikan masalahnya. Dan saat ia memintaku untuk mencarikan calon suami yang baik untuknya, tambah antusiaslah aku untuk juga mencarikan pasangan yang tepat untuknya. Sebetulnya ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, seorang temanku juga mengungkapkan hal yang sama. Sudah merasa cukup usia untuk menikah, tapi juga belum menemukan pasangan yang sesuai. Sudah ingin menikah, tapi masih saja ada perbedaan dengan si calon pasangan. Kemudian ia memintaku untuk mencarikan calon suami yang tepat. Namun karena kurasa tidak ada calon yang sesuai untuknya, akupun tak begitu merespon. Yah, karena memang menurutku banyak hal yang harus dipertimbangan. Harus sekufu lah. Mempertimbangkan kesesuaian latar belakang keluarga, latar belakang calon pasangan, kesesuaian fisik, pemahaman agama, dan sebisa mungkin memenuhi kriteria yang diinginkan calon pasangan.

Beberapa minggu kufikirkan permintaan A yang memintaku mencarikan calon suami. Tiba-tiba saja teringat si B, seorang pemuda, tetangga yang tidak kuketahui betul namanya dengan jelas. Hanya saja karena sering melihat aktifitas keseharian dan perangainya yang santun dan baik, sering juga melihatnya tengah menunaikan sholat di mushola, dan tak pernah kulihat ia bersama seorang wanita, jadilah aku tertarik untuk mempertemukan mereka berdua. Sepertinya kalau dari penampilan lahiriah si ya cocok lah :) Karena memang menurutku penampilan lahiriah itu juga penting untuk memulai suatu ikatan pernikahan.  setelah itu kuyakinkan A kembali bahwa ia memang sedang tidak dipinang laki-laki lain. karena seperti yang kita tahu bahwa haram hukumnya meminang seorang wanita yang tengah dipinang laki-laki lain sehingga laki-laki tersebut memutuskan/membatalkannya. karenanya aku harus memastikan itu terlebih dahulu.


Setelah menyesuaikan penampilan fisik, akupun beralih menyesuaikan yang lainnya. Dengan tekad kuat, mulailah aku mencari informasi tentang si B. aku memang harus memastikan terlebih dahulu bahwa ia pemuda baik, taat, single, bukan pemabuk atau pecandu narkoba :). sebisa mungkin aku juga harus memastikan dia bukan playboy dan bukan macan ganas. wkwkwk... maksudnya bukan tipe pria yang suka menyiksa dan memangsa. 
Pada awalnya bingung pada siapa aku harus bertanya, namun kemudian Allah memberikan jalan mudah dan memberikanku keberanian. Dan pada akhirnya, kudapatkan juga informasi lumayan lengkap tentang si B dari dua orang yang cukup mengenal dan dekat dengannya. Merasa banyak kesesuaian diantara keduanya, bahkan kurasa mereka berdua sekufu, bertambahlah keberanianku untuk mencoba memperkenalkan keduanya satu sama lain dengan bantuan seseorang yang cukup mengenal si B.

Mempertemukan dua orang yang sama-sama sendirian, yang berharap mengakhiri masa lajang yang sepi, yang ingin menikah untuk menyempurnakan setengah agamanya, adalah sesuatu yang membahagiakan namun juga membuat galau. Bagaimana tidak bahagia, karena bagiku, kebahagiaan yang sempurna itu adalah saat aku melihat orang-orang disekelilingku tersenyum, merasa bahagia, bukan hanya saat aku sendiri yang merasa bahagia. Kebahagiaan juga kudapat saat aku bermanfaat bagi orang-orang sekitar, yang dekat, jauh bahkan orang yang tidak kukenal. Terkadang kebahagiaan juga bisa kurasakan hanya dengan melihat mereka bahagia. Yah, begitulah! Kurasa, mempertemukan mereka berdua adalah sebuah kebaikan, seperti apa yang pernah dinasihatkan oleh Ali bin abi thalib r.a. "sebaik-baik syafaat adalah memperantarai dua orang untuk menikah, dimana dengan itu Allah mengumpulkan mereka berdua". karena itulah aku merasa bahagia. Itu yang paling utama.

Galau karena memang bukan hal yang mudah. Membuat cemas, khawatir, namun juga gemes ingin menyatukan keduanya kalau memang dirasa cocok. Mempertemukan keduanya adalah tanggung jawab besar. Karena ini menyangkut pernikahan, mitsaqon ghalizha (perjanjian yang amat berat) diantara keduanya. Ada kekhawatiran jika diantara mereka ada ketidaksesuaian setelah pernikahan, terlibat masalah yang berat, saling mengecewakan, dan tidak bahagia. fikiran seperti Itu membuatku tidak bisa tidur!! :( 

hal lain yang tak kalah penting yang membuatku galau adalah keinginan untuk mempertemukan mereka dengan cara yang syar’i. Tanpa pacaran, tanpa hubungan tak jelas, tanpa cara-cara yang dilarang agama, yang tidak disukai Allah, dan tidak sesuai dengan tuntunan Rasul. Padahal sepertinya mereka berdua belum faham betul tentang ini. 
Nah loh…  
Proses ta’aruf yang syar’I insyaallah akan mendatangkan keberkahan untuk perjalanan selanjutnya terutama kehidupan setelah pernikahan mereka. Karenanya aku ingin mereka menjalani proses ini dengan cara yang diridhoi Allah. Saat prosesnya tidak syar’I, maka otomatis akupun mungkin akan ikut berdosa. Itu dia yang tidak kuinginkan. Semoga ada jalan terbaik untuk hal ini. Amin!

Karenanya, aku masih mencari cara seoptimal mungkin untuk membantu mereka, memberikan kebahagiaan dan membuat mereka tersenyum. yang paling penting ikhtiar kita, mengenai hasilnya kuserahkan pada Allah, sang pemilik cinta. Bukankah jodoh seseorang itu berada dalam kuasanya? Yup, karenanya aku pun akan terus berdoa untuk kebaikan mereka. We will see, apa yang akan terjadi nanti. Semoga Allah memberikanku kemudahan, kekuatan, keberanian menjalankan misi ini.
Hahahha, kayak mike the knight aja punya misi. :)

Laa haula wa laa quwwata illa billah... 

Rabu, 16 Mei 2012 0 komentar

mimpi lucu...

Aku memimpikan planet ini dua malam lalu... ^^
Meski tak bisa melihat cincinnya (karena dalam kenyataannya memang cincin jupiter terbentuk dari partikel-partikel kecil ditambah pantulan cahayanya lebih lemah dari pantulan cahaya matahari, membuatnya agak sulit diamati dari bumi), bintik merah raksasanya terlihat sangat jelas. Karena jupiter terbang melayang melewatiku dalam bentuk mini, ditambah pemandangan aurora yang begitu mempesona, jadilah mimpi ini mimpi paling lucu dalam hidupku! 
Di kutub atau di mana ya setting mimpi saat itu? hehehe...
by the way, aku harus katakan "aku suka mimpi ini!"
 
Rabu, 09 Mei 2012 0 komentar

Berbahagia saja!

Beberapa hari ini banyak hal tiba-tiba berubah. Beberapa persoalan tiba-tiba datang, membuat kami harus lebih banyak bicarakan banyak hal dan menyusun rencana kedepan lebih matang. 
Aku disampingnya, tak bisa melakukan banyak hal. Ah, sesungguhnya aku benci situasi seperti ini. Aku merasa sebenarnya dia yang paling terluka diantara yang lain, aku bisa merasakannya. Aku bahkan melihatnya sempat terjatuh beberapa saat, namun ia segera bangkit dan tak menangisinya. Itu yang aku kagumi saat ini darinya. Ia melawan rasa sakitnya dengan berfikir lebih positif, tetap khusnudzon pada Nya dan melakukan apa yang bisa ia lakukan dengan sebaik-baiknya.
Bila orang lain bahagia, kenapa kita malah bersedih? katanya.
yup... kita seharusnya memang ikut berbahagia!
Jumat, 13 April 2012 0 komentar

Status Facebook

Duduk manis di depan laptop, berkelana di dunia maya, membaca banyak artikel dan buku, serasa rekreasi ke seluruh penjuru negeri, berjalan-jalan ke ruang angkasa yang entah dimana ujungnya. Selalu membuat penasaran hingga tak ingin berhenti membacanya... :)

---------o---------

Dan kini, satu hal lagi yang kusadari, ternyata ketertarikanku pada alam semesta, luar angkasa makin menjadi! Semakin aku ingin mempelajarinya lebih banyak lagi. Rasanya jadi salah masuk jurusan... hahaha!
Menjadi seorang astronom memang cita-citaku sejak SMP :)
Senin, 26 Maret 2012 0 komentar

:)

Seringnya, hikmah itu hanya bisa dilihat dengan cara lain dari sisi yang berbeda...
Sabtu, 17 Maret 2012 0 komentar

Hero

Tengah duduk sendiri, sementara impian berlari jauh ke tempat dimana aku ingin berada. Tiba-tiba ingin mendengar mariah carey bernyanyi Hero... :)

There's a hero
Ada seorang pemberani
If you look inside your heart
Jika kau lihat ke dalam hatimu
You don't have to be afraid
Kau tak perlu takut
Of what you are
Akan siapa dirimu
There's an answer
Ada sebuah jawaban
If you reach into your soul
Jika kau jangkau jiwamu
And the sorrow that you know
Dan luka yang kau tahu
Will melt away
Akan meleleh

Chorus
And then a hero comes along
Dan kemudian muncullah seorang pemberani
With the strength to carry on
Yang memiliki kekuatan untuk bertahan
And you cast your fears aside
Dan kau singkirkan rasa takutmu
And you know you can survive
Dan kau tahu kau bisa bertahan
So when you feel like hope is gone
Maka jika kau merasa seolah harapan telah sirna
Look inside you and be strong
Lihatlah ke dalam dirimu dan kuatlah
And you'll finally see the truth
Dan akhirnya kau akan melihat kebenaran
That a hero lies in you
Bahwa seorang pemberani ada di dalam dirimu

It's a long road
Jalan yang panjang
When you face your world alone
Saat kau hadapi duniamu sendirian
No one reaches out a hand
Tak seorangpun mengulurkan tangan
For you to hold
Untuk kau genggam
You can find love
Kau bisa menemukan cinta
If you search within yourself
Jika kau cari di dalam dirimu
And the emptiness you felt
Dan rasa hampa yang kau rasa
Will disappear
Akan hilang

Chorus

Lord knows
Tuhan tahu
Dreams are hard to follow
Impian sulit diraih
But don't let anyone
Namun jangan biarkan siapapun
Tear them away
Mengoyaknya
Hold on
Bertahanlah
There will be tomorrow
Esok akan datang
In time
Saat
You'll find the way
Kau kan temukan jalan

Rabu, 07 Maret 2012 0 komentar

Cinta itu... :)

Seperti biasa, sore ini kami menyusuri jalan yang biasa kami lewati sambil bercerita tentang banyak hal. Kali ini sejenak kubiarkan ia bercerita lepas, tanpa memotong atau memberikan pendapat. Sejujurnya, aku selalu menyukai gaya bicaranya yang runtut dengan argumen yang berdasar. Karena bagiku ia juga laki-laki yang jujur, jadilah aku selalu mempercayainya. Sejenak ku sadar, betapa aku mengaguminya. Ya, aku menganguminya tidak hanya karena satu dua hal, tapi karena banyak hal yang Allah anugerahkan padanya.
Sesungguhnya aku begitu bersyukur Allah telah menjodohkanku dengannya. Meski ia hanyalah manusia biasa yang punya kekurangan, tapi dalam banyak hal bagiku ia sempurna. Terdengar sangat konyol sepertinya, tapi memang begitulah adanya perasaanku. aku bahkan tak bisa mengungkapkan lebih banyak perasaanku. cinta ini menjadi sulit diungkapkan dengan banyak kata-kata. Benarlah apa yang ia ungkapkan dulu pada orangtuaku lewat surat perkenalannya...

"Ananda kira ungkapan tadi sudah cukup untuk menjelaskan perasaan cinta yang mendalam ananda kepada putri bapak. Perasaan cinta sejatinya adalah sesuatu yang abstrak. Karenanya, sesuatu yang abstrak pastilah akan sulit untuk dikonkretkan melalui ungkapan-ungkapan dan beragam alasan. cinta adalah cinta. menurut ananda, semakin diungkapkan dengan alasan-alasan kita dalam menyintai seseorang, maka semakin dipertanyakan pula perasaan kita dalam menyintai seseorang tadi.  untuk itu, dengan izin Allah, cinta yang ananda berikan kepada putri bapak adalah sebuah cinta yang tulus dan terlahir dari hati sanubari ananda yang Allah kuasai."

setelah itu, ia tuliskan juga sebuah hadist Rasulullah SAW: "lam yura lil mutahabbaini mitslannikaah!" 

Sejujurnya, aku menyukai surat perkenalannya. Membacanya, membuatku merasa dicintai, dihargai dan terutama dihormati sebagai seorang wanita. akupun kini lebih menyadari, ia adalah laki-laki yang kuinginkan.
Sabtu, 25 Februari 2012 0 komentar

Capi dan Numi

"Capii...!" sebutan itulah yang kini sering terdengar dari 'ayyasy untuk abinya, padahal sudah sejak umur satu tahun dia biasa mengucapkan kata abi dengan fasih.  Sudah 2 minggu ini, dia juga sering memanggilku "numi", padahal biasanya kata umi dia ucapkan dengan jelas. Aku sendiripun sebenarnya tidak tahu pasti dari mana ia dapatkan sebutan itu. Sepertinya dia mengarang sendiri kata "capi" dan "numi" sebagai panggilan kesayangan untuk umi abinya, karena setahuku tak ada yang menggunakan sebutan itu dalam keluarga kami.
Subhanallah... begitulah kekuasaan Allah.
Rupanya sekarang 'ayyasy sudah lebih pintar mengekspresikan rasa sayang pada orangtuanya. :)
Semoga ia tumbuh sehat, menjadi laki-laki sholih yang senantiasa dirahmati Allah. amin...
0 komentar

Maniak mobil

Berbicara tentang ayyasy, anakku, rasanya tak ada habisnya. Karena memang masih batita, jadilah ada saja cerita lucu dan mengagumkan tentangnya. Kalau menurut pengamatanku usia-usia segitu memang lagi lucu-lucunya, karena saat itulah ia mulai mengembangkan kemampuan bicara, kognitif, fisik bahkan kemampuan moral sosial dan emosinya. Karenanya menjadi sangat wajar bila tiba-tiba banyak hal baru yang bisa ia lakukan, salah satunya mengajak pergi orang tua ke tempat favoritnya. Dan itu juga yang sudah setahun ini ayyasy sering lakukan. Seperti uminya, ia juga sangat suka jalan-jalan, dan tidak hanya itu, ternyata ia mudah menghafal jalan dan letak tempat-tempat yang ia suka. Dari tempat mainan odong-odong, tempat belanja favorit sampai tempat makan yang biasa kami kunjungi. mau dekat ataupun jauh, biasanya dia akan bereaksi saat akan melewati tempat-tempat itu. 
Dan tempat fovorit yang paling paling ia sukai adalah tempat mbak rosmini. 
tahukah kamu tempat apa itu?
apalagi kalau bukan toko mainan. hehehehehee
Letaknya yang hanya sekitar 100 meter dari rumah, membuat ayyasy dengan sangat mudah menghafal keberadaan tempat itu. Disanalah tempat dijualnya berbagai macam mainan yang kebanyakan buatan china dengan harga lumayan miring. Bagaimana ayyasy tidak senang kalau dia bisa dengan mudah memilah milih mainan yang ia suka.
Yup, berawal dari tempat itulah ayyasy kini menjadi maniak mobil. Itu karena setiap kali ayyasy mengajak pergi kesana, yang ia inginkan hanyalah mobil mobil dan mobil, yah... paling tidak pesawat atau motor mainan lah. Alhasil, kini ayyasy punya banyak mobil mainan berbagai bentuk. Ada truk, mobil pemadam kebakaran, bis, mobil balap, sampai mobil yang tak pernah kulihat sebelumnya. Dan yang paling ia suka adalah mobil yang bentuknya rumit dan bisa diotak-atik. 
Ya, itulah ayyasy si maniak mobil. hahahaha. Sampai-sampai kemarin ku katakan padanya: "yas, besok sudah besar punya mobilnya satu aja ya. meski adek punya banyak uang, uangnya buat yang lain yang lebih bermanfaat aja ya jangan buat ngoleksi mobil." tapi ya gak apa-apa si kalau punya pabrik atau dealer mobil, bisikku dalam hati. hehehe!
Jumat, 24 Februari 2012 0 komentar

Night terror sampe jadwal tidur bergeser


Akhirnya tepat pukul 9 malam 'ayyasy tertidur, padahal biasanya pukul 7 dia sudah terlelap. Perlu waktu setengah jam untuk menggiringnya tidur malam ini. Hari ini memang tak seperti biasanya, jadwal tidurnya berubah. 
Ini semua berawal dari aktifitasnya tadi malam. Entah karena mimpi atau ingatan aktifitas di siang hari, pukul 10.35 malam tiba-tiba ia membangunkanku dan bercerita tentang pesawat terbang.
"mi bangun!" katanya sambil menyentuh pipiku.
"adek aek keawat sampe auh (adek naek pesawat sampai jauh)." kulihat tangan kanannya diangkat menari-nari ke kanan kekiri.
"oh ya? trus gimana?" kurespon dengan suara lemah karena kantuk masih sangat terasa. 
"tyus keawatnya tebang auh."
"uh... uh... uh... " sepertinya tengah menirukan suara pesawat yang tengah terbang tinggi.
"adik naeknya sama siapa aja?" 
"ama abi, umi, pakde!" 
"yang bawa pesawatnya siapa, dik?"
"adek!" katanya dengan yakin.
"ya udah, besok naik lagi ya. sekarang tidur lagi!" kataku sambil sangat mengantuk.
"mi, adek mau mimi utih!"
"ya, adek tunggu sini dulu umi ambilkan air putihnya!" iapun manut menungguku...
Minum air putih di malam hari memang menjadi kebiasaannya 6 bulan ini. setelah tidak lagi mimi ASI, ia memang lebih sering minta minum air putih dari pada susu formula, terutama di malam hari. 
Setelah minum, ku minta ia untuk kembali tidur. Namun, ternyata dia masih ingin bercerita tentang pesawat dan yang lainnya. Meski sangat mengantuk, masih kudengarkan ceritanya dan tetap kurayu ia untuk kembali tidur. sepuluh menit kemudian iapun kembali tidur, mungkin membawa ceritanya kembali ke alam mimpi.
Pukul 1.40 ia kembali terbangun, kali ini sambil menangis. Tangisan yang ia bawa dari alam mimpi. Ya, sepertinya ia mengalami night terror alias teror dimalam hari. Ini memang bukan yang pertama kalinya ia mengalami hal ini. Setelah trauma yang dialaminya saat di rawat di RS 8 bulan lalu, dia memang sering mengalaminya. Tiba-tiba saja di malam hari ia terbangun dengan menangis, menjerit sampe badan mengejang. Tapi kalau diperhatikan, sebenernya dia masih tertidur. Biasanya akan sulit sekali untuk menenangkannya dalam keadaan seperti itu. Karenanya, biasanya saya bangunkan ia terlebih dahulu dengan membawanya ke ruangan lain. Terkadang dengan memeluknya, ia akan terbangun dan kembali tidur. Namun sering juga sulit baginya menyadari keadaan sekeliling sehingga tangisnya akan sedikit lama. kalau sudah seperti itu, biasanya saya membawanya ke dapur yang masih gelap sambil berkata "liat dik, gelap sekali!" dengan bagitu dia akan membuka mata dan menyadari keadaan sekeliling. Setelah itu, barulah saya menenangkannya dan bertanya maukah dia minum, atau kembali tidur.
Ya, itulah kejadian tapi malam. Dua kali terbangun di malam hari, membuatnya bangun 1,5 jam lebih siang. Itulah yang sepertinya membuat ia baru mengantuk jam 2 siang. Dan karena ia baru bangun pada pukul 4.35 sore, jadilah waktu tidur malamnya pun bergeser 2 jam lebih malam dari biasanya.
ya, tidurlah yang nyenyak, nak!
Semoga Allah merahmati dan melindungimu selalu. amin...
0 komentar

Masih menunggu...

3 minggu berlalu dari saat itu, dan kami masih menunggu jawaban pasti. Tak seperti biasanya, rasanya kali ini terlalu lama. Entah, apa maksudnya kami masih tak mengerti. Ada kalanya rasa putus asa menyelimuti, bayangan kejadian masa lalu menari-nari. Namun kemudian kami besarkan hati dan berharap lebih lagi dan lagi padaNya. Mungkinkah ini akan menjadi masa depan kami?
Kami masih menunggunya... menunggu jawaban dari ikhtiar yang telah kami jalani selama ini. Ikhtiar optimal untuk mujudkan mimpi kami. Ya, karena inilah mimpi kami berdua. Mungkin bila 5 hari kedepan masih tak ada jawaban, maka kami akan lakukan ikhtiar terakhir untuk mengakhiri penantian kami.
Semoga Allah berkenan mendengar dan mengabulkan ingin kami. Semoga mimpi dan keinginan kami pun menjadi yang terbaik menurut Allah.
Amin...
Rabu, 15 Februari 2012 0 komentar

My first book

Januari 2012 ini menjadi bulan pertama yang menyenangkan dan sangat memberikan semangat untuk perjalanan selanjutnya. Bagaimana tidak, surat cintaku untuk ibu menjadi salah satu surat cinta yang dibukukan. Pada awalnya memang hanya iseng uji nyali, mengetes keberanian mengirimkan tulisan yang kubuat untuk bisa dipublikasikan. Kukumpulkan keberanian yang sudah lama terkubur, dan bersungguh-sungguh untuk ikut serta dalam proyek nulis bareng buku dear mama.
awalnya uji nyali, selanjutnya berderma...
begitu singkatnya!
mengapa berderma?
karena memang keuntungan yang diperoleh dari penjualan buku ini akan disumbangkan pada para wanita kanker payudara. Itulah mengapa aku bersungguh-sungguh mengikutinya!
Sebenarnya, di akhir bulan desember sedikit rasa putus asa hadir dalam benak karena kulihat namaku tidak tercantum menjadi salah satu kontributor penulis buku itu. Namun meskipun demikian, aku tetap bertekad untuk terus menulis dan bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang.
karena masih penasaran, minggu kedua di bulan januari kulirik kembali pengumuman hasilnya dan tanpa disengaja kutemukan blog resmi pengumuman hasilnya. 
Dan jren jreng jreng... Namaku tercantum di buku empat! Ternyata pengumuman yang kubaca kemarin belum lengkap, karena buku yang diterbitkan tidak hanya dua edisi.

Alhamdulillah... syukurku padaMu Ya Allah!
Aku berhasil menguji nyali untuk mengirimkan tulisan. selain itu, dengan berhasil menjadi salah satu  kontributor penulis buku itu, berarti aku juga bisa ikut berderma. Ini menjadi begitu menyenangkan, karena sudah lama ingin bisa lebih bermanfaat bagi orang yang membutuhkan! satu lagi yang tak kalah pentingnya, kuhadiahkan ini pada ibuku tercinta.

Tapi, INI BELUM CUKUP!
Karena aku masih ingin menulis! menulis sesuatu yang bermanfaat untuk kemaslahatan ummat. Ya, Benarlah apa yang suamiku katakan:
"Menulis itu jangan hanya karena ingin menjadi penulis, dik. Karena penulis itu sudah sangat banyak. tapi menulislah karena memang ada ilmu dan sesuatu hal yang bermanfaat untuk disampaikan pada banyak orang!"  
Nasihatnya itu mampu merubah sudut pandangku selama ini, hingga akupun lebih termotivasi untuk menuliskan banyak hal yang lebih bermanfaat!
Tetap semangat dan jangan pernah menyerah untuk memberikan yang terbaik!
 
;